Selasa, Mei 18, 2021

Scaffolding dan Pembelajaran Menulis

Setya Novanto dan Citra Buruk Pemimpin Muslim

Oleh: Zaenal Arsyad AliminKasus mega korupsi E-KTP yang menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto (Red;SN) sebagai salah satu tersangka menjadi satu tamparan keras dalam...

2019 Ganti Presiden, Terlalu Ekslusif

Beberapa waktu belakangan ini, terdapat fenomena menarik dalam konstelasi politik di tanah air. Meski pemilihan umum masih cukup lama, yaitu pada April 2019, namun...

Membangun Ekonomi Kreatif Indonesia Berbasis Kebudayaan

Akselarasi dibidang teknologi informasi tumbuh dengan pesat. Dengan perkembangan teknologi informasi tersebut, manusia dapat melakukan pengeksplorasian seluas-luasnya. Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu utamanya...

Tren Plesir Setelah Wabah Berakhir

Siapa yang bisa mengelak kalau pandemi virus Corona telah mengubah banyak hal termasuk dalam hal plesiran. Sektor pariwisata termasuk yang paling awal terkena dampak,...
Rohmatulloh
Penulis, Bergiat di Komunitas Sekolah Sadar Energi

Apakah masih ingat pada saat pertama kali diajarkan naik sepeda oleh orangtua kita? Mudah-mudahan masih ingat ya. Intinya, orangtua mengajari anaknya naik sepeda secara bertahap. Memberikan contoh dimulai dari cara naik sepeda, menggowes sepeda dengan roda empat, menanggalkan rodanya satu persatu hingga menjadi roda dua, dan akhirnya anak lancar mengendarai sepeda.

Tetapi, mungkin ada juga yang mengajari naik sepeda dengan menaikkannya di atas sepeda dan langsung mendorongnya. Silakan saja langsung menilainya sendiri, mana yang lebih efektif.

Dalam belajar menulis pun, cara terbaik yang menurut kita afektif bisa meniru seperti cara anak belajar naik sepeda secara bertahap berdasarkan tahapan tugasnya. Ini yang disebut dengan pendekatan pembelajaran scaffolding.Apa sebenarnya istilah scaffolding?

Istilah ini ternyata banyak dikenal atau populer oleh kebanyakan orang dalam bidang konstruksi. Alat yang digunakan sebagai penyangga sementara sebuah bangunan. Dalam konteks pembelajran, istilah scaffolding merupakan bentuk pendekatan yang digunakan pendidik atau fasilitator dalam membimbing dan memberikan dukungan kepada peserta didik atau pelatihan belajar yang secara bertahap dan menguranginya apabila sudah mampu atau menguasai materi pelajaran tersebut.

Dengan demikian, pembelajaran scaffolding tidak berorientasi pada hasil akhir, tetapi lebih kepada prosesnya.Dalam pemblejaran menulis, scaffolding tentunya dapat diterapkan seperti dilakukan Li (2017) dalam artikelnya yang membahas penulisan bahasa asing menggunakan program (platform) online.

Dalam pembelajaran menulis artikel populer, scaffolding ternyata juga dapat membantu seperti yang digunakan dalam kelas penulisan populer. Tentunya dalam pembelajarannya seperti ilustrasi belajar naik sepeda pada awal tulisan ini, peserta tidak langsung diberikan latihan untuk membuat sebuah tulisan yang langsung jadi atau melihat hasil akhirnya. Latihan menulis dibagi atau dipecah ke dalam sebuah tahapan proses kecil yang mudah dipahami.

Dalam istilah lain, pendekatan ini disebut dengan jenis task scaffolding. Misalnya, pada tahap awal fasilitator memberikan pesan instruksional kepada peserta pelatihan dengan mengidentifikasi topik yang akan ditulisnya. Setelah ini diberikan masukan umpan balik, selanjutnya dilanjutkan dengan bagaimana membuat pernyataan atau klaim yang akan dimajukan serta dengan beberapa pointer kalimat topik sebagai argumen pendukungnya, serta menyajikannya ke dalam sebuah bagan struktur tulisan.

Berikutnya, membuat narasi singkat yang diawali dengan membuat satu paragraf pendahuluan dan simpulan. Kedua bagian ini menjadi penting karena mutu sebuah tulisan dapat dilihat dari gerbang pembuka dan penutup sebuah tulisan. Jika ini sudah berhasil maka pesan instruksional selanjutnya dengan menarasikan paragraf-paragraf argumen pendukungnya sehingga menjadi satu kasatuan sebuh tulisan yang utuh. Pembelajaran ini dapat dilakukan secara e-learning seperti yang sekarang sedang tren diselenggarakan pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Pembelajaran scaffolding dapat diintegrasikan dengan pembelajaran kolaborasi mengunakan berbagai metode dan media lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan kreatifitas pendidik atau fasilitatornya. Wallahua’lam.

Rohmatulloh
Penulis, Bergiat di Komunitas Sekolah Sadar Energi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.