Kini zaman sudah semakin modern yang berkembang dan canggih, perkembangan era digital ini banyak merubah sisi kehidupan kita menjadi serba digital. Tentu saja tak luput pada dunia kesastraan yang sudah berkembang, yaitu sebagai sastra digital. Kita dapat melihat sudah banyak aplikasi media digital yang digunakan sebagai sarana bersastra. Persentuhan dunia sastra dengan internet inilah yang melahirkan cybersastra.
Pada media ini kita dapat mengeksplor serta mengembangkan bakat dan minat. Kita juga dapat leluasa membuat tulisan, cerita, maupun bersyair pada media ini. Karya sastra yang dimuat pun sangat beragam dengan realita nyata dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dengan adanya karya sastra online sebagai bukti kontribusi masyarakat dalam perkembangan kesusastraan Indonesia.
Perkembangan sastra digital patut dipertimbangkan sebagai ruang apresiasi atas karya sastra di era teknologi-informasi. Sastra digital didirikan dengan tujuan utama menjadi wadah publikasi penulis sastra Indonesia yang menginginkan karya-karyanya dipublikasikan secara digital di internet melalui sebuah website maupun pada aplikasi. Menurut Nugrahani (2016) sastra mempunyai peran besar dalam menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan. Karya sastra merupakan salah satu bentuk karya seni yang tentunya memiliki sifat menarik yang mengandung unsur keindahan.
Ada banyak sekali ragam media digital yang dapat dijadikan wadah sebagai penyaluran hasil karya sastra, diantaranya yaitu:
1. Blog
Blog pertama kali dibuat pada bulan Agustus tahun 1999, yang kemudian diakuisisi oleh Google pada tahun 2003. Sejarah blog dimulai dari istilah “Weblog”, yang diciptakan oleh Jorn Barger pada tanggal 17 Desember 1997. Awalnya, blogging banyak dilakukan untuk segmen berita dan informasi. Tujuannya mirip seperti koran yang sudah lebih dulu ada, namun blogging berkembang lebih cepat secara komparatif. Update informasi yang terus-menerus dan kemudahan memilih topik yang sesuai dengan minat dan hobi menjadi dua dari sekian alasan mengapa orang-orang mulai melakukan blogging.
2. Facebook
Siapa yang tidak kenal Facebook, hampir semua orang di seluruh dunia memiliki akun jejaring sosial ini. Facebook merupakan situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 ini, kerap dijadikan media pengekspresian imajinasi bagi banyak orang. Sebagai media sosial terbuka, Facebook telah mampu mendapat tempat bagi pelaku sastra. Bahkan terdapat beberapa komunitas sastra yang bergerak di sini, seperti “Kopi Sastra”, “Rumah Sastra”, “Dunia Sastra”, dan masih banyak lagi membentuk kelompok sendiri. Dengan menggunakan fasilitas yang disediakan Facebook, mereka saling berbagi karya, mengomentari satu sama lain, dan mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan sastra.
3. Instagram
Instagram adalah sosial media berbasis gambar yang memberikan layanan berbagi foto atau video secara online. Pada aplikasi Instagram, memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto dan video ke dalam feed yang dapat diedit dengan berbagai filter dan diatur dengan tag dan informasi lokasi. Unggahan dapat dibagikan secara publik atau dengan pengikut yang disetujui sebelumnya. Pengguna dapat menjelajahi konten pengguna lain berdasarkan tag dan lokasi dan melihat konten yang sedang tren. Pengguna dapat menyukai foto serta mengikuti pengguna lain untuk menambahkan konten mereka masuk kepada beranda. Di Instagram juga banyak akun-akun yang memuat tulisan sastra seperti akun “Warung Sastra”, “Sastra Indonesia”, “Gila Sastra” dan masih banyak akun yang lain.
4. Wattpad
Pasti kalian sudah tidak asing lagi mengenai aplikasi orange ini. Sekarang, banyak loh para penulis pemula yang memperkenalkan atau menuangkan imajinasinya melalui sebuah tulisan. Mulai menulis di Wattpad tidaklah sulit. Di halaman utama, kalian dapat memilih menu Create. Di sana ada dua opsi, “Create new story” untuk memulai cerita baru dan “Edit another story” untuk mengedit cerita yang sedang anda tulis. Kalian bisa langsung memilih tema atau kategori buku yang kamu inginkan, seperti novel, cerpen, fiksi atau non fiksi dan lain-lain. Setelah membaca kalian dapat langsung memberikan masukan atau komentar mengenai buku yang di baca, kalian juga akan bergabung dengan ratusan bahkan juataan member yang lainnya. Tidak sedikit dari para penulis yang karyanya berhasil diterbitkan. Salah satu penulis Wattpad yang sukses adalah Erisca Febriani, bahkan diangkat menjadi film yang terkenal. Beberapa novel yang dialih wahanakan menjadi film yaitu: Dear Nathan, Hello Salma, Kisah untuk Gery dan lainnya.
5. Webtoon
Tak jauh berbeda dengan Wattpad, Webtoon juga salah satu aplikasi penerbitan karya sastra yang sangat populer di Indonesia yang mana lebih menggambarkan ilustrasi visual dengan penggambaran seperti komik. Jika kalian memiliki minat atau ide cerita dan kemampuan menggambar visual dapat kalian tuangkan di aplikasi ini. Sudah ada tiga komik Webtoon karya anak bangsa yang diadaptasi menjadi film layar lebar. Dua di antaranya disajikan dalam wujud live action, sementara satu lainnya diproduksi sebagai film animasi. Pertama ada “Si Juki” diciptakan oleh Faza Ibnu Ubaydillah Salman atau yang lebih dikenal dengan nama Faza Meonk. Kemudian “Terlalu Tampan” yang diciptakan oleh Muhammad Ahmes Avisiena Helvin yang biasa disapa Avisiena berkolaborasi dengan Savenia. Selanjutnya ada “Eggnoid” yang diciptakan oleh Archie the Red Cat.
Demikianlah media digital yang dapat kalian gunakan dalam bersastra. Intinya, jangan sampai kehabisan ide apalagi kehabisan wadah untuk menyalurkan bakat dan minat menulis karya sastra apapun. Kembangkanlah selalu gaya penulisan kebahasaan sehingga menarik minat para pembaca. Buatlah cita-cita ingin menjadi penulis bukan hanya sekadar mimpi belaka.
