OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022
Sabtu, Juni 25, 2022
Geomedia - JFK 2022

Faktor yang Menyebabkan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi

Rhisma Margaretha
Mahasiswi S1 Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Siklus menstruasi yang teratur merupakan indikator penting dari sistem reproduksi yang sehat. Menurut Toni Belfield yang merupakan spesialis dari informasi kesehatan seksual, siklus menstruasi adalah waktu dari hari pertama menstruasi seorang wanita ke hari sebelum periode berikutnya. Panjang siklus menstruasi wanita bervariasi, tapi rata-rata menstruasi terjadi setiap 28 hari dan berlangsung selama dua hingga tujuh hari (NHS, 2019).

Ada banyak hormon yang memengaruhi siklus menstruasi. Masalah hormon yang paling sering dijumpai adalah amenorea fungsional hipotalamus yang berkaitan dengan penurunan sekresi gonadotropin realising hormone (GnRH) dan disregulasi aksis hypothalamic–pituitary–adrenal (HPA). Gangguan hormonal ini dapat menyebabkan perkembangan berbagai penyakit kronis diantaranya adalah infertilitas, penyakit jantung, dan diabetes melitus tipe II (Bae et al, 2018).

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi:

1. Stres

Menurut dr. Eka Viora, SpKj, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), saat ini diperkirakan terdapat sekitar 15,6 juta penduduk Indonesia yang mengalami depresi. Stres adalah penyebab umum amenorea fungsional hipotalamus. Beberapa jenis stres baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan dapat menghambat fungsi normal dari gonadotropin realising hormone (GnRH) dan jika terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan anovulasi yang disebut juga amenorea fungsional hipotalamus. Namun perlu ditekankan bahwa amenorea hipotalamus adalah salah satu kejadian yang paling sering diamati terkait respon organ reproduksi terhadap stres pada wanita karena kemudahan diagnosis (Xiao et al, 1997).

2. Obesitas

Obesitas dapat diukur dengan perhitungan Body Mass Index (BMI). BMI adalah nilai yang dihitung dari berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa obesitas yang terjadi di Asia memiliki hubungan yang erat dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. Wanita dengan obesitas tipe I atau II memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ketidakteraturan menstruasi dibandingkan dengan wanita dengan bobot yang normal. BMI juga terbukti sebagai salah satu faktor risiko berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita, seperti ovulasi, menstruasi, kehamilan, dan persalinan (Jung et al, 2017).

3. Kebiasaan Merokok

Pada penelitian, ditemukan bahwa ketidakteraturan menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kebiasaan merokok. Merokok pada wanita sangat berkaitan dengan munculnya berbagai penyakit, seperti kanker paru-paru, penyakit pernapasan, dan penyakit jantung. Penyakit-penyakit tersebut juga memiliki hubungan yang erat dengan masalah kesehatan reproduksi wanita seperti keguguran, kehamilan ektopik, infertilitas, kelahiran dengan berat badan rendah, dan menopause sebelum waktunya (Jung et al, 2017).

4. Konsumsi Alkohol

Wanita dengan kebiasaan konsumsi alkohol berat (≥ 14 minuman beralkohol per Minggu) memiliki peningkatan ketidakteraturan siklus mestruasi jika dibandingkan dengan wanita yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Wanita dengan kebiasaan konsumsi alkohol tingkat sedang memiliki sedikit hubungan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. Konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar testosteron, estradiol, dan estrogen pada wanita premenopause. (Hahn et al, 2013).

5. Aktivitas Fisik

Wanita dengan aktivitas fisik rendah (sebagian besar waktu hanya dihabiskan untuk melakukan aktivitas dasar seperti duduk, berdiri, membaca, bekerja menggunakan laptop, melakukan pekerjaan rumah, dan berjalan kaki selama 30 menit) memiliki kemungkinan ketidakteraturan menstruasi lebih tinggi daripada wanita yang melakukan aktivitas tingkat sedang. Wanita dengan aktivitas tinggi memiliki penurunan kemungkinan ketidakturan siklus menstruasi (Hahn et al, 2013).

Kapan kita perlu ke dokter?

Anda tidak perlu berobat jika memang selalu mengalami siklus menstruasi yang sedikit tidak teratur atau masih dalam masa pubertas.

Temui dokter jika:

  • Menstruasi Anda tiba-tiba tidak teratur dan Anda berusia di bawah 45 tahun.
  • Anda mengalami siklus menstruasi lebih cepat dari setiap 21 hari atau lebih lambat dari setiap 35 hari.
  • Menstruasi Anda berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Ada perbedaan besar (setidaknya 20 hari) antara siklus menstruasi terpendek dan siklus menstruasi terpanjang Anda.
  • Sulit untuk hamil.

Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, kemungkinan Anda memiliki masalah atau tidak memiliki masalah. Sebaiknya Anda tetap memeriksakan diri untuk mengetahui penyebab dari tidak teraturnya siklus menstruasi. Jika Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti tes atau perawatan khusus, Anda mungkin akan dirujuk ke spesialis ginekologi (NHS, 2021).

Daftar Pustaka

Azizah, K. N. (2019). 15,6 Juta Orang Indonesia Alami Depresi, Cuma 8 Persen yang Berobat. Dipetik 2022, dari Detik Health: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4596181/156-juta-orang-indonesia-alami-depresi-cuma-8-persen-yang-berobat. Diakses Kamis, 13 April 2022 pukul 20.53 WIB.

Bae, J., Park, S., & Kwon, J. W. (2018). Factors associated with menstrual cycle irregularity and menopause. BMC women’s health, 18(1), 36. https://doi.org/10.1186/s12905-018-0528-x. Diakses pada Jumat, 14 April 2022 pukul 00.12 WIB.

Hahn, K. A., Wise, L. A., Riis, A. H., Mikkelsen, E. M., Rothman, K. J., Banholzer, K., & Hatch, E. E. (2013). Correlates of menstrual cycle characteristics among nulliparous Danish women. Clinical epidemiology, 5, 311–319. https://doi.org/10.2147/CLEP.S4671. Diakses pada Kamis, 13 April 2022 pukul 22.12 WIB.

Jung, A. N., Park, J. H., Kim, J., Kim, S. H., Jee, B. C., Cha, B. H., Sull, J. W., & Jun, J. H. (2017). Detrimental Effects of Higher Body Mass Index and Smoking Habits on Menstrual Cycles in Korean Women. Journal of women’s health (2002), 26(1), 83–90. https://doi.org/10.1089/jwh.2015.5634. Diakses pada Kamis, 13 April 2022 pukul 21.39 WIB.

NHS. (2019). Periods and fertility in the menstrual cycle. Periods: https://www.nhs.uk/conditions/periods/fertility-in-the-menstrual-cycle/. Diakses pada Kamis, 13 April 2022 pukul 22.05 WIB.

NHS. (2021). Irregular periods. Health: https://www.nhs.uk/conditions/irregular-periods/. Diakses pada Kamis, 13 April 2022 pukul 20.47 WIB.

Xiao, E., & Ferin, M. (1997). Stress-related disturbances of the menstrual cycle. Annals of medicine, 29(3), 215–219. https://doi.org/10.3109/07853899708999339. Diakses pada Kamis, 13 April 2022 pukul 23.07 WIB.

Rhisma Margaretha
Mahasiswi S1 Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.