OUR NETWORK
Selasa, Oktober 4, 2022

Jadi Orang Tua Sehat dan Waras di Tengah Gempuran Media Sosial

Nailul Fauziyah
Seorang ibu rumah tangga, dosen dan menjalankan online shop untuk pakaian perempuan.

Menjadi orang tua masa kini, bisa dibilang mudah-mudah-sulit. Dikatakan mudah, karena saat ini kita hidup di era yang sudah sangat modern. Era di mana semua serba digital serta semakin banyaknya akun dan content creator yang inovatif kreatif di berbagai platform media sosial. Lalu apa hubungannya akun dan content creator dengan para orang tua masa kini?

Tidak bisa dipungkiri, kekuatan media sosial sangatlah mendominasi dan berpengaruh pada kehidupan manusia saat ini, khususnya warga +62. Banyak sekali bentuk konten yang bida kita lihat dari media sosial, baik suatu konten yang dibuat untuk bersenang-senang semata,  tutorial, berita terkini, informasi seputar hal yang trending ataupun suatu ulasan film dan lainnya. Termasuk berbagai tutorial, informasi serta pengetahuan tentang parenting.

Semakin menjamurnya akun-akun informatif tentang parenting serta konten-konten di media sosial justru memberikan banyak kemudahan bagi banyak orang tua saat ini. Para orang tua bisa dengan mudahnya memberikan banyak bantuan pembelajaran terhadap sang buah hati melalui media-media digital ataupun menerapkan berbagai informasi yang didapat dari para content creator tentang parenting atau yang berhubungan dengan pendidikan/pengasuhan anak.

Akan tetapi, dibalik kemudahan-kemudahan ini, terdapat satu kesulitan para orang tua masa kini dalam menghadapi era yang modern. Yaitu kewarasan dari orang tua khususnya seorang ibu. Mengapa dikatakan kesulitan pada “kewarasan”?

Tidak sedikit disekitar kita, atau kita mendengar cerita tentang seseorang atau bahkan melihat dan membaca berita di media sosial tentang orang tua khususnya seorang ibu yang mengalami stress yang disebabkan oleh “kewarasan” yang hilang dalam dirinya karena resah dengan parentingnya yang kurang tepat.

Kekuatan media sosial yang memberikan banyak pengaruh pada pola parenting orang tua masa kini, justru memberikan sekelumit masalah pada psikis orang tua. Ketika dikatakan pada suatu konten di media sosial bahwa “ begini cara menumbuhkembangkan keterampilan anak yang benar atau apakah cara memberikan MP-Asimu sudah benar?”, tidak sedikit orang tua yang mulai overthinking pada dirinya sendiri tentang pengasuhannya pada anak mereka.“ Oh ternyata salah, harusnya gini, ok, aku harus ikut cara ini”.

Mengikuti dengan tidak diikuti oleh “kewarasan” diri berujung pada pemaksaan terhadap anak untuk menyesuaikan pola parenting yang didapat dari media sosial. Atau melihat postingan teman, tetangga, bahkan selebgram idolanya yang memperlihatkan perkembangan anak mereka yang semakin maju, banyak orang tua yang justru terjebak dalam lingkaran stres dan overthinking.

Menganggap anaknya lambat perkembangannya, menganggap dirinya tidak maksimal dalam menemani tumbuh kembang anak, atau justru memaki-maki anak ketika sang anak tidak menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan hasil belajar orang tua di media sosial.

Perlunya menjadi orang tua yang tidak hanya sehat, namun juga “waras” secara psikis dan kognisi. Mempelajari parenting tidaklah harus selalu sama dengan teori pada kenyataannya. Setiap anak memiliki rentang waktu perkembangan yang berbeda-beda.

Tidak bisa dipaksakan untuk sama dengan anak lainnya. Jika para orang tua telah mencoba suatu cara dalam mendukung tumbuh kembang anak, namun hasilnya belum maksimal, sadarilah, bahwa kalian sudah berusaha. Jadi jangan bersedih karena anak belum menunjukkan perkembangan yang maksimal. Hindari memaksa dan memaki anak untuk mengikuti suatu pola latihan yang kita berikan. Tetaplah belajar tentang parenting, namun “waras” harus dinomorsatukan.

Nailul Fauziyah
Seorang ibu rumah tangga, dosen dan menjalankan online shop untuk pakaian perempuan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.