Sabtu, Juli 13, 2024

Mengunyah Es Batu Tidak Baik Bagi Kesehatan

Najma Nabilah
Najma Nabilah
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Tidak sedikit anak- anak dan orang dewasa menyukai mengunyah es batu, namun apakah anda sering mengunyah es batu atau gemar untuk mengunyahnya, baik diambil langsung dari frezzer atau sisa minum yang dikonsumsi?

Jika iya, sebaiknya batasi mulai sekarang, karna mengunyah es batu terlalu sering mengakibatkan gangguan kepada kesehatan.

Saat cuaca yang panas mengonsusi air dingin dan ditambahkan es batu sungguh itu sangat menyegarkan tubuh bagi kalangan anak- anak maupun orang dewasa suka melakukannya, namun menyegarkan tubuh memiliki kebiasaan dan bisa mengakibatkan masalah kesehatan.

Bahaya makan es batu 

Bahaya mengunyah es batu pada gigi, gigi peta jaringan lunak gigi bakal mengalami iritasi yang  menyebabkan sakit gigi. Saat mengunyah es batu, gigi akan membuat gesekan mengakibatkan retakan kecil tak terlihat mematahkan email gigi, dan tidak baik bagi gigi yang sensitif.

Gregg Lituchy, dokter gigi di New York, Amerika Serikat Mengatakan “Mengunyah es batu yang terlalu keras dapat melukai gusi dan menyebabkan infeksi, masalah gusi serius lainnya,”

Bahaya es dari air mentah juga disebutkan dalam studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal Apalagi jika penyajian makan es batu itu memakai air keran yang tidak matang itu akan mengakibatkan bakteri Escherichia coli meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan serius seperti diare, muntaber, dan meningkatnya tekanan darah tinggi, masalah ginjal, penyakit jantung.

Es Batu Menyebabkan Dehidrasi 

Ketika tubuh kekurangan cairan, kemungkinan terjadi karna sering mengunyah atau  menyukai es batu dan  bisa melupakan bahwa air putih itu sangat penting untuk di konsumsi pada manusia, masalah ini bisa menyebabkan pusing, urine berwarna gelap, dan kebingungan.

Mungkin kebanyakan menyukai es batu itu bisa  mendinginkan mulut, tenggorokan, serta membantu menurunkan suhu tubuh.

Anemia Defisiensi

Makan es secara berlebihan bisa dikaitkan dengan anemia defisiensi besi bisa terjadinya tubuh tidak memiliki banyak zat besi dalam darah sehingga jumlah sel darah merah tidak mencukupi.

zat besi penting untuk membangun sel darah merah yang sehat dan membuat sel darah merah tak dapat membawa oksigen yang cukup. Gejala dapat dirasakan yaitu kelelahan, pucat, pusing, palpitasi jantung, tangan dan kaki dingin, sesak napas, sakit dada, hingga lidah bengkak. defisiensi besi menunjukkan gejala pagophagia (gemar makan es), beberapa penelitian percaya bahwa mengunyah es batu dapat memicu lebih banyak darah yang dikirim ke otak pada penderita anemia defisiensi besi untuk membuat kadar oksigen dalam otak meningkat sehingga terjadi  kewaspadaan dan kejernihan dalam berpikir.

Pica 

Pica adalah salah satu jenis gangguan makan berupa keinginan dan nafsu makan terhadap benda atau zat yang bukan makanan atau tidak memiliki nilai gizi nah, kebiasaan mengunyah es batu merupakan jenis pica yang disebut dengan istilah pagophagia  Penyebab ini merupakan gangguan mental yaitu kondisi kejiwaan dan kecacatan intelektual lainnya, seperti autisme atau skizofrenia. Bahkan kondisi dapat berkembang selama masa kehamilan dapat mengonsumsi berapa banyak kantong es batu.

Masalah emosional

Masalah emosional bisa membuat orang menggemar es batu karna emosi itu kebanyakan mengakibatkan stress dan hanya mengunyah es batu bisa lebih tenang.

Cara menghentikan kebiasaan mengunyah es batu

Menghentikan kebiasaan es batu tergantung pada penyebabnya, Kalo hanya dehidrasi dan kepanasan itu bisa untuk menahan diri supaya tidak mengunnyah es batu dan menggantinya dengan mengonsumsi air putih yang sehat bagi tubuh.

Namun, jika disebabkan oleh anemia defisiensi besi, sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi atau supelmen zat besi dengan resep dokter untuk meringankan gejala anemia defisiensi besi.

jika penyebabnya adalah pica, mungkin bisa cek ke dokter dan biasanya dokter merekomendasikan terapi dalam kombinasi dengan obat antidepresan atau antikecemasan dan apabila penyebabnya sudah teratasi, maka kebiasaan makan es batu dapat terhenti.

Referensi

Advani, S., et al (2014). Eating Everything Except Food (PICA): A Rare Case Report and Review. Journal of International Society of Preventive & Community Dentistry, 4(1), pp 1–4.

7I ron Disorders Institute: Iron Deficiency Anemia. http://www.irondisorders.org/iron-deficiency-anemia

Asosiasi Keluarga Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. (2017). Eating Disorders: PICA.

Water disinfection for travelers. Centers for Disease Control and Prevention. http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2012/chapter-2-the-pre-travel-consultation/water-disinfection-for-travelers.htm.

 

Najma Nabilah
Najma Nabilah
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.