Selasa, Juli 16, 2024

Sang Kiai, Kepahlawanan KH Hasyim Asy’ari

Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Penulis Lepas

Film Sang Kiai merupakan film yang mengangkat kisah pendiri organisasi Islam terbesar di dunia Nahdlatul Ulama, sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama di antaranya Ikranegara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken.

Film ini berlatar belakang masa pendudukan Jepang, di mana saat itu KH Hasyim Asy’ari dipenjara oleh Jepang. Ia dituduh terlibat dalam Peristiwa Cukir dan menolak untuk melakukan seikerei (menghormat kepada Matahari). Dalam film tersebut digambarkan bagaimana Pasukan Jepang datang ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang bermaksud membawa KH Hasyim Asy’ari, dan terjadi gesekan yang menegangkan, di mana suara tembakan mitraliur terdengar dengan jelas.

Jika kita membaca literatur sejarah, KH Hasyim Asy’ari ketika di penjara oleh Jepang itu mengalami berbagai penyiksaan, sementara dalam film tersebut tidak di tampakkan. Dipenjarakannya KH Hasyim Asy’ari oleh Jepang tentu saja memantik amarah para santri, dan itu tergambarkan dengan baik dalam film. Dua orang santri yaitu Harun dan Amid berusaha menyusup untuk membebaskan KH Hasyim Asy’ari, justru hal tersebut malah membuat Amid tewas ditembak.

Kemudian karena datangnya gelombang protes dari ribuan santri KH Hasyim Asy’ari dipindahkan ke Penjara Mojokerto. Pada akhirnya atas usaha diplomasi dari KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim dengan dibantu oleh A. Hamid Ono, KH Hasyim Asy’ari berhasil dibebaskan.

Ketika Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dibubarkan oleh Jepang dan diganti dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) KH Hasyim Asy’ari diangkat menjadi ketuanya. Masyumi pun diminta oleh Jepang untuk menyampaikan khutbah memperbanyak hasil bumi. Lalu para santri dilatih militer oleh Jepang dengan membentuk Hizbullah.

Kebijakan Jepang untuk menambah hasil bumi untuk disetorkan menyebabkan ketidakpuasan masyarakat, sehingga timbullah perlawanan di antaranya dilakukan oleh KH Zainal Mustofa dari Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat. KH Zainal Mustofa sendiri dieksekusi oleh Jepang di Pantai Ancol.

Dari situ kemudian Harun bersama dengan istrinya memutuskan untuk keluar dari Pondok Pesantren Tebuireng. Ia menganggap KH Hasyim Asy’ari telah berubah, membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Jepang akhirnya terdesak dan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Di film tersebut digambarkan ketika seorang Komandan Tentara Jepang sedang mendengar berita dari radio tentang Jepang yang menyerah tanpa syarat, lalu markas Jepang tersebut diserang oleh para pemuda di antaranya oleh Amid.

Jika ditelisik dari catatan sejarah, peristiwa para pemuda merebut senjata Jepang itu terjadi  setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Dari film tersebut tidak dijelaskan secara spesifik mengenai hal tersebut, tiba-tiba langsung saja para pemuda menyerbu ke markas Jepang.

Setelah kekalahan Jepang, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, bukan berarti permasalahan selesai, datanglah Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia II yang ternyata diboncengi oleh NICA. Pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby pun mendarat di Surabaya.

Kemudian datanglah utusan dari Bung Karno kepada KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan bagaimana hukumnya membela tanah air. Sehingga kemudian lahirlah Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama 22 Oktober yang sekarang diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Bung Tomo yang membaca selebaran tersebut, lalu sowan ke KH Hasyim Asy’ari, dan ia menyarankan kepada Bung Tomo agar mengucapkan Allahu Akbar di awal dan akhir pidatonya.

Lalu pada tanggal 30 Oktober Brigadir Jenderal Mallaby tewas di jembatan merah. Tewasnya Mallaby itu sendiri sampai sekarang, masih menjadi perdebatan para ahli sejarah. Tetapi dalam film tersebut ia tewas oleh Harun, santri dari KH Hasyim Asy’ari. Harun meninggal terkena ledakan granat di dekat mobil Mallaby. Tewasnya Mallaby memicu kemarahan Sekutu, sehingga meletuslah apa yang kita kenal sebagai perang 10 November.

Film tersebut diakhiri dengan wafatnya KH Hasyim Asy’ari. Hari itu utusan Jenderal Sudirman datang, mengabarkan situasi terkini. Ketika mengetahui Singosari dan Malang jatuh ke tangan Belanda. Lalu ia memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat, mengucapkan “Masya Allah, Masya Allah, Masya Allah” lalu pingsan. KH Hasyim Asy’ari wafat pada tanggal 25 Juli 1947 atau 7 Ramadhan 1336 H.

Film tersebut sangat luar biasa, baik dari sinematiknya terasa nyata, kemudian aktor yang memerankan benar-benar menjiwai perannya. Film tersebut juga memberikan pesan mendalam kepada anak bangsa, khususnya warga Nahdliyin. Saya pertama kali menonton film tersebut pada tahun 2015 di salah satu stasiun televisi nasional. Dari film tersebut pula saya baru tahu tentang Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Mendekati akhir-akhir film alur dipercepat, hal tersebut tentu membuat para penonton bingung. Ada beberapa peristiwa yang  terlewat dalam film, misalnya kurang tergambarnya Pertempuran 10 November.

Jika kita membaca Guruku dalam Orang-orang dari Pesantren (2001) karya KH Saifuddin Zuhri, jatuhnya Kota Malang yang merupakan markas tertinggi Hizbullah-Sabilillah mengejutkan KH Hasyim Asy’ari. Berita tersebut disampaikan oleh Kiai Gufron (Pemimpin Sabilillah Surabaya) dan Kiai Hasyim Asy’ari sedang mengajar ngaji. Begitu berita buruk itu disampaikan, Kiai Hasyim Asy’ari seketika memegangi kepalanya sambil berdzikir menyebut nama Allah SWT: “Masyaallah, Masyaallah!”.

Sementara itu utusan Jenderal Sudirman dan Bung Tomo belum sempat menemui KH Hasyim Asy’ari. Sementara di film hanya utusan Jenderal Sudirman saja, dan sempat menemui KH Hasyim Asy’ari.

Tetapi yang jelas film tersebut memberikan nilai yang positif, tentang bagaimana cinta terhadap tanah air. Film yang satu ini wajib banget ditonton.

Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Penulis Lepas
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.