Kamis, Juni 20, 2024

Sustainability Economics Industri Penerbangan Sipil

Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Profesional dan akademis dengan sejarah kerja, pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan dan bisnis kedirgantaraan. Alumni PLP/ STPI/ PPI Curug, Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, International Airport Professional (IAP) dari ICAO-ACI AMPAP dan Fellow Royal Aeronautical Society (FRAeS).

Narasi ekonomi berkelanjutan atau sustainability economics adalah pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan analisis ekonomi. Fokusnya adalah pada bagaimana aktivitas ekonomi dapat dilakukan dengan cara yang menjaga kelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial, dan kemakmuran ekonomi untuk generasi sekarang dan masa depan.

Berikut adalah beberapa elemen kunci dalam narasi ekonomi berkelanjutan:

  1. Triple Bottom Line: Ekonomi berkelanjutan menekankan pada pencapaian keseimbangan antara tiga aspek utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merusak lingkungan atau mengorbankan kesejahteraan sosial.
  2. Pengelolaan Sumber Daya Alam: Narasi ini menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan berkelanjutan. Ini termasuk penggunaan energi terbarukan, konservasi air, pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, dan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
  3. Inovasi dan Teknologi Hijau: Ekonomi berkelanjutan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi yang mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Contohnya adalah pengembangan kendaraan listrik, teknologi daur ulang, dan energi bersih seperti angin dan matahari.
  4. Keadilan Sosial dan Inklusivitas: Pendekatan ini menekankan pentingnya memastikan bahwa manfaat ekonomi dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang rentan. Ini mencakup upaya untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang layak.
  5. Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan: Narasi ini menolak konsep pertumbuhan ekonomi yang eksploitatif dan merusak, dan sebagai gantinya mendukung model ekonomi yang berfokus pada keberlanjutan jangka panjang. Ini berarti menciptakan nilai ekonomi tanpa merusak ekosistem atau menghabiskan sumber daya yang tidak dapat diperbarui.
  6. Penilaian Ekonomi dan Eksternalitas: Dalam ekonomi berkelanjutan, penting untuk memperhitungkan eksternalitas atau dampak ekonomi dari aktivitas bisnis yang tidak tercermin dalam harga pasar. Contohnya adalah biaya lingkungan dari polusi atau kerusakan ekosistem.
  7. Kebijakan dan Regulasi: Pemerintah memiliki peran kunci dalam membentuk kerangka kerja yang mendukung ekonomi berkelanjutan. Ini mencakup pengenalan regulasi lingkungan, insentif untuk praktik bisnis yang berkelanjutan, dan penalti untuk pelanggaran terhadap standar keberlanjutan.
  8. Pendidikan dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran publik dan pendidikan tentang pentingnya keberlanjutan merupakan aspek penting dalam mengubah perilaku dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya ekonomi berkelanjutan.

Narasi ekonomi berkelanjutan bukan hanya tentang mengubah cara kita berbisnis atau mengelola sumber daya, tetapi juga tentang mengubah cara kita berpikir tentang kemajuan dan kesejahteraan. Ini adalah upaya untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, tangguh, dan ramah lingkungan, yang dapat mendukung kehidupan yang berkualitas bagi semua orang di planet ini sekarang dan di masa depan.

Industri penerbangan sipil merupakan salah satu sektor yang menghadapi tantangan besar dalam mencapai keberlanjutan. Berikut adalah narasi sustainability economics dalam konteks industri penerbangan sipil:

  1. Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi

Industri penerbangan berupaya mengurangi emisi karbon dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengadopsi teknologi penerbangan yang lebih bersih. Pesawat modern dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, menggunakan material komposit yang lebih ringan, dan mesin yang lebih efisien.

  1. Bahan Bakar Alternatif

Penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel – SAF) menjadi fokus utama. SAF terbuat dari sumber daya terbarukan seperti biomassa, limbah, dan minyak nabati yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

  1. Pengelolaan Rute dan Operasional

Optimalisasi rute penerbangan dan prosedur operasional dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi. Teknologi manajemen lalu lintas udara yang lebih canggih membantu pesawat mengambil jalur yang lebih efisien, mengurangi waktu terbang, dan menghemat bahan bakar.

  1. Kompensasi Karbon

Banyak maskapai penerbangan telah memperkenalkan program kompensasi karbon yang memungkinkan penumpang untuk menebus emisi penerbangan mereka melalui investasi dalam proyek-proyek pengurangan karbon seperti reforestasi atau energi terbarukan.

  1. Inovasi Teknologi dan Desain Pesawat

Perkembangan teknologi pesawat listrik dan hybrid menjadi bagian penting dari masa depan penerbangan berkelanjutan. Perusahaan penerbangan dan manufaktur pesawat berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk menciptakan pesawat dengan nol emisi atau emisi rendah.

  1. Pengelolaan Bandara yang Berkelanjutan

Bandara juga berperan penting dalam upaya keberlanjutan. Mereka mengadopsi praktik ramah lingkungan seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang efisien, dan inisiatif hijau lainnya untuk mengurangi jejak karbon mereka.

  1. Keadilan Sosial dan Ekonomi

Penerbangan berkelanjutan juga mempertimbangkan aspek sosial, memastikan bahwa perkembangan industri ini tidak merugikan komunitas lokal. Ini mencakup penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan, investasi dalam komunitas, dan upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat sekitar bandara.

  1. Kebijakan dan Regulasi

Regulasi pemerintah memainkan peran penting dalam mendorong industri penerbangan menuju keberlanjutan. Ini termasuk standar emisi yang ketat, insentif untuk penggunaan bahan bakar alternatif, dan dukungan untuk penelitian dan pengembangan teknologi hijau.

  1. Kolaborasi Global

Karena penerbangan adalah industri global, kerja sama internasional diperlukan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Organisasi seperti International Civil Aviation Organization (ICAO) mengkoordinasikan upaya global untuk mengurangi emisi dan mengembangkan standar industri yang lebih hijau.

  1. Kesadaran dan Pendidikan Penumpang

Peningkatan kesadaran di kalangan penumpang tentang dampak lingkungan dari penerbangan dan pilihan yang lebih berkelanjutan, seperti memilih maskapai yang lebih ramah lingkungan atau ikut serta dalam program kompensasi karbon, sangat penting untuk mendorong perubahan.

Narasi ekonomi berkelanjutan dalam industri penerbangan sipil mencakup upaya komprehensif yang melibatkan inovasi teknologi, regulasi, efisiensi operasional, dan partisipasi masyarakat. Tujuan utamanya adalah menciptakan industri penerbangan yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas global tanpa mengorbankan kesejahteraan lingkungan dan sosial.

Tantangan

Industri penerbangan sipil menghadapi sejumlah tantangan signifikan dalam upaya mencapai keberlanjutan ekonomi. Berikut adalah beberapa tantangan utama:

  1. Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil

Pesawat saat ini sebagian besar masih bergantung pada bahan bakar jet berbasis fosil, yang merupakan sumber utama emisi karbon dioksida (CO2) dari industri penerbangan. Menggantikan bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti biofuel atau bahan bakar sintetis, menghadapi kendala teknologi, biaya, dan ketersediaan.

  1. Biaya Pengembangan dan Implementasi Teknologi Baru

Pengembangan dan adopsi teknologi baru, seperti pesawat listrik atau hybrid, memerlukan investasi yang sangat besar. Selain itu, infrastruktur pendukung untuk teknologi ini, seperti stasiun pengisian bahan bakar listrik atau fasilitas produksi bahan bakar alternatif, juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

  1. Regulasi dan Kebijakan

Regulasi yang tidak seragam di berbagai negara dapat menyulitkan penerapan standar keberlanjutan yang konsisten di seluruh dunia. Selain itu, peraturan yang ketat dan bervariasi bisa menjadi penghalang bagi inovasi dan investasi dalam teknologi baru.

  1. Emisi Non-CO2

Selain CO2, pesawat juga menghasilkan emisi non-CO2 seperti nitrogen oksida (NOx), uap air, dan partikel lain yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Mengatasi semua jenis emisi ini memerlukan pendekatan teknologi dan regulasi yang lebih komprehensif.

  1. Ketidakpastian Ekonomi

Fluktuasi harga bahan bakar, perubahan dalam kebijakan iklim, dan dinamika pasar global dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi yang mempengaruhi investasi dalam inisiatif keberlanjutan. Pandemi COVID-19, misalnya, telah menunjukkan betapa rentannya industri penerbangan terhadap gangguan ekonomi global.

  1. Keterbatasan Infrastruktur

Banyak bandara dan fasilitas terkait tidak dirancang untuk mendukung teknologi baru yang lebih berkelanjutan. Mengupgrade infrastruktur yang ada untuk mengakomodasi pesawat listrik atau biofuel bisa sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama.

  1. Kepedulian dan Partisipasi Konsumen

Kesadaran dan permintaan konsumen terhadap penerbangan berkelanjutan masih bervariasi. Tanpa dorongan signifikan dari penumpang, maskapai penerbangan mungkin kurang termotivasi untuk berinvestasi dalam praktek keberlanjutan yang lebih mahal.

  1. Keamanan dan Keselamatan

Setiap perubahan teknologi dalam industri penerbangan harus melalui uji keamanan yang ketat untuk memastikan keselamatan penumpang. Proses sertifikasi ini bisa memakan waktu lama dan mahal, sehingga memperlambat adopsi teknologi baru.

  1. Rantai Pasok yang Kompleks

Industri penerbangan memiliki rantai pasok yang sangat kompleks dan global. Mengintegrasikan praktek berkelanjutan di seluruh rantai pasok ini – mulai dari produksi bahan bakar hingga operasi bandara – adalah tantangan besar.

  1. Perubahan Iklim dan Dampaknya

Perubahan iklim itu sendiri, seperti cuaca ekstrem dan naiknya permukaan laut, dapat mempengaruhi operasi bandara dan rute penerbangan. Menghadapi dampak ini memerlukan adaptasi yang juga membutuhkan investasi signifikan.

Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, peneliti, dan masyarakat. Pendekatan multifaset yang mencakup inovasi teknologi, regulasi yang mendukung, serta perubahan perilaku konsumen dan operasional akan sangat penting untuk mewujudkan keberlanjutan ekonomi dalam industri penerbangan sipil.

Way Forward

Untuk mengatasi tantangan dan mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan dalam industri penerbangan sipil, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif. Berikut adalah beberapa cara ke depan (way forward) yang dapat diambil:

  1. Pengembangan dan Penerapan Teknologi Bersih
  • Investasi dalam R&D: Meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan yang lebih efisien dan rendah emisi, seperti pesawat listrik, hibrida, dan pesawat berbahan bakar hidrogen.
  • Penggunaan Bahan Bakar Alternatif: Mempercepat produksi dan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dengan memberikan insentif fiskal dan regulasi yang mendukung.
  1. Optimisasi Operasional
  • Manajemen Lalu Lintas Udara: Menerapkan sistem manajemen lalu lintas udara yang lebih efisien untuk mengurangi waktu penerbangan dan konsumsi bahan bakar.
  • Optimalisasi Rute: Mengoptimalkan rute penerbangan untuk mengurangi jarak tempuh dan waktu di udara, sehingga mengurangi emisi.
  1. Peningkatan Infrastruktur
  • Modernisasi Bandara: Mengembangkan infrastruktur bandara yang mendukung teknologi baru, seperti stasiun pengisian listrik untuk pesawat listrik dan fasilitas produksi serta penyimpanan SAF.
  • Energi Terbarukan: Mendorong penggunaan energi terbarukan di bandara dan fasilitas terkait, seperti solar panels dan turbin angin.
  1. Kebijakan dan Regulasi
  • Standar Emisi: Mengadopsi standar emisi yang lebih ketat secara global untuk mendorong industri menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
  • Incentives and Subsidies: Memberikan insentif dan subsidi untuk perusahaan penerbangan yang mengadopsi teknologi hijau dan praktik operasional yang berkelanjutan.
  1. Kolaborasi dan Kerjasama Global
  • Inisiatif Internasional: Berpartisipasi dalam inisiatif dan kerjasama internasional seperti program CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) dari ICAO untuk mengurangi emisi karbon secara global.
  • Public-Private Partnerships: Mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta untuk investasi dalam teknologi dan infrastruktur berkelanjutan.
  1. Kompensasi dan Offsetting Karbon
  • Program Kompensasi: Memperkuat dan memperluas program kompensasi karbon untuk menyeimbangkan emisi yang tidak dapat dihindari dengan mendanai proyek-proyek pengurangan emisi, seperti reforestasi dan energi terbarukan.
  • Transparansi dan Pelaporan: Meningkatkan transparansi dalam pelaporan emisi dan upaya pengurangan emisi untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan akuntabilitas.
  1. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan
  • Kampanye Edukasi: Mengadakan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran penumpang tentang pilihan penerbangan yang lebih berkelanjutan dan dampak lingkungan dari penerbangan.
  • Pelatihan Industri: Memberikan pelatihan kepada karyawan industri penerbangan tentang praktik berkelanjutan dan inovasi teknologi hijau.
  1. Fokus pada Ekuitas Sosial
  • Keadilan Sosial: Memastikan bahwa perubahan menuju keberlanjutan tidak mengorbankan kesejahteraan sosial dan ekonomi komunitas lokal di sekitar bandara dan fasilitas penerbangan.
  • Akses yang Merata: Mengembangkan program-program yang memastikan akses terhadap penerbangan berkelanjutan yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
  1. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja
  • Indikator Keberlanjutan: Mengembangkan dan menggunakan indikator kinerja utama (KPI) untuk mengukur kemajuan dalam penerapan praktik berkelanjutan.
  • Audit dan Review: Melakukan audit berkala dan review untuk memastikan bahwa target keberlanjutan tercapai dan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
  1. Inovasi dan Adaptasi
  • Inkubator Teknologi: Membentuk inkubator teknologi untuk mendukung startup dan inovator yang bekerja pada solusi berkelanjutan untuk industri penerbangan.
  • Adaptasi Berkelanjutan: Menyusun strategi adaptasi untuk menghadapi perubahan iklim dan dampaknya terhadap operasi penerbangan dan infrastruktur bandara.

Dengan mengadopsi langkah-langkah strategis ini, industri penerbangan sipil dapat bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungannya, dan memastikan kelangsungan ekonominya untuk generasi mendatang.

Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Profesional dan akademis dengan sejarah kerja, pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan dan bisnis kedirgantaraan. Alumni PLP/ STPI/ PPI Curug, Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, International Airport Professional (IAP) dari ICAO-ACI AMPAP dan Fellow Royal Aeronautical Society (FRAeS).
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.