Selasa, April 16, 2024

Dampak FOMO di Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Rahma Raudia
Rahma Raudia
a 2nd year Medical student

Pada dasarnya, setiap orang di muka bumi ini saling membutuhkan. Suatu studi mengatakan bahwa setiap orang secara tidak sadar akan selalu hidup dengan orang lain dan saling berinteraksi.

Media sosial merupakan satu platform yang bertujuan untuk memudahkan setiap orang untuk saling berinteraksi.  Dalam berkomunikasi, media sosial di jaman sekarang sudah membentuk berbagai jaringan sosial. Sehingga setiap individu dapat berkomunikasi secara personal maupun kelompok. Selain berkomunikasi, media sosial ini bisa menjadi suatu tempat bagi penggunanya membagikan kegiatan kesehariannya.

Salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yaitu kesehatan mental. ketika kesehatan mental terganggu maka akan berpengaruh terhadap produktivitas kehidupan seseorang. karena kesehatan mental dapat mengembangkan kualitas hidup secara mental, spiritual, fisik dan sadar akan perkembangan kemampuan minat dan bakat.

Salah satu gangguan kesehatan mental adalah depresi yang memiliki ciri yaitu kecemasan. Data menyebutkan bahwa kecemasan dan depresi dapat menyebabkan sebesar 80-90% kasus bunuh diri. Dan pada usia remaja (15-24 tahun) memiliki persentase depresi sebesar 6,%. Kecemasan yang datang secara terus menerus akan menyebabkan kualitas fisik dan aktivitas menurun.

Salah satu pengguna media sosial terbanyak adalah kalangan remaja. Dalam membagikan kegiatan keseharian, seperti mengunggah foto bersama kerabat, mengungkapkan pikirannya, bahkan memberikan komentar pada unggahan pengguna lain, dan lain sebagainya merupakan hal yang biasanya dilakukan para remaja dalam menggunakan media sosial. Menggunakan identitas palsu adalah hal yang dapat dilakukan pengguna serta mudah juga untuk melakukan tindakan kejahatan lainnya. Padahal fase remaja merupakan fase dalam mencari jati dirinya.

Para remaja menganggap bahwa seseorang yang ketinggalan zaman adalah yang tidak menggunakan media sosial dan yang selalu menggunakan media sosial adalah orang yang keren dan gaul . Perasaan takut dan cemas diabaikan karena tidak terlibat dalam suatu kegiatan yang menyenangkan dengan orang sekitar merupakan penjelasan dari Fear of missing out (FOMO).

FOMO memiliki kaitan yang erat dengan daring internet atau media sosial. Individu akan terus menerus mencari apa yang dilakukan pengguna lain dengan memantau melalui media sosial dan selalu mencari cara agar terhubung sehingga tidak tertinggal dengan pengguna lainnya. Ketakutan dikeluarkan dari kelompok sekitarnya inilah yang akan mengganggu kesehatan mental.

Namun, FOMO juga memiliki dampak positif khususnya bagi para Remaja. Beberapa diantaranya yaitu bisa meningkatkan motivasi untuk menjelajahi peluang baru, mencoba kegiatan baru, dan terlibat dalam interaksi sosial. Selain itu juga, seseorang dapat memperluas perspektif dengan mengamati dan belajar dari kegiatan atau prestasi orang lain sehingga wawasan yang dimiliki akan menjadi lebih luas.

Sehingga perlu diingat bahwa penting sekali untuk menemukan keseimbangan dan mengelola FOMO dengan cara yang sehat. FOMO yang berlebihan dan ketergantungan berlebihan pada media sosial masih dapat memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental. Dan kesejahteraan secara keseluruhan. Mendorong seseorang untuk mengembangkan kesadaran diri, menetapkan batasan, dan memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri data memastikan bahwa aspek positif dari FOMO dimanfaatkan sambil meminimalkan konsekuensi negatif potensial.

Rahma Raudia
Rahma Raudia
a 2nd year Medical student
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.