Jumat, April 23, 2021

AUTHOR NAME

Rinto Pangaribuan

15 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Pegiat di Ut Omens Unum Sint Institute - Jakarta

Darurat Demokrasi, Anti-Intelektualisme, dan Moralitas Budak

"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang. Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan. Dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: lawan!" Penggalan puisi Wiji...

Teologi Pengharapan: Pijakan Bersama Melawan Kemiskinan

Bisakah kita hidup tanpa agama? Pertanyaan ini terasa menjadi amat penting. Apalagi di tengah nilai dan praktik hidup keagamaan di Indonesia yang kian merosot. Setuju...

Terorisme dan Urgensi Narasi Baru Agama

  Sejarah menunjukkan bahwa jutaan orang mati karena agama. Berpegang pada ajaran Tuhan, ternyata, tak selamanya mendatangkan damai. Terorisme adalah salah satu bentuknya. Riwayat dunia...

Watak Ganda Kita tentang Keadilan

“Jangan kau kira bisa membela sesuatu, apalagi keadilan, kalau tak acuh terhadap asas.” Pram dalam Anak Semua Bangsa menggambarkan jelas betapa susahnya menjaga keadilan. Keadilan...

Membangkitkan Minke di 11 Tahun Kematian Pram

Karya jurnalistik kita, hampir semua, membosankan. Semua ceritanya jauh dari kisah tentang kehidupan bebas. Isinya hanya tentang manusia korup sudah sejak dunia pikirannya. Para...

Masih Adakah Cendekiawan Pro-Keadilan?

"Aku bertanya, tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet, dan papan tulis-papan tulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan." Sajak Sebatang Lisong protes kepada kebuntuan...

Jokowi dan Negara yang Hilang di Kendeng

Malam ini ada yang aneh. Entah kenapa, dedaunan di pekarangan rumah berguguran tanpa jelas pasal sebabnya. Seolah ingin ditemaninya Ibu Patmi menghadap Sang Khalik....

Pilkada, Golput, dan si Anak Tiri Demokrasi

"Kalau tidak ada yang bisa dipercaya, ngapain repot-repot ke kotak suara? Daripada nanti kecewa." Perkataan Gus Dur ini direkam di buku Mengapa Kami Memilih...

Mengenang Gandhi Setelah 69 Tahun [30 Januari 1948]

Dor! Suara tembakan itu memecah kedamaian pagi. Sesosok lelaki sepuh tergeletak meregang nyawa. Darah menodai kain putih penutup tubuhnya yang sudah susut dimakan waktu....

Latest news

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.