Minggu, Mei 16, 2021

Gerakan Serap Gabah Petani Tidak Maksimal

Peluang Baru Hubungan Turki-Indonesia

Beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo baru saja menerima surat kredensial dari Profesor Mahmud Erol Kılıç. Nama Profesor Mahmud Erol Kılıç bukanlah nama yang...

Memutus Jejak Pemimpin Korupsi

Memutus Jejak Pemimpin Korupsi  Oleh: Hasin Abdullah          Semenjak negara hukum (rechtsstaat) Indonesia mendirikan institusi penegakkan hukum, Kejaksaan, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi...

Sesat pikir Rumah Deret Tamansari Bandung

Hunian, hal pokok di kota dimana harga lahan kian melonjak tidak terjangkau. Warga berupaya bertahan, tapi tidak semua memiliki akses baik terhadap hunian. Di...

Bakunin Sang Anarkis Berbentuk Koplo

Gagasan tentang Tuhan mengisyaratkan takluknya nalar dan keadilan manusia. Ia merupakan negasi yang paling tidak menentukan atas kebebasan manusia, dan secara niscaya akan berakhir...
Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas

Kementan telah membentuk ‘Gerakan Serap Gabah Petani’ tetapi kenapa padi saya belum laku ? Apakah Kementrian membuat gerakan tidak terstruktur sehingga membuat serapan gabah petani domestik tidak maksimal.

Seperti di lansir Jpnn.com, 2021 Kementan mengitruksikan seluruh wilayah Indonesia untuk membentuk Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP). Menurut saya gerakan ini bagus tetapi isinya nol, tanpa ada gerakan pun hasilnya sama seperti yang selama ini, ya gabah petani di beli juga—sama dengan ketika tak ada gerakan dari Kementan tersebut.

Tujuan kegiatan serap gabah petani adalah untuk membantu dan mensejahterakan petani. Kasihan petani yang sudah bekerja keras kalau sampai merugi.

Untuk itulah pemerintah turun tangan membeli gabah petani, agar petani mendapat keuntungan dari usaha tani-nya, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Serap gabah petani (sergab) di Sumatera Selatan. (Pertanian.go.id, 2021)

Struktur Pengurusan GSGP

Contoh, misalnya saya petani di Daerah Indramayu terus mulai kapan akan di serap gabahnya oleh pemerintah melalui gerakan tersebut, kalau tak mau mendatangi petani, dimana tempat gudang atau sekertariatan agar petani yang datang untuk memberikan gabahnya?

Kalau hanya mengandalkan calon gabah yang mondar-mandir itu setiap musim panen, ya memang calo gabah pada mondar-mandir menemui petani untuk membeli gabah. Saya belum melihat mana relawan atau karyawan dari GSGP itu?

Berarti Gerakan ini bisa jadi hanya sebuah ucapan untuk menyakinkan petani bahwa pemerintah tidak Import beras.. Padahal seperti di lansir Jpnn.com, 2021 Gerakan Serap Gabah Petani guna untuk menjaga stok pangan Nasional dan untuk menstabilkan harga pangan.

Kalau benar ingin menyerap gabah petani seharusnya cepat mobilisasinya agar gabah tidak terlalu bau dan mendekam lama di gudang petani—tentunya buat modal tanam lagi. Seharusnya bisa, misalnya, anggaran seperti import beras di alihkan untuk gerakan ini.

Kalau hanya himbauan tanpa gerakan nyata, Ibarat seperti kita di instruksikan untuk makan tiga kali sehari, iya himbauan itu bagus, tapi isinya nol tidak ada instruksi untuk makan pun kita sadar makan tiga kali sehari. Iya tho ndak iya si.

Mencetak Outlet Beras

Kalau memang pemerintah merasa sedang berjudi—untung-untungan—kalau membeli beras dari petani domestik, maka butuh membuat outlet beras atau, misalnya, menggunakan star up marketing online-online juga, semua alat pemerintah itu sudah komplit kan.

Karena beberapa bantuan yang menggunakan jenis bahan pangan seperti beras sudah di ganti menjadi bantuan tunai, maka beras milik Bulog akan sulit keluar karena belum ada outlet yang banyak mau menyerap dari Bulog.

Jadi perlu membuat outlet beras, atau .masalahnya itu, sekarang retail-retail beras  tidak ambil dari Bulog langsung dari petani dan di selip sendiri terus di kemas sendiri. Apakah sebetulnya gerakan serap gabah petani itu perlu dan harus, sementara struktur para pengerak tidak kelihatan, kalau memang mengandalkan calo-calo gabah itu—sudah cara dari dulu.

Mana mungkin calo mau menyerap beras dengan beli milik petani tanpa mempertimbangkan, karena mereka yang di inginkan untung dulu pastinya lihat barang.

Misalnya, padi saya kehujanan setelah di jemur calo tidak mau membeli dengan berbagai alasan mungkin menganggu keuntungan. Padahal saya yakin gabah kehujanan tidak menganggu beras menjadi turun kualitas, tapi lagi-lagi semua melihat dari luarnya saja.

Pak Jokowi Membangun Sawah

Selain terkenal dengan bapak pembangunan jalan terpanjang di Indonesia, Di lansir CNBC Indonesia, 2020 Pak Presiden juga membuka lahan baru untuk persawahan sebagai antisipasi kelangkaan bahan pangan.

Pak Presiden Jokowi mengingatkan soal risiko krisis pangan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi corona. Hal ini merespons Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang sudah mengingatkan potensi krisis pangan di tengah corona. (CNBC Indonesia, 2020)

Menurut saya bukan darurat langka bahan pangan Pak, tetapi serapan hasil pertanian yang kurang maksimal. Misalnya adanya calo bahan pangan juga menghambat dan menambah pengeluaran. Padahal Pak Presiden sudah berhasil memberantas calo-calo seperti di Samsat dll. juga.

Kenapa calo bahan pangan tidak di berantas, menurut saya sangat merugikan kalau misal mau beli gabah petani ya beli, kalau belum ada uang ya petani mau di utang gabahnya koyo karo sopo wae lho iseh kaku. Tetapi kenapa harus pilih-pilih padi, cuma hanya karena beda kulit, padahal dengan  isi dan kualitas yang sama.

Dengan instruksi Pak Presiden membuka lahan untuk persawahan dan pertanian artinya bapak tidak akan lepas tangan dengan hasil dari lahan persawahan tersebut. Maka apapun hasilnya—barang tidak turun kualitas—maka perlu harus di serap.

Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

Taklid: Terpelesetnya Keulamaan Kita

Kegagalan kita dalam beragama adalah tidak teliti dalam membaca nash--baik itu perintah maupun larangan. Budaya taqlid kiranya memang mengelayuti konteks beragama di Indonesia. Beragama...

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

OSINT, Jurnalisme Investigatif, dan Demokrasi

Pada Oktober 2020 lalu, NarasiTV mengunggah video berdurasi kurang lebih 10 menit yang menggemparkan media sosial. Video itu mencoba menguraikan kejadian pembakaran Halte Sarinah...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Inilah Pelanggaran EPI yang Banyak Kita Jumpai di Jalan

Iklan saat ini merupakan satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kedihupan sehari-hari. Periklanan sendiri sudah merupakan kegiatan pokok setiap orang yang ingin...

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.