Jumat, April 23, 2021

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Tribun Tak Selalu Tuyul, Ini Yang Hebat dari Tribun di Bulan Mei

Kita baru saja selamat melayari bulan Mei. Banyak peristiwa besar tertambat di sana; baik yang berada di masa yang jauh maupun baru meledak di...

Ahok, Penistaan Agama, dan Defisit Percaya Diri Kaum Muslim

Gelombang demonstrasi yang akan dimobilisasi Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok Islam garis keras lain menggambarkan defisit percaya diri kaum Muslim yang kian akut....

Soekarno Menuju Pembebasan Nasional

Bicara soal revolusi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan sosok kepemimpinan Soekarno, dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai seorang yang didaulat menjadi bapak revolusi,...

Jihad Versus Industri Senjata

Jika Anda menyaksikan teroris beraksi, apa yang sangat menonjol Anda kenali? Mungkin seseorang meneriakkan jihad. Tapi juga senjata, bukan? Yang terus bertahan di benak...
Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu buruk seperti bayangan orang, hancur berkeping-keping. Nyatanya, ungkap Sri Mulyani, kontraksi ekonomi Indonesia tidak seburuk negara-negara lain. Bahkan Indonesia hanya sedikit di bawah China — satu satunya negara yang sudah mampu mengatasi keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

Betul, pandemi Covid-19 membuat perekonomuan dunia sangat terpuruk. Berdasarkan laporan terbaru IMF di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Sri Mulyani mengemukakan kondisi perekonomian global menghadapi tekanan luar biasa sepanjang 2020. Perekonomian seluruh negara, termasuk anggota G20 mengalami kontraksi hebat. Namun, posisi Indonesia masih lebih baik. Jauh lebih baik ketimbang Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat sekalipun.

Indonesia, ungkap Sri Mulyani, diperkirakan IMF mengalami kontraksi hanya 1,5 persen pada tahun 2020. Ini kontraksi yang jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika — meski masih minus.

Dengan kontraksi minus 1,5 persen itu, Indonesia berada di posisi kedua, di bawah China yang positif 1,9 persen. Di bawah Indonesia ada Korea Selatan yang diproyeksi oleh IMF minus 1,9 persen dan Rusia minus 4,1 persen.

“Indonesia di antara kelompok G20 pertumbuhan ekonominya masih terbaik kedua sesudah China, ” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konpers APBN Kita, Selasa (24/11/2020). Pernyataan IMF yang dikutip Sri Mulyani, jelas membuat kita bangsa Indonesia agak lega. Bisa tersenyum. Setidaknya akan membangkitkan optimisme.

Menurut Sri Mulyani, akibat pandemi Covid-19 hampir semua negara ekonominya down pada kuartal kedua dan ketiga. Karena pandemi mempengaruhi seluruh negara, tidak pandang bulu, maka ketahanan ekonomi tiap-tiap negara akan sangat diuji. Keberhasilan menghadapi ujian itu, tergantung bagaimana negara tersebut mengantisipasinya. Oleh karena itu, semua negara saat ini menjalankan strategi counter cyclical melalui APBN atau kebijakan fiskal. Jelas Sri Mulyani.

“Indonesia ada di bagian yang dianggap cukup rendah modestnya, yaitu di sebelah kanan, sesudah China. Dan perubahan dari sisi defisit ini adalah untuk memberikan support bagi perekonomian, khususnya untuk belanja di bidang kesehatan,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers melalui YouTube Ministry of Finance Republic of Indonesia.

Adanya counter cyclical ini, lanjut Sri, kemudian menyebabkan hutang pemerintah semua negara mengalami kenaikan, termasuk Indonesia. Tapi bagi Indonesia, kenaikan hutang itu, masih berada di koridor aman. Bahkan masih belum menyentuh batas rasio yang ditetapkan undang-undang. Rasio tersebut dianggap masih aman karena, bila mengacu UU 17/2013 tentang Keuangan Negara, memperbolehkan rasio utang hingga menyentuh 60% dari PDB.

Berdasarkan pengamatan IMF terhadap negara-negara maju (G20) rata-rata angka kenaikan hutangnya luar biasa. Rerata utang mereka sebelum krisis di tingkat 100 persen dari GDP. Kini saat menghadapi pandemi Covid-19, hutangnya melonjak di sekitar 130 persen dari GDP.

Sementara itu, Indonesia, utang pemerintah selama ini berada di sekitar 30 persen. Kemudian naik menjadi 36 hingga 37 persen di era pandemi. Terlihat, hutang Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain, masih relatif kecil. Ini terjadi karena ekonomi Indonesia punya ketahanan, khususnya di sektor tradisional. Pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, UMKM, dan sektor tradisional lain, ikut menopang ketahanan perekonomian Indonesia di masa pandemi.

Meski demikian, Indonesia tidak boleh lengah. Karena pandemi ini belum bisa diprediksi kapan berakhir. Karena itu Indonesia harus tetap menjaga kondisi ekonominya di semua lini, supaya tetap baik dan fiskalnya sustainable. Tutur Sri Mulyani.

Seperti diketahui, pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 5,32 persen. Pada kuartal ketiga, minus -3,49 persen. Betul Indonesia masuk kategori resesi. Tapi tidak berarti, ekonomi Indonesia ambruk. Tak tertolong. Sebaliknya, Indonesia — dengan pengalaman menghadapi resesi berkali-kali dan selamat — akan mampu membalikkan keadaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, China masih menjadi negara tujuan ekspor utama Indonesia. Pada Oktober 2020, peningkatan ekspor tertinggi RI ke China mencapai US$ 234,7 juta. Nilai ini meningkat 8,94% dibandingkan dengan September 2020.

Dengan peningkatan ekspor ini, maka total ekspor nonmigas RI ke China menjadi US$ 2,86 miliar. Meningkat dari September yang tercatat sebesar US$ 2,62 miliar. Dari gambaran di atas, pulihnya ekonomi China, jelas akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Negara lain yang juga jadi tujuan ekspor Indonesia dan terus meningkat nilainya adalah Vietnam dengan nilai US$ 96,1 juta, Filipina US$ 83,3 juta. Lalu Malaysia US$ 65,8 juta dan Spanyol senilai US$ 54,8 juta. Ke depan, dengan makin efisiennya sistem perekonomian Indonesia — berkat pelajaran ekonomi digital akibat pandemi — insya Allah, Indonesia akan mampu membalikkan kondisi keterpurukan ini menjadi lompatan yang menakjubkan. Pelajaran ekonomi digital selama pandemi yang berhasil membuka mata semua rakyat Indonesia terhadap “pasar tanpa batas” akan menjadikan Indonesia “the first champion of world economy”. Semoga.

Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.