Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Pemerkosaan dalam Perkawinan (Marital Rape) | GEOTIMES
Jumat, April 16, 2021

Pemerkosaan dalam Perkawinan (Marital Rape)

Menuju Pendidikan yang Memerdekakan

"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya lebih tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya...

Puisi Sukmawati: Sastra sebagai Media Penghinaan?

Sastra sampai saat ini masih dijadikan media paling tepat dalam mengungkapkan ekspresi penulisnya. Menjadi media paling halus untuk berkomunikasi, mengkritik, dan menyampaikan hikmah-hikmah terhadap...

Jerat UU ITE pada Robertus Robert dan Masa Depan Demokrasi

UU ITE kembali memakan korban, belum reda soal kasus Baiq Nuril yang dilaporkan dengan UU ITE, kini Robertus Robert sosiolog dari UNJ yang harus...

Akhir Mei, Akhir Asap Rokok?

31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Apa makna dari peringatan ini? Akan kah hanya sekedar perayaan tanpa dampak yang berarti? Indonesia sebagai...
ramafyulianto
Menghidupkan kalimat adalah hobi saya

Pelecehan dan Kekerasan seksual merupakan pelampiasan nafsu birahi oleh seorang pria terhadap sang korban yang biasanya perempuan, kekerasan seksual yang selanjutnya disebut pemerkosaan merupakan pemaksaan terjadinya hubungan seksual terhadap perempuan tanpa adanya persetujuan atau tanpa disadari sang korban tadi. Memang hal yang sangat tabu untuk dibahas, terlebih jika membahasnya di sidang pengadilan, yang mengharuskan sang korban menjelaskan sedetail mungkin atas kejadian yang menimpa dirinya. Penderitaan korban tidak selesai sesaat setelah kejadian seks yang mengharuskan dirinya melayani predator tersebut, tetapi derita psikologis traumatik akan terus menghantui sepanjang hidupnya. Sering kali perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual ini, akan lebih tertutup kepada laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak, akibat ‘pernah’ merasakan kejamnya laki-laki yang berani melampiaskan hawa nafsu kepadanya, terlebih lagi masyarakat Indonesia yang tetap memberlakukan stigmatisasi dalam melihat seseorang. Hal inilah derita yang tidak diterima oleh sang predator seks.

Korban pemerkosaan pun tidak hanya wanita dewasa, mulai usia belia hingga lansia tercatat pernah pasrah dan larut untuk ‘menyumbangkan’ tubuhnya kepada predator seks, selain kekerasan seksual yang cenderung mengharuskan sang korban menyerahkan ‘tubuhnya’ kepada pelaku, acap kali terjadi pelecehan seksual kepada perempuan, sebagai contoh catcalling, digoda dengan kata-kata tak senonoh, dicolek, dan dipandang seolah-olah menelanjangi, memang tindakan tersebut termasuk ke tindakan pelecehan, akan tetapi masih sering dilakukan oleh pria-pria berhidung belang, dan hal yang dapat dilakukan seorang korban, dalam konteks ini wanita adalah sebatas dongkol, marah, dan terhina, wanita cenderung lebih memiliih untuk tidak menghiraukannya daripada harus menerima hal yang ‘lebih’ daripada itu, contohnya perilaku pemerkosaan. Pemerkosaan pun ada banyak jenisnya, diantaranya

  • Sadictic Rape (Pemerkosaan Sadis)
  • Anger Rape (Pemerkosaan sebagai pelampiasan emosi)
  • Domination Rape (Pemerkosaan sebagai ajak menunjukkan kekuasaan)
  • Seductive Rape (Pemerkosaan karena adanya dorongan situasi merangsang dari kedua belah pihak)
  • Exploitation Rape (Pemerkosaan karena diperoleh keuntungan)
  • Marital Rape (Pemerkosaan dalam perkawinan yang sah)

Ada beberapa jenis pemerkosaan, dimana yang melatarbelakangi pelaku untuk melakukan hal keji itu berbeda-beda motifnya. Hal yang menuai pro – kontra adalah di nomor 6 yaitu Marital Rape. Pertanyaannya, mengapa sudah melangsungkan perkawinan yang sah tetapi masih disalahkan untuk melakukan persetubuhan? Pasangan (Istri) juga tidak akan menununtut suami karena kewajiban istri adalah melayani suami. Itulah beberapa perspektif sejumlah masyarakat atas adanya pernyataan ‘Marital Rape’. Untuk melindungi wanita, di RKUHP sudah tertera tepatnya pada Pasal 479 ayat 1 dan 2 akan diancam pidana selama 12 tahun kepada tiap orang yang melakukan persetubuhan dengan seseorang tanpa persetujuannya, meskipun dalam konteks perkawinan yang sah. Kembali lagi, sejatinya pemerkosaan adalah perilaku pemaksaan hubungan seksual terhadap perempuan tanpa adanya persetujuan atau tanpa disadari sang korban, meskipun seorang istri. Rancangan Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (RKUHP) tepatnya pada Pasal 479 ini sejatinya menyempurnakan Pasal 285 KUHP, karena di aturan yang terdahulu mengklasifikasikan seseorang dikatakan melakukan tindak pidana apabila melakukan hubungan seksual secara paksa di luar perkawinan, dan zaman yang sudah berkembang ini perlu adanya pembaharuan sistem aturan yang berlaku di Indonesia, salah satunya peraturan tentang perlindungan Hak Asasi Manusia. Sejatinya, aturan soal sanksi pelaku perkosaan dalam rumah tangga sudah termaktub dalam Pasal 8 huruf (a). UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) dan adanya RKUHP menyempurnakan aturan ini.

Adanya penjelasan di atas tadi, maka dinilai masih perlu penambahan literasi dan sosialisasi kepada khalayak masyarakat, bahwa RKUHP khususnya Pasal 479 ini adalah penyempurnaan, ibarat menutup celah yang ada di sistem aturan pendahulunya yaitu KUHP, yang terpenting adalah bahwa tidak semua pemaksaan dianggap kekerasan. Ketika ada ketimpangan relasi, menimbulkan kesakitan, dan tidak manusiawi, barulah aturan ini berlaku. Hal ini juga bukan persoalan tentang pasal pemerkosaan istri saja, tetapi mengatur soal ‘statutory rape‘ yang juga mencakup penipuan terhadap status perkawinan (involuntarily), sekaligus melindungi wanita di Indonesia terhadap kekerasan yang seringkali terjadi di dalam Rumah Tangga.

ramafyulianto
Menghidupkan kalimat adalah hobi saya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Generasi Z dan Radikalisme Beragama

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, menggegerkan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena jenis ledakan yang masuk kategori...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Dua Sisi Media Digital Terhadap Budaya Lokal

Mari kita mulai membaca dan sambil memperhatikan sekitar kita tentang Media,Budaya, dan Jati Diri. Mungkin kita sudah mengetahui istilah Globalisasi. Globalisasi itu ditandai dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.