Selasa, April 20, 2021

Ekspresi Keberagamaan Muslim Kelas Menengah

Redupnya Pergerakan BEM

Berbagai kebijakan-kebijakan kampus di masa pandemi sangat membebani mahasiswa. Dari beasiswa yang hanya merata bagi orang-orang dalam hingga biaya kuliah yang tak mengalami penurunan...

Pak Menteri, Kami Memang Miskin, Tapi…

Ilmu lisan tak bisa diperoleh dari sumber yang sembarangan. Ilmu lisan juga tak bisa dibeli di segala tempat. Ada jurus dan cara jitu agar...

Gerakan 212 dan Bloody Sunday

Setelah mengadakan “reuni” untuk yang kedua kalinya, mulai kelihatan arah politik dari gerakan 212 ini. Dari tahun ke tahun, jumlah massa yang menghadiri demonstrasi...

Makna Spiritual dan Sosial Idhul Adha

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum pengorbanan personal seorang muslim kepada Allah SWT, seperti dicontohkan Nabi Ibrahim AS terhadap putranya Ismail. Allah SWT mengabadikan...
arief azizy
Esais dan Peneliti di Laboratorium Psikologi Sosial UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Berhijab, jilbab mewah, hijab penuh dengan pernak-pernik, pergi umrah plus, mengikuti jemaah pengajian berkelas di TV, ikut serta jamiyyah dzikir, serta rajin sedekah ke panti asuhan anak yatim piatu adalah fenomena lazim muslim perkotaan yang muncul sejak lima tahun terakhir. Kesalehan seperti ini, sudah dari dulu menjadi ciri khas bagi muslim perkotaan.

Berbagai macam bentuk kesalehan keislaman mulai bermunculan di daerah perkotaan seakan tanpa tendensi lain, kecuali pengabdian kepada Allah (Tuhan) yang maha pemberi rezeki dan maha murah kepada seluruh umat manusia, termasuk umat Muslim Indonesia. Tentu saja sebagian umat Islam tetap bangga bahwa apa pun yang dikatakan orang, fenomena ramainya umat Muslim berhijab, berjilbab, umrah plus, ramainya jamiyyah pengajian, dan seterusnya adalah pertanda kegiatan keislaman mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Fenomena seperti ini banyak kita jumpai di bulan biasa lebih lagi di bulan Ramadhan, banyak sekali yang menawarkan produk ataupun jasa yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Dengan berbagai produk yang di tawarkan, pasar kelas menengah muslim semakin menggeliat ketika bulan puasa Ramadan semakin dekat. Kebutuhan akan berbagai produk dan jasa meningkat tajam selama bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri. Produk-produk terkait makanan dan minuman semakin diburu untuk keperluan buka puasa, permintaan akan produk baju dan apparel juga meningkat menjelang lebaran.

Mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan mulai bersolek dan menawarkan berbagai program-program belanja untuk menarik perhatian konsumen, hotel-hotel juga memberikan berbagai paket khusus Ramadhan mulai dari paket buka puasa bersama sampai sahur bersama. Semakin mendekati lebaran, permintaan produk terkait keperluan mudik seperti transportasi, akomodasi, pun meningkat. Mudik sudah menjadi festival tahunan masyarakat muslim Indonesia.

Gairah keberagamaan juga kita bisa lihat dengan semakin maraknya perempuan yang mengenakan jilbab. Dengan menggunakan trademark baru yang bernama hijab, kini perempuan muslimah Indonesia tidak malu-malu lagi bergaya dengan pakaian hijabnya. Bagi mereka, hijab bukan sekadar pakaian yang menutup aurat tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup muslimah masa kini. Seharusnya mengenakan hijab bagi muslimah mewujud dalam pribadinya, bukan hanya berfungsi sebagai penghias diri bagian luar saja.

Sehingga ini yang terjadi, simbol-simbol agama itu berkorelasi dengan konsumerisme di kalangan muslim perkotaan, kesadaran terhadap produk halal meningkat, gerai dan toko pakaian muslim dan hijab merebak. Acara-acara TV juga dibanjiri berbagai hal yang berbau “islami”.

Menurut Wasisto (2016) dalam Politik Kelas Menengah Muslim Indonesia bahwa kelas menengah Muslim Indonesia sedang membangun identitas baru dalam beragama. Itulah identitas kesalehan sebagai kesalehan sehari-hari yang sifatnya mudah, tetapi bermakna bagi para pelakunya sebagai pembeda dengan kelas sosial lainnya yang hadir di masyarakat luas.

Sejatinya, ada banyak cara bagi seseorang untuk menghadirkan kesalehan ke tengah publik yang modern. Salah satunya adalah dengan sering muncul di tempat-tempat pengajian yang berkelas bersama para artis sinetron, ataupun ustadz tersohor. Tentunya dengan didampingi bintang iklan produk-produk kecantikan, pakaian, minuman, ataupun makanan suplemen lainnya.

Ekpresi atau perilaku seperti ini lah dalam bahasa kelas menengah Muslim, semua itu dilakukan dengan argumen bahwa kesalehan tidak harus miskin. Kesalehan tidak harus anti belanja. Dan juga kesalehan tidak identik dengan kekumuhan yang menyebalkan. Bagi kelas menengah Muslim, kesalehan itu juga belanja, bermewah-mewahan, serta mewujudkan kebahagiaan dunia. Menjadi muslim kelas menengah adalah pilihan bagi setiap individu muslim. Wallahu ‘alam bishowaf.

arief azizy
Esais dan Peneliti di Laboratorium Psikologi Sosial UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.