Jumat, April 23, 2021

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Habis)

Mengawal Kehormatan Hakim

Manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhannya. Zoon Politicon adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Aristoteles untuk menyebut...

Membela Koruptor: Ramalan Prof. J.E Sahetapy Terhadap Setya Novanto

Malam ini saya iseng streaming Youtube yang dicari adalah pandangannya my favorite profesor yaitu Prof. J.E Sahetapy. Menyelami pesan sepanggal-sepanggalnya bagi saya sangat menarik....

Alasan Berkoalisi dalam Pilpres 2019

Pendaftaran Calon Presiden (capres) dan Wakil Presiden (cawapres) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah dibuka 4-10 Agustus 2018. Sampai saat ini, setidaknya terlihat dua...

Politikus Predator

Film The Predator karya Shane Black mengisahkan bagaimana sang Predator menjadi pemangsa paling mematikan di alam semesta. Makhluk rekaan itu kini menjadi lebih kuat,...
A. Jefrino Fahik
Mahasiswa STF Driyarkara, Jakarta. Anggota penulis pada komunitas LSF Nahdliyyin.

Covid-19 Sebagai Fakta Kehidupan 

Terlepas dari apakah Covid-19 adalah akibat dari ulah manusia, dan karena itu sebagai bagian dari kehendak bebas manusia, penderitaan kita hari ini pada dirinya adalah sebuah fakta kehidupan. Sebagai fakta, penderitaan melekat pada jati diri kita sebagai manusia dan realitas dunia empiris yang pada hakikatnya adalah mortal.

Oleh karena itu, kita dituntut untuk menerimanya secara terbuka dan realistis sebagai langkah awal untuk memerangi dan mengatasinya. Hanya dengan itu, manusia bisa mengolahnya sebagai bagian integral dari kehidupan manusia.

Kita diminta untuk tidak panik tetapi bersikap realistis (stoik), yakni membebaskan diri dari emosi negatif dan segala rasa perasaan yang mengganggu itu. Artinya, manusia perlu melepaskan diri dari sikap bersungugut-sungut, perlu mengontrol diri untuk tidak ceroboh menyalahkan manusia lain, bahkan perlu tahu diri untuk tidak menuduh bahwa Covid-19 adalah kutukan Allah. Manusia dituntut untuk menunjukan sikap terbuka, mengakui dan menerima fakta tersebut sebagai bagian dari hidup.

Bahwa hari ini Covid-19 membunuh banyak manusia adalah fakta yang tak terelakkan. Tetapi menjadikan covid-19 sebagai dalil untuk menyangkal/menghapus/menolak eksistensi Allah adalah sebuah kecerobohan serius. Sebab dengan atau tanpa upaya menolak adanya Allah, Ada-nya Allah secara per se tak bisa dianggu gugat dan penderitaan di muka bumi tidak akan pernah lenyap.

Allah itu absolut, bersifat substansial dan bukan aksidental. Maka, adalah masuk akal untuk mengatakan bahwa Allah itu ada ketimbang menghapus Allah dari eksistensi manusia. Sebab dunia tanpa Allah malah jauh lebih fatal. Kita akan berhadapan dengan fakta yang lebih mengerikan.

Bisa anda bayangkan, apa yang terjadi jika Allah dinyatakan mati? Apakah manusia akan mengisi takhta yang kosong itu? Lalu, bentuk pembenaran macam apa yang bisa diberikan berhadapan dengan fakta melimpahnya penderitaan dan ketidakadilan?

Situasi malah makin ruwet bahkan tidak menentu lagi bila manusia berusaha membunuh Tuhan lewat kekuatan dirinya. Nyatanya sang manusia yang diharapkan akan membawa peradaban menjadi makin baik malah tak memadai untuk menghadapi masalah kejahatan dan penderitaan.

Pokok ini menjadi bukti bahwa manusia bukan semata-mata menjadi korban kejahatan dan penderitaan melainkan juga pelaku kejahatan itu sendiri. Manusia kembali terjebak dalam gugatan yang jauh lebih buruk dan absurd.

Berhadapan dengan absurditas hidup manusia dengan kepastian keagagalan segala upayanya, satu-satunya jalan keluar yang bisa diambil oleh manusia adalah berani masuk ke dalam dirinya untuk mengakui dan mengolah penderitaan itu sebagai fakta kehidupan. Dengan itu manusia bisa bersikap realistis dan mudah mengatasi apa yang oleh Kaum Stoa sebut rasionalitas yang melenceng.

A. Jefrino Fahik
Mahasiswa STF Driyarkara, Jakarta. Anggota penulis pada komunitas LSF Nahdliyyin.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.