Senin, April 19, 2021

Lockdown Pulau Jawa, Mungkinkah?

Pseudo Sunyi, Ramadan Pandemi

Sebelum memasuki awal Ramadan 2020/1441H, umat Muslim dan juga warga dunia dihentakkan dengan wabah baru yang menyebar ke segala penjuru benua. Wabah flu mematikan...

Djin

Saya mengenal nama beliau sejak zaman sekolah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, paruh pertama tahun 1990-an. Tentu hanya dari tulisannya, yang terkenal ringan dan...

Jokowi dan Nasib Prajurit TNI di Perbatasan

Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Perbatasan mengantre naik KRI Teluk Ratai 509 di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta, Rabu (27/1). 1300 prajurit dari...

Dunia Tanpa Amerika Serikat

Satu ‘normal baru’ dalam perkembangan dunia di tengah pusaran pandemi Covid-19 saat ini adalah dunia berjalan tanpa kepemimpinan global Amerika Serikat (AS). Untuk pertama kalinya...
Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI

Pandemi makin mencekam. Mall makin sepi. Pasar makin lengang. Orang makin stres. Penambahan kasus positif makin melejit.

Pada 30 Januari 2021, kasus positif kembali mencetak rekor. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, Sabtu 30 Januari 2021, jumlah kasus positif mencapai 14.518 orang. Lebih tinggi dari hari sebelumnya, Jumat 29 Januari 2021, yang berjumlah 13.802 kasus. Ini rekor baru. Belum pernah terjadi sebelumnya. Sehingga per-30 Januari 2021, total kasus positif se-Indonesia mencapai 1.066.313 orang. Sedangkan pasien covid yang meninggal per-30 Januari, 29.728 orang.

Bila dibandingkan dengan data sembuh per-30 Januari (10.242 orang), jumlah tambahan kasus positif di hari yang sama lebih besar (14.518 orang). Ini artinya, jumlah penderita virus covid makin bertambah. Sementara itu, total pasien sembuh secara keseluruhan sebanyak 862.502 orang. Jauh di bawah jumlah total kasus positif yang mencapai 1.066.313.

Tentu saja, jumlah terbesar kasus positif tersebut berada di Pulau Jawa. Begitu juga klaster penularan dan spreader, niscaya ada di Jawa.

Dengan mempertimbangkan penambahan kasus positif yang terus melejit, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, meminta pemerintah membuat kebijakan tegas untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Zubairi mengusulkan diberlakukan lockdown — bukan sekadar PSBB (pembatasan sosial berskala besar) seperti selama ini. Zubairi mengusulkan karantina lockdown itu diberlakukan se-pulau Jawa. Dan lockdown itu, kata Zubairi, harus dilakukan secara konsisten. Tak ada kecuali.

Ingat akibat PSBB saat libur nasional, Natal 2020 dan tahun baru 2021, pertambahan kasus positif naik tinggi sekali. PSBB ternyata tidak efektif untuk membentengi penyebaran virus.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran UI tersebut, lockdown Pulau Jawa meniru Vietnam yang berhasil menyetop pandemi. Vietnam kini menjadi perbincangan internasional karena mampu menghentikan penyebaran virus secara signifikan. Bahkan banyak kota di Vietnam sudah membolehkan penduduknya melepaskan masker. Ini akibat Vietnam melakukan lockdown total pada wilayah-wilayah yang terdeteksi menjadi kluster penularan covid.

“Vietnam adalah contoh bagus. Vietnam, yang melakukan lockdown, kini telah memiliki kehidupan mereka kembali. Tidak lagi terkungkung aturan pandemi,” sebutnya. Sehingga dunia bisnis kembali berjalan, tambah Zubairi. Di Vietnam pemerintahnya tahu betul mana yang harus jadi prioritas dalam menangani pandemi Covid-19, tambahnya.

“Vietnam tahu betul bagaimana menetapkan prioritas. Mereka tidak mempertaruhkan kesehatan masyarakat dengan ekonomi. Karena, jika melindungi kesehatan, ya ekonomi akan mengikuti. Buktinya, Vietnam disebut sebagai negara dengan kinerja ekonomi terbaik di Asia pada 2020,” jelas Zubairi. Karena itu, usulan lockdown harus segera dipertimbangkan Presiden Joko Widodo. Terutama di Pulau Jawa yang mencatat kasus tertinggi.

Zubairi memberi alasan, lockdown Pulau Jawa lebih memberikan solusi ketimbang PSBB. Ibaratnya, PSBB itu hanya mengepel lantai rumah yang basah karena gentengnya bocor. Sedangkan lockdown, mengganti genteng bocor tadi. Jadi lockdown lebih solutif.

Persoalannya, mungkinkah lockdown Pulau Jawa yang berpenduduk dua kali negara Vietnam tersebut? Agaknya sulit. Karena Jawa adalah sentra ekonomi dan pusat pemerintahan di Indonesia. Jika lockdown Jawa, timbul banyak sekali masalah. Pusat akan sulit mengatasinya.

Hal yang paling mungkin adalah lockdown klaster-klaster penyebaran virus yang sudah teridentifikasi. Misalnya, sebagian kampung atau kawasan tertentu perkotaan di Jawa. Termasuk perkantoran dan perumahan di suatu wilayah.

Lockdown di lokasi-lokasi semacam itu memungkinkan, meski dilakukan sangat disiplin dan ketat. Aparat keamanan, perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat bisa diperbantukan untuk mengawasi lockdown tadi. Ini artinya, lockdown tersebut hanya berlaku untuk wilayah-wilayah tertentu saja. Tidak menyeluruh se-pulau Jawa.

Dalam hal ini, Satgas Penanggulangan covid bisa menentukan wilayah mana saja yang patut dilockdown. Mengikuti perumpamaan Prof. Zubairi, jika lantai rumah itu basah karena gentengnya bocor, maka tak perlu mengganti atau memperbaiki semua genteng. Cukup genteng yang pecah saja yang diganti atau ditambal sampai rapat.

Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

Menanti Istana Ibu Kota Baru

Dalam pekan kemarin virtual rencana desain Istana di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Rencana pemerintahan Joko Widdo memindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Upaya Normalisasi Hubungan Irak-Arab Saudi

Pada 2 April 2021, kantor berita Irak, INA, menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa Al-Kadhimi telah kembali ke tanah air setelah mengakhiri kunjungannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.