Minggu, Mei 9, 2021

Jalan Baru Erick Thohir

Rokok dan Ke(tidak)adilan Negara

Hari-hari ini isu mengenai kenaikan harga rokok yang mencapai Rp 50 ribu per bungkus menimbulkan kegaduhan di aras publik. Tak sedikit masyarakat yang setuju,...

Gandhi, Husain, dan Roman Kebenaran tanpa Kekerasan

Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah kali ini bertepatan dengan hari lahir Mahatma Gandhi, 2 Oktober. Selain, setiap tahun, ia bertepatan dengan dimulainya visi hijrah...

BUMN Pembangkit Ekonomi Politik Indonesia

“Di tengah hiruk pikuk gerakan politik jalanan. Ekonomi politik negara tetap harus tiba pada tujuan. BUMN menjadi salah satu kendaraan paling mutakhir yang bisa...

Orgasme Politik: Pilkada Jakarta dan Aksi 4 November

"Politik sudah seperti seks: ramai-ramai dianggap kotor, tapi ramai-ramai pula dikerjakan," begitu tulis Mas GM (Goenawan Mohamad) tentang politik suatu kali. Perbedaannya, kita terbiasa...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Erick Thohir semakin menjadi perhatian publik. Gebrakan sang menteri dalam membenahi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu mendapat respons terbaik. Ya, karir Erick lagi moncer.

Setelah menjadi ketua tim pemenangan nasional Jokowi-Ma’ruf Amin dalam perhelatan pilpres 2019 yang sangat panas, Erick menjadi menteri BUMN. Jika kita tengok sekilas ke belakang, nama Erick pernah disandingkan dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Tapi Sandiaga Uno, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu akhirnya berpasangan dengan Prabowo, rival Jokowi sejak pilpres 2014 silam.

Erick dan Sandi sahabat sejak kecil, sama-sama hobi main basket. Keduanya mengenyam kuliah di Amerika. Pulang ke tanah air, Erick dan Sandi membangun usaha dan bergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Jejaring bisnis keluarga Erick berjalin kelindan dengan Sandi, melalui grup konglomerat Astra. Ayah Erick adalah salah satu pendiri Astra. Sandi mendirikan perusahaan investasi Saratoga bersama putera bos Astra, Edwin Soeryadjaya.

Sandi dan Edwin juga bekerjasama dengan kakak Erick, Garibaldi (Boy) Thohir membangun Adaro Energy, perusahaan tambang batubara terbesar kedua di Indonesia. Sedangkan Erick mendirikan grup media Mahaka, pemilik harian Republika dan JakTV, dan turut membidani TVOne dan VivaNews.

Publik pun sempat bertanya-tanya, bagaimana hubungan keduanya setelah berhadap-hadapan dalam ajang pilpres. Namun politik Indonesia memang sangat cair. Prabowo yang menjadi seteru kini berada dalam satu tim kabinet bersama Erick, bergabung dalam pemerintahan sebagai menteri pertahanan.

Erick menempati posisi sebagai menteri BUMN, sebuah lompatan dari kiprah sebelumnya sebagai konglomerat media. Dengan portofolio di sektor swasta, kini Erick bertanggung jawab terhadap “konglomerasi negara” dari beragam sektor dengan total aset ribuan triliun rupiah.

Jalur lain yang turut mengantarkannya adalah kesukaan pada olahraga. Dari mendirikan klub basket Satria Muda, hingga membeli klub sepakbola kelas dunia, Inter Milan. Sebelum menjadi tim kampanye Jokowi-Ma’ruf, Erick menorehkan catatan sukses menggelar pesta olahraga Asian Games 2018.

Ujian pertama Erick adalah menyelesaikan skandal penyelundupan moge dan sepeda Brompton yang dilakukan jajaran direksi maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Sebelumnya juga Garuda dirundung masalah laporan keuangan dan tuduhan kartel penyebab mahalnya tiket penerbangan domestik.

Erick bekerja cepat dengan memecat seluruh direksi Garuda. Publik yang terperangah dengan perilaku direksi BUMN yang bermewah-mewah tapi melanggar hukum, lengkap dengan bumbu-bumbu amoral, tak pelak lagi mendukung langkah Erick bersih-bersih di Garuda.

Tantangan besar masih menggantung di depan sebagai pembuktian kepiawaian Erick menata BUMN. Kasus berikutnya yang sedang bergulir adalah skandal asuransi Jiwasraya yang menyeret para politisi dari Demokrat yang menuding Presiden menyalahkan era kepemimpinan SBY sebagai biang persoalan.

Seperti penulis singgung sebelumnya, sejarah BUMN kental dengan spirit nasionalisme. Sayangnya sejarah BUMN kemudian juga lekat dengan isu korupsi dan sapi perah bagi elite berkuasa. Lemahnya kontrol berdampak pada gurita konglomerasi BUMN melahirkan ratusan anak, cucu, dan cicit BUMN.

Erick sempat kaget dan tak bisa menahan tawa ketika mendengar Garuda memiliki cucu perusahaan bernama Tauberes yang bergerak di aplikasi logistik. Terkuak juga gurita BUMN yang merambah ke sektor-sektor di luar core bisnis, seperti properti (hotel), rumah sakit, hingga perguruan tinggi.

Sudah beberapa tahun terakhir kalangan swasta mengeluhkan dominasi BUMN dalam proyek-proyek infrastruktur. Lebih jauh lagi, keberadaan anak, cucu, hingga cicit BUMN yang merambah segala lini usaha membuat iklim bisnis tidak kompetitif, merasuk hingga sektor yang bisa dikerjakan oleh UMKM.

Strategi Erick untuk merampingkan BUMN dengan cara merger dan melanjutkan proses holdingisasi bisa menjadi jalan untuk pembenahan BUMN. Dengan itu BUMN dapat memperbesar kapital dan mengefisienkan sumber daya yang ada, sehingga bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing.

Pengalaman Erick di sektor swasta menjadi modal kuat untuk menularkan ciri profesional ke sektor negara. Hal ini sejalan pula dengan konsep reinventing government yang dicetuskan pemikir Amerika David Osborne dengan jalan memasukkan prinsip-prinsip enterprise dalam birokrasi atau sektor publik.

Skill investasi dan manajemen aset adalah kunci untuk aksi bersih-bersih Erick di BUMN. Tentunya publik mengharapkan bukan sekadar mengganti dengan jajaran pendukung pilpres, tapi lebih jauh perubahan secara paradigma dalam mengelola BUMN.

Secara khusus, Erick menekankan pula variabel akhlak dalam memilih orang-orang yang berintegritas. Jika Erick mampu mempertahankan perubahan ini berjalan pada rel yang benar, tidak menutup kemungkinan Erick akan menjadi bintang terang di perpolitikan nasional masa depan.

Sebelumnya, nama-nama seperti Jokowi, Ridwan Kamil, dan Nurdin Abdullah muncul melalui jalur pemilihan langsung. Pola ke depan bisa jadi akan berbeda, ada jalan baru dalam memunculkan figur-figur baru, bukan dari kepala daerah, bisa jadi jalan baru itu ada pada Erick Thohir. Jalan baru dan jembatan harapan menuju Indonesia masa depan yang berdaulat dan bermartabat.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.