Jumat, Januari 30, 2026
- Advertisement -spot_img

TAG

novel

Hukum Tertawa, Review The Name of the Rose

Memang suatu bunga memiliki nama nama yang indah, entah karena parasnya, atau karena makna yang ia wakili, yang kemudian dianggap dimiliki oleh bunga tersebut,...

Barbara Baynton: Perempuan sebagai ‘Bejana Terpilih’ (The Chosen Vessel)

Artikel ini dibuka dengan analisis Kay Iseman mengenai posisi Barbara Baynton dalam kanon sastra Australia tahun 1890-an yang didominasi oleh tradisi nasionalisme demokratis pria....

Senjakala Novelis Laki-Laki

Dunia penerbitan baru-baru ini dikejutkan oleh Conduit Books, sebuah penerbit sastra yang mengukir namanya dengan misi unik: hanya menerbitkan novel karya penulis laki-laki. Menurut...

Menggugat Modernisme: Debat Abadi tentang Bentuk, Isi, dan Peran Sastra

Dalam The Art of the Novel, Milan Kundera dengan tajam mengkritik apa yang ia sebut 'modernisme aturan kaku, modernisme universitas – atau modernisme establishment,'...

Antara Notifikasi dan Narasi: Mengapa Gen Z Sulit Fokus Membaca Buku

John Batista berusia 16 tahun ketika ia membaca "Simon vs. the Homo Sapiens Agenda," sebuah novel Young Adult (YA) yang mengeksplorasi tema cinta queer. Meskipun...

Di Balik Kebingungan: Agensi dan Resistensi Anak dalam Karya Lewis Carroll

Through the Looking-Glass (1871) bukan sekadar cerita fantasi biasa. Novel ini membuka gerbang menuju dunia surealis di mana logika terbalik, bahasa menari-nari dalam kekacauan,...

Krisis Eksistensial Ulrich dan Kontras Masyarakat dalam The Man Without Qualities

The Man Without Qualities (1930) karya Robert Musil berdiri sebagai monumen dalam lanskap sastra abad kedua puluh. Novel ini adalah jenis mahakarya yang namanya...

As I Lay Dying: Mengurai Brutalitas dan Humanitas dalam Mahakarya Faulkner

William Faulkner menciptakan novel As I Lay Dying hanya dalam waktu sekitar delapan minggu pada musim gugur tahun 1929, saat ia masih bekerja sebagai...

Lebih dari Sekadar Fiksi: Mengapa Orlando Tetap Relevan dalam Menjelaskan Manusia dan Waktu

Orlando (1928) adalah sebuah pengakuan yang ditulis dengan nada ringan dan lincah. Di baliknya tersembunyi keinginan serius, kemungkinan besar berasal dari hasrat penulis untuk...

Latest news

- Advertisement -spot_img

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.