Jumat, April 19, 2024

Berani Mengikut Yesus di Era Sekarang

Sellon Salakory
Sellon Salakory
(Seorang Pendeta, Pegiat Sosial, Budaya dan Agama).

Dalam teks Lukas 14: 25-35, mengkisahkan tentang ajaran Yesus kepada orang percaya yang mengaku ingin mengikut Dia, akan tetapi takut menanggalkan kehidupan dunia. Yesus dalam keyakinan orang percaya yaitu Kristen, mengaku bahwa Yesus itu Allah. Allah yang menjadi manusia untuk membangun hubungan komunikasi antara manusia dengan pencipta-Nya. Pertanyaan-Nya mengapa Yesus tidak datang sebagai Allah, tetapi datang sebagai manusia.

Kedatangan Yesus sebagai manusia merupakan bagian dari skenario keilahian-Nya, yang ingin menjumpai manusia dengan kesederhanaan, Ia ingin berjumpa dengan ciptaan-Nya tanpa batasan statifikasi sosial. Yesus ingin manusia belajar menghargai janji akan kepercayaan yang telah dibangun Allah bersama manusia, yang telah rusak akibat kelalaian “manusia pertama” yaitu Adam an Hawa.

Namun, demikian tidak semua orang berani meneladani-Nya. Ada sebuah kisah dibalik lagu I Have Decided to Follow Jesus, yang meninggalkan sejarah perjuangan salah satu keluarga yang berani mengikut Yesus. Pada abad ke-19 terdapat salah seorang bernama Nokseng bersama dengan keluarganya menjadi Kristen.

Penerimaan keluarga Nokseng kepada Yesus berdampak besar, karena sebagian keluarga yang lainnya ikut menyatakan diri mereka mengikut Yesus. Pada suatu ketika, Nokseng bersama Istri dan kedua anak ditangkap oleh kepala suku Garo, desa Assam di Timur laut India.  Ia dibawa, serta dihakimi bersama keluarga-nya. Kepala suku berkata kepada Nokseng:

Kepala suku: “ Tinggalkan kepercayaanmu itu”. Dengan nada mengancam.

Nokseng: “I Have Decided to Follow Jesus no turning back (keputusanku mengikut Yesus, dan tidak kembali)”.

Jawabannya Nokseng membuat kepala suku memerintah bawahannya untuk membunuh Istri dari Nokseng. Setelah membunuh istri Nokseng, kepala suku pung berkata:

Kepala suku: “Jika kamu tidak meninggalkan Iman-mu itu, bukan hanya Istri-mu yang mati, melainkan kamu beserta anak-anak-mu.” Nokseng pun menjawab dengan tegas:

Nokseng: ”The Cross Before Me, The World Behind Me” (Salib Di Depan Aku, Dunia Di Balik Aku). Mendengar jawaban Nokseng, kepala suku menjadi murka dan memerintah untuk membunuh kedua anak-nya.

Kepala suku yang murka berkata: “ aku memberi kamu satu kesempatan, jika kamu meninggalkan iman-mu maka akan aku biarkan kamu hidup”. Melihat Istri dan kedua anak telah dibunuh, tanpa takut Nokseng menjawab: “Though None Joins Me, Still I Will Follow. No Turning Back (Meskipun aku sendiri, aku tidak kembali).

Kisah dibalik cerita ini menjadi bukti jika penderitaan Yesus tidak menjadi sia-sia. Ajaran-Nya begitu dashyat, nama-Nya luas sampai ke seluruh dunia. Kematian martir yang dialami oleh Nokseng dan keluarganya, menunjukan bahwa jalan memikul salib tidaklah mudah, dunia dan segala hukumnya akan menghakimi kita . Walaupun demikian Nokseng dan keluarganya, berjiwa besar menerima segala penghakiman tersebut, dan tidak menanggalkan keimanan mereka sampai akhir hayat.

Dapat dilihat “Salib bukanlah penderitaan, melainkan keselamatan kekal yang telah sediakan Allah”. Cerita dibalik lagu I Have Decided to Follow Jesus no turning back, menjadi bukti iman bahwa kematian Nokseng dan keluarganya karena Yesus, telah memberi harapan keselamatan terhadap pengikut Yesus di Desa Assam yang sekarang telah menerima Yesus sebagai sang juruselamat dan hakim di akhir zaman.

Persiapan Iman 

Era sekarang ini kita diperhadapkan dengan kondisi orang percaya, cenderung melakukan segala sesuatu berdasarkan logika. Kita sering mengandalkan logika daripada mengandalkan iman. Iman secara teologis memberi dampak sakralitas bagi diri, supaya tidak rentan melakukan disfungsi moralitas.

Orang percaya yang jauh dari peran iman, sejatinya akan bertindak sesuai keinginan daging atau hasrat. Tak ayal kita sering melakukan perbuatan yang tidak benar semisal: perzinahan, perselingkuhan, korupsi, kolusi dan nepotisme.

Implementasi teks Lukas 14:25-35, dan cerita tentang lagu I have decided to follow Jesus no turning back, mengajak seluruh orang percaya untuk mempersiapkan Iman sebelum mengikut Yesus. Orang percaya harus dengan tergas dan berani menyatakan kebenaran dengan menanggalkan perbuatan yang tidak dikehendaki pencipta-Nya.

Iman adalah kunci menuju kebenaran yang kudus di tengah kejahatan dunia. Salah satu filosofi cinta Ying dan Yang, menunjukan bahwa dalam diri manusia terdapat dua karakter yang berbeda yaitu baik dan jahat, akan tetapi dalam kebaikan ada nilai keburukan, begitupun sebaliknya dalam keburukan ada kebaikan.

Filosofi ini secara teologi Kristen mengingatkan orang percaya pada jalan kebenaran untuk menjaga potensi kebaikan yaitu dengan berani mengikut Yesus sebagai jalan kebenaran.

Sellon Salakory
Sellon Salakory
(Seorang Pendeta, Pegiat Sosial, Budaya dan Agama).
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.