Selasa, April 16, 2024

Peningkatan Kasus Pneumonia Atipikal di China

Dyanata Irdina Anthea
Dyanata Irdina Anthea
Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta semester 3.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan pertama kali pada 13 November 2023 bahwa terjadi peningkatan kasus pneumonia secara nasional. Menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), China mencatat munculnya 205 klaster influenza dalam satu minggu yang dimulai pada tanggal 13 November, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan 127 klaster pada minggu sebelumnya. Adapun sebagian besar kasus didominasi oleh anak-anak. Meskipun pasien mengeluhkan gejala seperti demam, kelelahan, dan batuk, hingga saat ini belum tercatat laporan kematian.

Berdasarkan laporan epidemiologi, kebanyakan kasus pneumonia yang terjadi di China disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae. Bakteri ini umumnya menyebabkan infeksi ringan pada sistem pernapasan. Namun, terkadang bakteri ini dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih serius pada populasi yang rentan seperti anak-anak dan lansia sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini disebabkan karena sistem pertahanan tubuh yang lemah pada anak-anak dan lansia.

Mycoplasma pneumoniae menyebabkan hingga 40% atau lebih kasus Community Acquired Pneumonia (CAP) dan sebanyak 18% kasus memerlukan rawat inap pada anak-anak. Penelitian lebih lanjut melaporkan bahwa infeksi Mycoplasma pneumoniae jarang terjadi pada anak-anak berusia kurang dari lima tahun dan sering terjadi pada anak usia sekolah 5-15 tahun. Namun, Mycoplasma pneumoniae dapat mengifeksi secara endemik dan terkadang secara epidemik pada orang lanjut usia dan anak di bawah usia lima tahun.

Pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae sering dikenal sebagai pneumonia atipikal. Pneumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak dapat diidentifikasi dengan teknik diagnostik standar pneumonia pada umumnya dan tidak menunjukkan respon terhadap antibiotik beta-laktam.

Penumonia jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda dari pneumonia pada umumnya. Pada pneumonia atipikal, perjalanan penyakit terjadi secara gradual dan gejala yang ditimbulkan biasanya lebih ringan dengan durasi yang lebih lama. Gejala biasanya muncul dalam 1-4 minggu setelah terinfeksi bakteri.

http://iStock

Gejala umum yang ditimbulkan dari infeksi Mycoplasma pneumoniae adalah sebagai berikut:

  • pilek
  • demam disertai menggigil
  • merasa lelah
  • sakit kepala
  • batuk yang memburuk secara progresif dan berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan
  • sakit tenggorokan
  • diare
  • mual dan muntah

Penularan Mycoplasma pneumoniae biasanya terjadi melalui droplet pernapasan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Infeksi dapat menyebar dengan mudah di antara individu, terutama dalam situasi yang padat atau dengan kontak dekat. Kita dapat mencegah penularan infeksi dengan menjaga kebersihan dan hygiene. Kita dapat menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, yakni menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas atau tisu.

Kemudian setelah batuk atau bersin, hendaknya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta langsung membuang tisu ke tempat sampah. Apabila orang di sekitar ada yang mengalami gejala seperti batuk atau pilek, hendaknya kita menggunakan masker untuk meminimalisir penularan infeksi. Selain itu, pastikan ventilasi udara di rumah, sekolah, maupun tempat kerja baik.

Segera konsultasi ke dokter apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek atau sesak napas. Antibiotik golongan makrolid direkomendasikan sebagai terapi pneumonia atipikal pada anak. Penting untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat dari profesional kesehatan jika seseorang mencurigai infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.

Kementerian Kesehatan RI telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terhadap wabah penumonia yang sedang marak di China. Pneumonia akibat infeksi Mycoplasma pneumoniae ini merupakan penyakit menular yang apabila ditangani dengan baik tidak akan berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, hendaknya kita tetap waspada dan berupaya menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Daftar Rujukan

1. Control, C. f. (2022, Aug 24). www.cdc.gov. Retrieved from https://www.cdc.gov/pneumonia/atypical/mycoplasma/about/treatment-complications.html

2. Rahmadania, S. R. (2023, Nov 30). health.detik.com. Retrieved from https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7063987/pneumonia-misterius-merebak-di-china-belanda-kemenkes-imbau-warga-jangan-panik

3. Kashyap, S., & Sarkar, M. (2010). Mycoplasma pneumonia: Clinical features and management. Lung India, 27(2), 75–85. https://doi.org/10.4103/0970-2113.63611

4. Nyoman, B. I., Putu, S. P., & Bagus, S. I. (2007). Pneumonia Atipikal. Sari Pediatri, 9(2), 138–144. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/755/690

Dyanata Irdina Anthea
Dyanata Irdina Anthea
Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta semester 3.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.