Memang suatu bunga memiliki nama nama yang indah, entah karena parasnya, atau karena makna yang ia wakili, yang kemudian dianggap dimiliki oleh bunga tersebut,...
Artikel ini dibuka dengan analisis Kay Iseman mengenai posisi Barbara Baynton dalam kanon sastra Australia tahun 1890-an yang didominasi oleh tradisi nasionalisme demokratis pria....
Dunia penerbitan baru-baru ini dikejutkan oleh Conduit Books, sebuah penerbit sastra yang mengukir namanya dengan misi unik: hanya menerbitkan novel karya penulis laki-laki. Menurut...
Dalam The Art of the Novel, Milan Kundera dengan tajam mengkritik apa yang ia sebut 'modernisme aturan kaku, modernisme universitas – atau modernisme establishment,'...
John Batista berusia 16 tahun ketika ia membaca "Simon vs. the Homo Sapiens Agenda," sebuah novel Young Adult (YA) yang mengeksplorasi tema cinta queer.
Meskipun...
Through the Looking-Glass (1871) bukan sekadar cerita fantasi biasa. Novel ini membuka gerbang menuju dunia surealis di mana logika terbalik, bahasa menari-nari dalam kekacauan,...
The Man Without Qualities (1930) karya Robert Musil berdiri sebagai monumen dalam lanskap sastra abad kedua puluh. Novel ini adalah jenis mahakarya yang namanya...
William Faulkner menciptakan novel As I Lay Dying hanya dalam waktu sekitar delapan minggu pada musim gugur tahun 1929, saat ia masih bekerja sebagai...
Orlando (1928) adalah sebuah pengakuan yang ditulis dengan nada ringan dan lincah. Di baliknya tersembunyi keinginan serius, kemungkinan besar berasal dari hasrat penulis untuk...