Minggu, Februari 22, 2026

Anatomi Risiko Gagal Panen: Gedebog Pisang sebagai Solusi

Fatin Nurfadillah
Fatin Nurfadillah
Mahasiswa semester 2 Sekolah Vokasi IPB University, program studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian. Memiliki ketertarikan pada isu pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal berbasis pertanian. Aktif mengerjakan tugas akademik berbasis penelitian lapangan.
- Advertisement -

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Kondisi ini juga tercermin di Desa Sirnasari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Pertanian menjadi bagian penting dari kehidupan warga, meskipun tidak semua warga bekerja sebagai petani. Kegiatan pertanian memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan lokal.

Di Desa Sirnasari, lahan pertanian mulai berkembang pasca bencana longsor yang terjadi pada Maret 2023 berkat inisiatif warga setempat. Lahan ini kemudian semakin terorganisir melalui aktifnya Kelompok Tani Dewasa (KTD) Sirnasari, yang berhasil mengubah area terdampak menjadi kebun hortikultura dan kolam perikanan. Keberhasilan kelompok tani ini juga menarik banyak anak muda setempat yang sebelumnya tidak memiliki kegiatan tetap sehingga beralih menjadi penggerak pertanian perkotaan.

Pertanian tetap rentan terhadap berbagai risiko meskipun lahan sudah dikembangkan. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah risiko gagal panen atau puso. Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (2025) mencatat bahwa risiko ini muncul akibat cuaca yang tidak menentu, serangan hama, kekeringan, banjir, dan perubahan curah hujan yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim global. Kondisi tersebut menuntut petani untuk memiliki strategi adaptasi yang tepat dalam mengelola usaha pertaniannya. Risiko-risiko ini tidak hanya berdampak pada turunnya hasil produksi, tetapi juga mengancam kesejahteraan petani dan ketahanan pangan lokal.

Hasil wawancara lapangan di Desa Sirnasari menunjukkan bahwa kondisi tanah bekas longsor merupakan faktor utama penyebab risiko gagal panen. Kondisi tersebut menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh petani setempat dalam menjalankan kegiatan budidaya. Tanah bekas longsor umumnya masih mengandung puing bangunan yang menyulitkan proses pengolahan lahan.

Selain itu, karakteristik tanah yang tidak stabil berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman. Penelitian Zhang et al. (2022) menunjukkan bahwa kejadian longsor dapat menurunkan kualitas fisik dan kimia tanah secara signifikan sehingga memengaruhi daya dukung lahan pertanian. Penurunan kualitas tanah ini berdampak langsung pada kemampuan lahan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya gagal panen dan penurunan produktivitas pertanian masyarakat.

Degradasi unsur hara tanah pascalongsor menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas lahan pertanian di Desa Sirnasari. Pergerakan massa tanah saat kejadian longsor menyebabkan hilangnya lapisan topsoil yang kaya bahan organik. Akibatnya, kemampuan tanah dalam menyimpan air dan menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman menurun. Struktur tanah menjadi lebih rapat dan berat sehingga akar tanaman sulit menembus dan memperoleh nutrisi yang cukup. Junedi et al. (2025) menyatakan bahwa perubahan penggunaan tanah yang menyebabkan degradasi fisik tanah berkaitan dengan penurunan kandungan bahan organik, porositas, permeabilitas, dan kadar air tanah yang tersedia.

Keterbatasan modal juga menjadi faktor yang memengaruhi risiko gagal panen di Desa Sirnasari. Modal yang dimiliki petani umumnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi dasar. Kondisi ini membatasi kemampuan petani dalam membeli benih unggul, pupuk tambahan, serta alat pertanian yang lebih memadai. Keterbatasan modal juga menyebabkan petani sulit melakukan perbaikan lahan secara optimal setelah terjadi longsor.

Sebagaimana diungkapkan dalam studi Novel et al. (2024), modal memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan usaha tani karena berkaitan langsung dengan kemampuan petani dalam menyediakan input produksi. Kurangnya modal membuat petani lebih rentan terhadap kerugian ketika hasil panen tidak sesuai harapan. Situasi ini memperbesar risiko kegagalan usaha tani dan menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

Keterbatasan modal tersebut berdampak langsung pada kurangnya ketersediaan alat pertanian yang memadai. Petani masih mengandalkan pengolahan lahan secara manual menggunakan alat sederhana seperti pacul. Kondisi ini menyulitkan proses pengolahan tanah keras bekas longsor sehingga hasil pengolahan menjadi kurang optimal. Proses kerja yang lambat juga menyebabkan kebutuhan tenaga dan waktu menjadi lebih besar. Zuhelmi et al. (2025) menyebutkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana pertanian berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan lahan dan produktivitas usaha tani. Keterbatasan alat pertanian berdampak pada keterlambatan masa tanam. Dampak tersebut pada akhirnya memengaruhi hasil produksi dan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Upaya mitigasi risiko gagal panen di Desa Sirnasari dapat dilakukan melalui perbaikan kesuburan tanah dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Penggunaan pupuk organik cair berbahan gedebog pisang menjadi salah satu alternatif yang relevan dengan kondisi lapangan karena bahan bakunya mudah diperoleh oleh petani setempat. Rekomendasi penggunaan gedebog pisang didasarkan pada fakta lapangan bahwa Desa Sirnasari memiliki banyak pohon pisang yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

- Advertisement -

Pupuk organik cair dari gedebog pisang mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan bahan organik tanah sehingga membantu memulihkan kondisi tanah pascalongsor. Penerapan pemupukan organik ini dapat mengurangi tingkat stres tanaman dan meningkatkan daya tumbuh tanaman pada lahan yang mengalami degradasi. Penelitian Widya Analisa dan Febrina Nur Annisa (2024) menunjukkan bahwa pupuk organik cair gedebog pisang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penerapan strategi ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen dan mendukung keberlanjutan usaha tani masyarakat Desa Sirnasari.

Penguatan permodalan dan pengelolaan alat pertanian secara bersama melalui kelompok tani diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan lahan. Keterbatasan kemampuan kelompok tani dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi menjadikan dukungan pihak luar sebagai faktor yang penting.

Dukungan tersebut dapat diperoleh melalui perhatian pemerintah yang didorong oleh penyampaian kondisi lapangan secara terdata dan koordinasi aktif antara kelompok tani, pemerintah desa, dan penyuluh pertanian. Kelompok tani yang aktif dan terorganisasi memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh dukungan permodalan serta sarana pertanian. Selain itu, penguatan kapasitas manajerial dan kelembagaan kelompok tani berperan penting dalam memastikan keberlanjutan pemanfaatan bantuan yang diberikan.

Pertanian pascabencana bukan sekadar upaya menanam kembali di atas tanah yang rusak. Ia adalah proses membangun ulang daya tahan sosial, ekologis, dan kelembagaan secara bersamaan. Inisiatif lokal seperti pemanfaatan gedebog pisang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kapasitas adaptif. Namun tanpa dukungan kebijakan, akses permodalan, dan penguatan kelembagaan yang konsisten, adaptasi tersebut akan berjalan tertatih. Ketangguhan pertanian tidak lahir dari keberanian petani semata, tetapi dari sistem yang memastikan mereka tidak menghadapi risiko sendirian.

Fatin Nurfadillah
Fatin Nurfadillah
Mahasiswa semester 2 Sekolah Vokasi IPB University, program studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian. Memiliki ketertarikan pada isu pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal berbasis pertanian. Aktif mengerjakan tugas akademik berbasis penelitian lapangan.
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.