OUR NETWORK
Kamis, Juni 8, 2023

PHK Besar-Besaran di Startup

Pebyana Ima
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
From Korea With Love Concert

Saat ini sedang terjadi PHK besar-besaran oleh startup. Apa itu startup? Mengapa startup melakukan phk besar-besaran?

 

Startup merupakan perusahaan rintisan atau baru saja dirintis yang belum lama beroperasi. Dengan kata lain, perusahaan yang berada pada tahap pengembangan dalam mengembangkan produknya. Dalam beberapa tahun belakangan, banyak perusahaan rintisan di Indonesia. Contoh dari startup antara lain Shopee, Tokopedia, Gojek, Grab, OVO, Gopay dan Ruangguru.

Belakangan ini startup tengah dihadapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal atau besar-besaran. PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sendiri adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan.

Dilaporkan bahwa terdapat belasan starup melakukan PHK, seperti Shopee, dan Ruangguru. Tentunya terdapat sejumlah faktor penyebab mengapa startup melakukan PHK massal atau besar-besaran.

Secara umum faktor yang menyebabkan PHK antara lain mungkir dalam waktu tertentu, melakukan pelanggaran berat atau pelanggaran ringan berulang kali, mengundurkan diri, sakit dalam jangka waktu lama, dan menurunnya prestasi karyawan.

Penyebab PHK massal oleh startup?

Dilansir dari okefinane, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, gelombang PHK yang menimpa sejumlah perusahaan rintisan atau startup disebabkan oleh tekanan makro ekonomi yang cukup berat pasca pandemi Covid-19. “Mulai dari kenaikan inflasi, tren penyesuaian suku bunga, pelemahan daya beli, risiko geopolitik dan model bisnis yang berubah signifikan,” ujar Bhima dalam keterangannya, Jumat (18/11/2022).

Sedangkan menurut Managing Partner East Ventures Roderick, PHK yang terjadi pada startup terjadi karena investor kehabisan uang untuk memberikan permodalan. “Kayaknya kalau dibilang kehabisan duit nggak ya, karena apalagi kalau dilihat belakangan ini makin banyak investor-investor bukan dari lokal aja, regional dan global juga ya melihat ke market Indonesia,” katanya dalam acara CEO Forum di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Sementara itu, Pakar Bisnis Rhenald Kasali mengatakan jika PHK massal terjadi karena resesi. Sebab, jika resesi maka tidak ada uang yang mengalir. Hal itu beliau sampaikan merespons PHK besar-besaran yang terjadi pada GoTo.

“Kalau resesi terjadi penurunan dan kemudian turun terus. Ternyata setelah mereka lakukan pemangkasan karyawan struktur gaji turun, cost turun, harga sahamnya naik. Berarti orang kembali beli saham berarti kan uang ada,” katanya dalam Podcast Tolak Miskin detikcom.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengungkap ada beberapa sebab startup melakukan PHK. Selain kesulitan mencari pendanaan baru, PHK terjadi karena startup memiliki kebiasaan kurang bagus dalam operasionalnya.

“Tambah lagi kan memang di startup mereka punya kebiasaan yang nggak bagus. Misalnya, gaji jor-joran, fasilitas mewah, sewa sekian lantai untuk tempat seolah-olah biar kayak (kantor) Google,” kata kepada detikcom. Menurutnya kebiasaan ini justru memberatkan perusahaan. Alhasil tren PHK massal terjadi, tak terkecuali ke decacorn seperti GoTo. “Tidak ada perusahaan di Indonesia, startup decacorn, unicorn bisa survive dari perkembangan ekonomi dunia sekarang ini,” imbuhnya.

Dari beberapa pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa PHK massal oleh startup disebabkan oleh makro ekonomi global yang terus mengalami naik turun selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19.

Ketidakpastian makro ekonomi global membuat para investor menghindari pembelian saham startup yang memiliki risiko tinggi. Akibatnya, startup sulit memeroleh modal usaha yang membuat operasionalnya juga terhambat.

Lalu adanya kenaikan inflasi dan suku bunga di berbagai negara turut memengaruhi perusahaan rintisan ini. Terutama startup yang menggunakan model bisnis Business to Customer (B2C). Inflasi tersebut bisa mengubah perilaku atau pola hidup konsumen sehingga berdampak pada layanan-layanan yang disediakan startup.

Selain itu, juga terdapat penyebab lainnya yang membuat startup PHK massal, yaitu adanya kepentingan untuk reorganisasi sehingga berdampak pada sumber daya manusia di dalamnya. Bisa juga disebabkan oleh ketidakfokusan startup pada bisnis, kehabisan dana operasional, atau tidak memiliki strategi yang baik untuk berkembang di masa depan.

Dengan adanya pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran oleh sejumlah startup ini menimbulkan dampak yang cukup serius. Terutama meningkatkan jumlah pengangguran.

Usai terkena PHK, tidak semua karyawan bisa mendapatkan pekerjaan kembali dengan mudah. Sementara bagi perusahaan itu sendiri, tingkat produktivitas mereka mungkin akan terpengaruh. Sebab, perusahaan harus tetap beroperasi dengan tenaga kerja terbatas.

Adapun dampak lain yang dapat dirasakan oleh karyawan, antara lain, kurangnya penghasilan yang diterima oleh karyawan sehingga karyawan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, adanya situasi yang tidak enak dikarenakan tidak adanya pekerjaan, kurangnya harga diri dikarenakan tidak lagi memangku jabatan, tidak adanya hubungan dengan teman-teman kerja, dan berusaha payah untuk mencari pekerjaan baru.

Agar tidak terjadi PHK massal terus menerus, terdapat beberapa cara pencegahannya, antara lain:

  • Melakukan efisiensi biaya produksi
  • Untuk meminimalisir pengeluaran, perusahaan harus melakukan efisiensi biaya produksi.
  • Mengoptimalkan pengelolaan administrasi keuangan
  • Memaksimalkan seluruh fasilitas dan tunjangan karyawan
  • Kantor dapat mengurangi pengeluaran dengan mengurangi fasilitas kantor agar tidak terjadi pembengkakan pengeluaran.
  • Menyesuaikan pemberian gaji dengan kemampuan perusahaan.

Pebyana Ima
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.