Senin, Mei 17, 2021

Setya Novanto Protes Perlakuan Polisi Pada Demonstran May Day

Ini Dia Bocoran Hasil Pertemuan Amien Rais dan Jokowi

Tiba-tiba kehebohan terjadi di kompleks perumahan Kampung Sawit Sari, Depok, Sleman, Yogyakarta. Rupanya Jokowi melintas di situ dan beberapa warga yang sedang asyik berolah...

Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto Dukung Jokowi 7 Periode

Setelah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto,...

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan...

Sikapi Polemik, MUI Akan Keluarkan Fatwa Terkait Mi Instan Paling Enak

Ma'ruf Ridhoi, ketua Majelis Umatmi Indonesia, mengaku prihatin atas polemik mie instan paling enak yang saat ini sedang terjadi. Seperti diketahui, polemik mi instan...
Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.

MANDHANINEWS: Mantan anggota DPR dan politisi Golkar. Setya Novanto melayangkan protes keras pada polisi. Hal ini karena perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan aparat hukum terhadapnya.

Seperti yang diketahui, Setnov tersangka kasus E-KTP, dikabarkan kedapatan makan Nasi Padang di sebuah restoran di Jakarta. Sikap ini menurut sumber MANDHANINEWS dilakukan untuk melihat perbedaan antara perlakukan koruptor dan demonstran.

“Kemarin May Day, saya lihat aparat menangkap ratusan buruh, mereka ditelanjangi dan dibotakin. Saya iri,” kata Setnov.

Setnov menduga ada pelanggaran hak asasi manusia yang dialami dirinya. Sebagai terpidana kasus Korupsi yang memenangkan piala citra untuk kategori pura-pura tabrakan terbaik, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk dari polisi.

“Saya tidak terima. Buruh bisa bentrok, dipukulin, ditendang, dicukur gundul, sementara saya sebagai koruptor ditangkap baik-baik, diperlakukan dengan santun, bahkan diperbolehkan makan di warung nasi padang padahal saya harusnya dipenjara, negara kemana?” kata Setnov.

Di tempat terpisah sikap serupa juga dilayangkan oleh mantan pejabat pajak penerima suap, Gayus Tambunan. Menurutnya aparat hukum di Indonesia sudah sangat keterlaluan. Dia bisa berlibur ke Bali, jalan-jalan, makan enak tapi sebagai pengemplang uang rakyat, Gayus mengaku tidak pernah mengalami represi.

“Ya saya iri ya sama buruh, mereka bisa dipukulin, terus diusir, ditembak air, dipermalukan. Saya? Saya cuma bisa liburan ke Bali sambil liat tenis,” kata Gayus.

Gayus juga mengkritisi sikap aparatur negara yang sangat berbeda dalam memperlakukan dirinya dengan waria. Seperti diketahui november tahun lalu satpol PP Lampung merazia tiga waria di lokasi wisata Labuhan Jukung, Pesisir Barat. Petugas kemudian menyemprot mereka dengan air dari mobil pemadam kebakaran (damkar), menyebutnya sebagai “mandi wajib”.

“Saya sebagai laki-laki tulen, narapidana, yang kejahatannya lebih berat merasa sangat malu. Kenapa aparat demikian keras pada kelompok minoritas dan buruh, tapi pada koruptor demikian santun,” kata Gayus.

Dikabarkan bahwa Gayus dan Setnov akan membuat pernyataan sikap. Koruptor Nasional Tolak Langkah Penjara Lemes Santai atau KNTLPLS. KNTLPLS akan mengadvokasi hak-hak koruptor di Sukamiskin untuk mendapatkan hak setara seperti kelas buruh, waria, dan mahasiswa Papua.

“Coba liat, mahasiswa Papua itu demo damai, tak pernah rusuh, tapi kepala mereka diinjak, ditangkap, dianggap makar. Sementara kami koruptor? Kadang dapat sel mewah, kadang juga dikasih ijin buat jalan-jalan,” kata Setnov.

KNTLPLS akan mengirimkan surat pada Presiden Joko Widodo untuk mengakhiri perilaku diskriminatif antara demonstran damai dan para koruptor. Menurut Setnov, Koruptor juga berhak diperlakukan seperti kelas buruh, kelompok minoritas, mahasiswa Papua atau warga di daerah konflik agraria.

Sesekali para koruptor anggota KNTLPLS ingin merasakan intoleransi, kekerasan, dan bentrok. Mereka ingin merasakan pembubaran paksa acara seperti Syiah atau Ahmadiyah yang dilakukan polisi bersama polisi. Menurut Setnov, selama ini polisi dan pemerintah sangat keras terhadap aktivis, tapi lemah lembut pada koruptor.

“Coba di bawah Jokowi, berapa kali diskusi film senyap, atau film dokumenter ekstraktif yang dibubarkan paksa ormas. Kami ini, jangankan dimarahin ormas, mereka baik banget padahal duit rakyat yang kami ambil milyaran,” kata Setnov.

Untuk itu KNTLPLS mendesak aparat negara, dalam hal ini polisi dan satpol PP untuk lebih tegas. “Kami rindu digebukin, kami rindu dibubarkan, selama ini sebagai koruptor kami ini dimanja, ini tidak baik. Tolong pak Jokowi jangan merusak hak asasi kami,” kata Gayus.

“Cita-cita kami, ingin ditembaki aparat saat operasi tangkap tangan korupsi. Selama ini aparat hanya menembaki rakyat saat terjadi bentrok konflik agraria, kami ingin ini berubah,” kata Setnov.

Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.