Sabtu, Juli 13, 2024

Empat Bahaya Memencet Jerawat

Aulia Salsabila Hamada
Aulia Salsabila Hamada
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Kesehatan Masyarakat

Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan karena adanya penyumbatan pori-pori dan mengakibatkan peradangan kronis sehingga menimbulkan jerawat. Timbulnya jerawat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor keturunan, hormonal, makanan, dan infeksi bakteri. Jerawat pada umumnya menyerang populasi berusia 11 tahun-30 tahun, baik laki-laki ataupun perempuan (Lestari et al. 2020).

Jerawat dapat timbul di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, punggung, dada, dan area ketiak. Dilansir dari hellosehat, jerawat terdiri dari beberapa jenis, yakni :

1. Komedo putih (whiteheads)

Komedo putih atau whiteheads merupakan akibat dari penyumbatan pori-pori karena sel-sel kulit mati, minyak dan bakteri serta folikel rambut yang berkumpul di dalam pori-pori. Komedo termasuk kedalam jenis jerawat ringan dan biasanya timbul pada hidung, dagu, dan kening.

2. Komedo hitam (blackheads)

Komedo hitam atau blackheads pada umumnya mirip dengan komedo putih, yang membedakan antara keduanya adalah komedo hitam tampak lebih menonjol pada permukaan kulit sehingga warnanya menjadi hitam karena terpapar oleh udara.

3. Papula

Jerawat papula merupakan jenis jerawat yang berbentuk seperti benjolan padat serta dapat menimbulkan rasa nyeri. Jerawat papula merupakan kelanjutan dari whiteheads dan juga blackheads yang tidak ditangani dengan tepat.

4. Pustula

Jerawat pustula sering disebut dengan jerawat nanah. Jerawat pustula muncul dengan bentuk benjolan berwarna kemerahan dengan puncaknya yang berwarna putih. Jerawat pustula merupakan kelanjutan dari jerawat papula apabila diabaikan.

5. Nodul

Jerawat nodul merupakan jerawat yang terletak di bawah permukaan kulit dan akan terasa keras serta sakit apabila disentuh. Jerawat nodul termasuk ke dalam jenis jerawat yang sulit hilang, butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan. Jerawat nodul lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

6. Jerawat batu (kistik)

Jerawat batu termasuk ke dalam kondisi jerawat yang cukup parah. Jerawat ini terbentuk pada lapisan kulit terdalam. Jerawat batu ditandai dengan benjolan besar berwarna kemerahan dan di dalamnya berisi nanah, dan apabila tersentuh akan terasa sakit atau nyeri. Jika jerawat batu tidak segera ditangani, dapat menyebabkan pori-pori pecah dan peradangan menyebar ke jaringan kulit lainnya, serta memicu timbulnya jerawat baru.

Jerawat bukanlah penyakit yang berbahaya apabila ditangani dengan tepat. Keberadaan jerawat dapat menimbulkan kecemasan pada sebagian orang dan menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri dengan penampilannya, sehingga banyak orang yang risih dengan jerawatnya kemudian ia memencet jerawatnya dengan harapan agar jerawat tersebut cepat hilang.

Alih-alih menghilang, justru jerawat yang dipencet tanpa bantuan dokter dapat memperburuk kondisi jerawat, bila hal ini dilakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan maka akan menimbulkan efek samping yang membahayakan bagi kulit wajah. Berikut penjelasan tentang empat bahaya memencet jerawat tanpa bantuan dokter :

  • Infeksi pada kulit wajah

Jerawat yang dipencet akan menimbulkan luka, luka tersebut cenderung terbuka sehingga bakteri dari tangan yang tidak higienis berpotensi berpindah ke dalam luka dan akan menginfeksi luka tersebut. Selain itu, tekanan pada saat memencet jerawat juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada kulit. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kondisi jerawat yang semakin meradang dan jangka penyembuhannya akan semakin lama.

  • Menimbulkan jerawat baru

Cairan yang keluar akibat memencet jerawat mengandung bakteri, bakteri yang biasanya menginfeksi jerawat adalah bakteri Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aerus, dan Propionibacterium acnes (Zulfana 2018). Cairan yang mengandung bakteri tersebut dapat menyebar ke area wajah yang lain ditambah dengan kondisi tangan yang digunakan untuk memencet jerawat dalam keadaan kotor atau tidak higienas akan menginfeksi jaringan pada kulit lainnya.  Kondisi kulit yang kotor dan penyebaran cairan yang mengandung bakteri itulah yang akan menimbulkan jerawat baru.

  • Bekas jerawat susah hilang

Jerawat yang dipencet akan menimbulkan bekas luka yang sulit hilang, selain itu kebiasaan memencet jerawat juga dapat membentuk lubang pada wajah karena pecahnya kelenjar minyak di kulit sehingga bagian kulit tersebut akan kosong dan menimbulkan lubang pada wajah. Lubang pada wajah dapat hilang dengan sendirinya namun membutuhkan waktu yang sangat lama.

  • Fungsi otak dan motorik terganggu

Pada zona T wajah yaitu area dahi hingga kedua sudut mulut terhubung dengan pembuluh darah yang terdapat di otak. Apabila jerawat di zona T pecah, maka bakteri jerawat dapat dengan mudah masuk dan menyebar sehingga dapat menginfeksi pembuluh darah di otak. Selain itu, terdapat empat syaraf kranial tepat berada di bawah hidung dan mulut yang mengendalikan fungsi wajah. Apabila syaraf tersebut terinfeksi, maka dapat terjadi gangguan fungsi motorik atau bahkan kelumpuhan pada wajah (Azmi 2020).

Menjauhkan diri dari kebiasaan memencet jerawat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat. Akan lebih baik lagi jika dikonsulltasikan langsung kepada dokter kulit atau dokter kecantikan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit wajah. Dalam menangani masalah jerawat tidaklah instan. Kesabaran serta konsisten menjadi kunci utama dalam menangani jerawat.

Bacaan:

Azmi, Nabila. 2020. “Apakah Aman Untuk Memencet Jerawat?” Hello Sehat. https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/memencet-jerawat/.

Azmi, Nabila. 2020. “Jenis Jerawat Dan Berbagai Macam Penyebabnya” Hello Sehat. https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/jenis-jerawat/.

Lestari, Retno Try et al. 2020. “Perilaku Mahasiswa Terkait Cara Mengatasi Jerawat.” Jurnal Farmasi Komunitas 8(1): 15.

Zulfana, Nandea Hendrawan. 2018. “Formulasi Dan Uji AKtivitas Antibakteri Gel Nanosilver Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Secara In Vitro.”

Aulia Salsabila Hamada
Aulia Salsabila Hamada
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Kesehatan Masyarakat
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.