Selasa, Juli 16, 2024

Waspada! Maraknya Penipuan di Era Digital

Rafli Fadilah
Rafli Fadilah
Mahasiswa

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi (IPTEK) secara cepat telah memberikan pengaruh yang besar bagi kita semua. Kemajuan teknologi informasi tidak hanya berkembang di negara maju, tetapi juga di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Seiring berkembangnya teknologi dan internet, banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan bisnis online sebagai tempat jual beli dan bertransaksi. Hal ini pun memberikan keuntungan bagi kita semua dan mampu menjadikan banyak orang lebih menyukai hal tersebut karena kepraktisannya, yaitu tidak harus mengeluarkan tenaga dan waktu yang banyak untuk berbelanja.

Seiring berjalannya waktu, bisnis online pun semakin berkembang dan memudahkan kita untuk mencari barang. Semakin maraknya jual beli online melalui media sosial juga menciptakan transaksi jual beli online. Dampak positif dari jual beli online adalah pembeli tidak perlu susah payah untuk melakukan transaksi karena sudah banyak inovasi yang diciptakan untuk bertransaksi secara online dan barang akan dikirimkan melalui jasa pengiriman barang.

Selain dampak positifnya, ada pula dampak negatif pada penggunaan bisnis online tersebut. Banyak orang yang tidak bertanggung jawab berbuat kejahatan seperti menipu pembeli. Kejahatan ini disebut cyber crime karena ditimbulkan oleh perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang berkaitan aplikasi atau internet. Berikut adalah faktor pendorong mengapa penipuan online (cyber crime) marak terjadi :

  1. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan karena kurangnya lapangan pekerjaan.
  2. Ingin mendapatkan uang dengan mudah (melakukan penipuan).
  3. Sulit terlacaknya pelaku.
  4. Mudahnya menghilangkan jejak.
  5. Minimnya biaya yang diperlukan untuk melakukan penipuan.
  6. Kurangnya wawasan para pengguna alat komunikasi elektronik.

Selain beberapa faktor pendorong di atas, tentu ada solusi yang dapat kita lakukan untuk menghindari penipuan online sebelum melakukan transaksi, diantaranya :

http://Avepoint.com

1. Jangan mudah tergiur oleh harga murah.

Harga murah tentu menggiurkan bagi setiap orang, tetapi dalam belanja online seringkali harga murah digunakan oleh penipu untuk menjerat korban-korbannya, untuk itu apabila menemukan penjual yang menjual barang dengan harga sangat murah (harga yang tidak wajar) maka sebaiknya hindari membeli barang pada penjual tersebut.

2. Jangan mudah percaya dengan testimoni pelanggan.

Testimoni pelanggan tentu menjadi gambaran mengenai kualitas barang yang dijual, tetapi alangkah baiknya apabila kita jangan mudah percaya dengan testimoni pelanggan dikarenakan sering terjadi perbedaan antara testimoni pelanggan dengan barang aslinya.

3. Pastikan latar belakang penjual.

Sebelum melakukan transaksi kita harus memastikan latar belakang penjual, yaitu apakah sebagai distributor atau reseller.

4. Mintalah foto asli barang.

Untuk lebih meyakinkan kita bahwa penjual bukan penipu, maka mintalah foto barang dari sudut pandang yang berbeda (bukan yang tertera pada sosial media).

5. Ketahui alamat penjual.

Langkah terakhir yang dapat kita lakukan adalah meminta alamat penjual.

Rafli Fadilah
Rafli Fadilah
Mahasiswa
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.