Selasa, Juli 16, 2024

Analisis Peran Bioinfarmatika dalam Bidang Kesehatan

Nurul Fuji Amandari
Nurul Fuji Amandari
Saya sangat menyukai menulis dan sangat tertarik dalam menyusun berbagai artikel dan tulisan untuk menambah pengalaman dan meningkatkan skill yang ada.

Pengenalan istilah bioinformatika sudah umum dan dikenal masyarakat terutama seseorang yang bekerja pada dunia klinis dan biologi. Sesuai dengan namanya bioinformatika tersusun dari dua kata yakni “bio” dan “informatika”. Bio memiliki arti hidup sedangkan informatika artinya sebuah system informasi (TI).

Berdasarkan ilmu yang sudah berkembang, kata bioinformatika sering diartikan sebagai sebuah aplikasi atau alat komputasi yang mengimplementasikan manfaat dari computer dalam membantu semua kegiatan manusia terutama sesuatu yang berkaitan langsung dengan ilmu biologi (Bayat, 2002).

Kajian bioinformatika tentu tidak akan terlepas dari berbagai perkembangan biologi molekuler modern yang nantinya memiliki berbagai cabang terutama yang berkaitan dengan manusia.

Salah satu yang paling umum dikenal dalam kaitan bioinformatika dengan biologi ialah penemuan genom, RNA, dan DNA. Konsep DNA yang mampu menentykan suatu sifat genetic dan dikode dalam bentuk pita bernama pita DNA (asam deoksiribosa). Keunggulan dalam bidang tersebut tentunya harus didukung oleh perangkat lain, baik perangkat keras atau lunak dengan tujuan agar proses penyelesaiannya mudah, cepat, dan objektif.

Ketepatan dan kecepatan dalam memperoleh data tentunya disertai dengan proses yang panjang dalam penentuan bioinforamtika modern saat ini. Diperlukan uji coba berulang untuk menghasilkan penemuan baru, salah satunya penemuan dalam bidang kesehatan ialah hormon insulin dalam bakteri yang diproduksi pertama kali oleh perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat bernama Genetech.

Insulin dalam bakteri ini dijadikan sebagai tombak awal bioinformatika masuk dan berkembang pada dunia kesehatan. Penemuan lain yang berkaitan dengan peran bioinformatika dalam dunia kesehatan lainnya ialah bioinformatika klinis, bioinformatika untuk identifikasi agen penyakit baru, bionformatika sebagai obat, dan lainnya.

Bioinformatika Dalam Bidang Klinis

Penamaan bioinformtika dalam bidang klinis sering disebut masyarakat sebagai informasi klinis. Sebuah penelitian dilakukan untuk menguji adanya data klinis yang muncul di masyarakat. McDonald seorang yang pertama kali menemukan dan mengaplikasikan EMR (Electrical Medical Record) pada 33 orang pasien yang terkena diabetes (Cole, 2002).

Namun saat ini peran EMR telah memenuhi segala aspek dan perannya dalam mengobati berbagai diagnose penyakit. Data analisis yang terekam secara medis mampu untuk mendiagnosis hasil laboratorium, rontgen, detak jantung, dan lain-lain.

Penggunaan aplikasi dan bioinformatika ini dapat dilakukan melalui tiga waktu yang berbeda beda. Ada penggunaan yang aplikasi dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Saat analisis bioinformatika digunakan dalam rentang waktu yang sedikit, bioinformatika dapat digunakan sebagai identifikasi berbagai gen yang menyebabkan munculnya penyakit. Bioinformatika mampu mendeskripsikan secara mendalam mengenai jalur pathogen yang memasuki tubuh seseorang melalui ekspresi gen yang dikendalikan oleh manusia.

Sedangkan ketika analisis bioinformatika digunakan dalam rentang waktu yang panjang mampu untuk menghasilkan data genomic, patogenik, serta klinis yang nantinya akan mengarah pada pembuatan obat yang relevan dengan penyakit yang ada. Berdasarkan hal ini, dapat diketahui bahwa peranan bioinformatika dalam dunia klinis mampu membawa dampak positif dan relevan dengan kebutuhan pada bidang kesehatan saat ini.

Bioinformatika sebagai Identifikasi Agen Penyakit Baru

Dunia kesehatan tentu tidak lepas dengan penemuan berbagai agen penyakit baru yang nantinya akan melibatkan bioinformatika sebagai salah satu upaya penyelesainnya. Sudah tidak asing lagi, bioinformatika digunakan dalam mengidentifikasi penyakit baru yang belum diketahui jenis dan identitasnya.

Salah satu penyakit yang saat ini marak ialah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang ternyata penyakit ini disebabkan oleh virus yang tidak jauh berbeda dengan virus influenza biasanya (Weida, 2016). Para ahli menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh jamur bernama Candida, namun perkiraan tersebut kurang tepat melainkan virus ini memiliki morfologi yang tidak jauh beda dengan virus Corona. Sehingga diketahui bahwa virus SARS ini telah mengalami mutasi yang cukup cepat dan berbahaya dibandingkan virus Corona.

Dengan bantuan bioinformatika penemuan agen penyakit baru dapat menjadi lebih mudah dan cepat. Kondisi perangkat yang tersusun secara baik dan desain yang memadai mampu menjadi kunci dalam penemuan agen penyakit baru. Bio informatika memiliki peranan dalam menganalisa sebuah posisi virus itu berada, dan memastikan bahwa virus yang ada saat ini merupakan implementasi virus berbeda yang telah ada (Leuing, 2011).

Bioinfarmatika Sebagai Desain Obat Secara In Silico

Peranan bioinfarmatika dalam bidang Kesehatan tentu dirasa cukup dan mampu untuk dijadikan sebagai patokan utama dalam mengatasi penyakit pada manusia. Perkembangan zaman mampu menjadikan bioinformatika dalam menangani salah satu penyakit yakni FIND Tubercolosis dengan melalui uji yang berkaitan langsung dengan pathogenesis.

Bioinformatika mampu untuk membuat sebuah aplikasi Bernama in-hous yang digunakan dalam pemanfaatan serta penambahan beberapa molekul untuk dunia kesehatan. Penggunaan berbagai perangkat lunak dalam bioinfamatika dan berkaitan langsung dengan pengembangan obat influenza, dengue, serta kanker serviks (Wei dkk 2006).

Secara detail dikemukakan bahwa terdapat aspek penting dalam ilmu komputasi yang berkenaan dengan kontribusinya dalam dunia kesehatan salah satunya sebagai metode komputasi pada polifarakologi, prediksi parameter farmakokinetik, teknologi CADD pada desain penyakit, prediksi potensial aksi, aplikasi OMICs dalam biologi sel punca, dan komputasi basis data sebagai salah satu bahan kajian ilmiah. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa bioinfamatika tidak hanya sebatas membantu manusia secara langsung, namun mampu membantu manusia dalam proses perbaikan komunitas (Prabahar dkk, 2015).

Bioinfarmatika merupakan sebuah rancangan yang berkaitan langsung dengan ilmu komptasi dan dalam implementasinya digunakan dalam membantu semua kegiatan manusia terutama sesuatu yang berkaitan langsung dengan ilmu biologi. Kajian mengenai bioinfarmatika dalam kehidupan saat ini tentu telah banyak pada berbagai bidang misalnya bidang pertanian, pendidika, bahkan bidang kesehatan.

Bidang paling fundamental salah satunya ialah kesehatan, karena bioinformatika tidak lepas perannya dalam bidang ini. Bioinfarmatika telah banyak membantu dalam proses perbaikan di dunia Kesehatan misalnya bioinfarmatika sebagai bidang klinis, bioinfarmatika sebagai identifikasi agen penyakit baru, dan bioinfarmatika sebagai desain obat secara In Silico. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa penemuan peran bioinformatika dalam dunia kesehatan lainnya ialah bioinformatika klinis, bioinformatika untuk identifikasi agen penyakit baru, bionformatika sebagai obat, dan lainnya.

Nurul Fuji Amandari
Nurul Fuji Amandari
Saya sangat menyukai menulis dan sangat tertarik dalam menyusun berbagai artikel dan tulisan untuk menambah pengalaman dan meningkatkan skill yang ada.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.