OUR NETWORK
Senin, Maret 27, 2023

Komedian

Rahmat Tri Prawira Agara
Mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi Universitas Terbuka. Instagram: @rahmat3prawira
From Korea With Love Concert

Salah satu berita yang cukup mengejutkan hari ini adalah berita tertangkapnya komika Coki Pardede atas dugaan kasus narkoba. Ia ditangkap di kediamannya di Tangerang dengan alat bukti beberapa bungkus sabu yang menurut keterangannya, didapat dari temannya.

Sebelumnya kita sudah sering mendengar kasus tentang public figure yang tertangkap akibat kasus narkoba. Ada yang memang terjerumus karena ajakan ikut-ikutan orang terdekat. Tetapi, ada juga yang memakainya karena kesadaran diri pribadi.

Untuk kasus Coki ini, saya tidak akan mengomentari tentang kasus atau rekam jejak pribadi yang bersangkutan selama ini. Yang menurut saya agak menarik justru melihat posisinya sebagai komika. Sebagai orang dengan pekerjaan utama melawak dan membuat tertawa orang lain, rasanya orang awam akan cukup heran dengan berita penangkapannya kali ini.

“Pelawak dan komedian kan kerjaannya setiap hari selalu tertawa dan bahagia. Mana mungkin bisa merasakan tekanan dan depresi, yang ujungnya mengakibatkan mereka lari ke narkoba?” Mungkin itulah yang banyak dipikirkan orang saat ini. Berkebalikan dari pendapat umum, jawaban dari pertanyaan tersebut sayangnya adalah bisa.

Ada sebagian orang yang menggunakan komedi sebagai terapi atau katarsis atas masalah yang dihadapinya sehari-hari.Dalam sebuah kesempatan, ia pernah mengatakan sendiri kebenaran dari pendapat tersebut. Bahwa genre-genre komedi hitam dan sarkas yang menjadi ciri khas materi komedinya, adalah hasil dari keresahan dan mekanismenya dalam menghibur diri dari problem-problem yang ia hadapi selama ini.

Terlepas dari sepakat atau tidak sepakatnya kita dengan materi dan gaya komedi yang ia bawakan selama ini.Tapi terkadang, komedi dan lawakan yang mereka sampaikan di panggung rupanya tidak cukup untuk meredam apa yang mereka rasakan selama ini.

Oleh karena itu, mereka kemudian lari kepada narkoba untuk membantu mereka meredakan tekanan dan gejolak emosi yang mereka rasakan selama ini.Sebelumnya di Indonesia, salah satu pelawak terkenal–nunung–juga pernah terkena kasus narkoba dengan alasan yang sama.

Sewaktu pemeriksaan kasusnya di pengadilan, salah satu hakim bertanya dengan pertanyaan yang persis sama seperti yang telah disebutkan di atas:”Anda ini kan saya lihat selalu tertawa-tawa. Mana bisa stress dan depresi?”Di Amerika, komedian Robin Williams mengambil jalan yang lebih ekstrem.

Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.Orang-orang di sekelilingnya pun bingung, karena tak ada tanda-tanda sama sekali ia memiliki gejala atau masalah berat yang sedang dihadapi. Kelak, mereka baru apa yang benar-benar dipikirkan dan dirasakan Robin Williams melalui catatan-catatannya, justru ketika ia sudah tidak ada lagi di dunia.

Yang agak tragis dari para pelawak dan komedian adalah ketika mereka sedang bersedih dan butuh bantuan, tidak ada yang menganggapnya sebagai sesuatu yang serius dan penting.Bagi penonton, apa saja yang dilakukan oleh para komedian di atas panggung adalah bagian dari “gimmick” yang bertujuan untuk membuat tertawa serta menghibur penonton.Kesedihan, masalah pribadi, dan hal-hal pribadi lain yang berkaitan dengan pelawak bukanlah bagian dari pertunjukan yang menarik untuk diperhatikan.

Dan siapa pula yang peduli dengan hal itu?Dahulu, Charlie Chaplin pernah berujar: “bilamana aku ingin menangis, maka aku akan melakukannya ketika hujan turun. Agar orang-orang tidak mengetahui kalau aku sedang menangis”.

Tampaknya, inilah yang mungkin dirasakan oleh para komedian yang sehari-hari dituntut untuk selalu membuat orang tertawa.Bila pada suatu hari ia sedang bersedih, mereka tidak dapat menunjukkan raut kesedihannya itu. Hanya keceriaan yang boleh mereka tunjukkan kepada publik.Dan yang paling penting ketika mereka sedang bersedih, tidak ada yang dapat membuat mereka tertawa. Termasuk diri mereka sendiri…

Rahmat Tri Prawira Agara
Mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi Universitas Terbuka. Instagram: @rahmat3prawira
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.