Sabtu, April 13, 2024

Kenaikan Bahan Pokok Penyumbang Inflasi

Happy Arinda Prihaswasti
Happy Arinda Prihaswasti
Nama saya Happy Arinda Prihaswasti, saya sering dipanggil Happy. Saya lahir pada 08 Mei 2004, saya tinggal di Kota Magelang lebih tepatnya di Mungkid. Saya anak ke 2 dari 3 saudara, saya memiliki hobi dalam bidang olahraga, saya juga suka berteman.

Pengertian inflasi adalah keadaan perekonomian suatu negara yang di mana terjadi kecenderungan kenaikan harga dalam waktu yang lama, karena tidak seimbangnya arus uang dan barang seperti kenaikan harga bahan pokok.

Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi secara terus-menerus dapat dikhawatirkan akan mengakibatkan dampak bagi masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang karena menyebabkan terjadinya inflasi. Dampak jangka panjang yang menjadi perhatian pemerintah adalah terjadinya inflasi yang tinggi karena kenaikan harga bahan pokok.

Penyebab terjadinya inflasi jika adanya kenaikan biaya bahan pokok, adanya desakan biaya bahan pokok yang naik terus-menerus. Terjadinya inflasi yang tinggi menyebabkan pendapatan riil masyarakat terus berkurang, karena harga bahan pokok yang semakin mahal, sehingga standar hidup masyarakat akan semakin menurun. Maka kenaikan harga bahan pokok dapat menimbulkan inflasi, misalnya kenaikan harga minyak, harga telur ayam di Jabodetabek yang mendorong kenaikan inflasi.

Kenaikan harga bahan pokok dapat mengakibatkan runyamnya kondisi perekonomian suatu negara, yang telah menimbulkan efek terhadap harga beberapa komoditas perdagangan dunia.

Kenaikan bahan pokok yang sering terjadi seperti beras, telur, minyak, tepung. dan sayur-sayuran dalam perdagangan suatu negara. Terdapat juga kenaikan gas elpiji secara drastis juga dapat menimbulkan terjadinya inflasi karena melonjaknya harga, harga komoditas pangan juga naik secara signifikan, di antaranya gandum, kedelai, dan jagung.

Kenaikan beberapa harga bahan pokok telah menggeser tingkat inflasi di luar ekspektasi awal. Tetapi yang lebih parahnya, terjadinya inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok input produksi yang memiliki sifat mengganggu aktivitas dan produktivitas perekonomian yang ada.

Penyumbang inflasi berupa kenaikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan harga secara drastis. Kenaikan harga cabai merah mengalami inflasi cukup tinggi, disebabkan suplai terbatas karena pergeseran musim.

Adanya wabah virus corona yang terjadi pada awal tahun 2020 mengakibatkan terjadinya sedikit inflasi karena pandemi sangat mengurangi aktivitas masyarakat dan dapat mengakibatkan kenaikan bahan pokok.

Merebaknya virus corona membuat bahan pokok menjadi penyumbang inflasi terbesar pada awal tahun 2020 karena harga bahan pokok yang sangat mahal. Melonjaknya harga bahan pokok biasanya terjadi pada bulan ramadan dan menjelang Idulfitri juga mendorong permintaan beberapa bahan pokok. Kenaikan bahan pokok terjadi karena adanya kenaikan harga BBM yang berpengaruh pada produksi, dan transportasi sehingga dapat memicu terjadinya inflasi.

Kenaikan bahan pokok yang terjadi di Indonesia pada akhir-akhir ini adalah awal September 2022 yang  dikutip oleh Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional. Bahwa pada  awal September 2022 sejumlah harga bahan pokok terpantau mengalami kenaikan.

Bahan pokok yang mengalami kenaikan tersebut di antaranya, komoditas beras premium, kedelai biji kering impor, tepung terigu, bawang putih, cabai rawit merah, hingga gas elpiji. Terdapat kenaikan harga yang cukup signifikan dan ada yang naik tipis dari hari sebelumnya. Harga bahan pokok mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi pada bulan September 2022.

Kenaikam harga bahan pokok mengakibatkan pergerakan inflasi di sisi permintaan sendiri menunjukkan pertumbuhan ekonomi, karena terjadinya pertumbuhan permintaan dari masyarakat. Sehingga resiko inflasi kita masih berada di atas 4%, pada tahun 2022 dan 2023 pasti masih tinggi.

Kenaikan inflasi masih berpotensi lanjut karena harga bahan pokok cenderung naik. Di sisi lain, disrupsi pasokan bahan pokok juga terjadi, yang menambah risiko kenaikan harga. Seperti sayuran dengan adanya bergeseran musim, dan kelangkaan bahan baku seperti minyak dan tepung. Seperti halnya kenaikan bahan pokok juga terjadi karena naiknya biaya produksi.

Pada saat terjadi kenaikan bahan pokok yang disebabkan oleh naiknya biaya produksi yang melambung tinggi akibat dorongan dari kenaikan harga bahan baku salah satunya BBM. Peningkatan biaya bahan pokok dapat memicu pengurangan jumlah bahan pokok yang bisa berdampak pada masyarakat.

Jika kenaikan bahan pokok terjadi secara terus menerus dan laju inflasi meningkat, maka semakin menghambat pertumbuhan perekonomian negara dan dapat mengakibatkan tambahnya jumlah orang miskin di Indonesia.

Inflasi mengakibatkan buruk dari sisi aktivitas perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat. Supaya masyarakat tidak terlalu terbebani atas terjadinya inflasi karena kenaikan bahan pokok, pemerintah harus mencari solusi    bahwa adanya kenaikan bahan pokok dapat menimpulkan rasa cemas pada masyarakat.

Ketika terjadi inflasi ekonomi yang tinggi pada negara dan melebihi tingkat yang tidak terkendali, pemerintah harus mencari solusi dengan melakukan intervensi untuk menstabilkan perekonomian. Bahwa terjadinya inflasi merupakan hasil dari pengeluaran yang berlebihan dalam suatu perekonomian.

Kebijakan harus dibuat oleh pemerintah sebagai solusi suapaya tidak terjadi inflasi yang berkepanjangan. Pemerintahan dapat menggunakan cara membatasi jumlah pertumbuhan uang yang beredar.

Solusi lainnya untuk mengatasi terjadinya inflasi yaitu dengan beberapa instrument untuk mengatasi terjadinya inflasi baik melalui kebijakan fiscal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiscal dan kebijakan moneter adalah solusi untuk mengatasi inflasi tinggi yang bertujuan untuk mengendalikan jumlah suplai yang ada. Tetapi masyarakat juga dapat membantu dalam mengatasi dampak inflasi supaya tidak berkepanjangan.

Masyarakat dapat membantu mengatasi dampak terjadinya inflasi karena kenaikan bahan pokok. Dengan cara berhemat dan berorientasi pada kebutuhan sehari-harinya.

Di tengah gejolak kenaikan harga bahan pokok, energi, bahan baku hingga bahan pangan dan mengharuskan masyarakat untuk mengkonsumsi bahan pokok seperlunya atau tidak membuang-buang makanan. Masyarakat juga bisa menambah pendapatan atau aliran kas (tabungan) pribadi maupun rumah tangga. Hal ini guna memperkokoh kesehatan keuangan keluarga supaya tidak terjadi pengeluaran banyak yang dapat mengakibatkan inflasi

Happy Arinda Prihaswasti
Happy Arinda Prihaswasti
Nama saya Happy Arinda Prihaswasti, saya sering dipanggil Happy. Saya lahir pada 08 Mei 2004, saya tinggal di Kota Magelang lebih tepatnya di Mungkid. Saya anak ke 2 dari 3 saudara, saya memiliki hobi dalam bidang olahraga, saya juga suka berteman.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.