Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Nemanja Matic, Kang Dedi, dan Wacana Munaslub Golkar | GEOTIMES
Jumat, April 16, 2021

Nemanja Matic, Kang Dedi, dan Wacana Munaslub Golkar

Al-Musta’in: Khalifah Keduabelas yang Dipaksa Lengser

Sesaat setelah Khalifah al-Muntashir dibunuh akibat diracun atas rekayasa para Jenderal Turki, timbul pertanyaan siapa yang akan berkuasa berikutnya? Kalau memilh putra al-Muntashir, nanti...

Nama Kontes Ketampanan itu Pilkada Jakarta

Sepertinya tim sukses Bung Sandiaga Uno membaca Geotimes dan mendengarkan saran saya kalau Jakarta butuh pemimpin ganteng, seksi, dan mampu ereksi(1). Buktinya, Bung Sandi...

Munir dan Negara yang Akrab dengan Kehilangan dan Menghilangkan

Saat itu saya tengah asyik menikmati sesi diskusi dengan Jan Breman, sosiolog Universitas Amsterdam, yang kebetulan tengah bertandang ke Historia, majalah sejarah tempat saya...

Revisi UU MD3: Bikameralisme yang Terlupakan

Kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua DPD Irman Gusman menjadi isyarat negatif dari proses panjang penguatan sistem bikameralisme kita. Politisi DPR yang memang tidak...
Avatar
Farid Farhan
Pegiat Pesantren dan Majelis Taklim

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki “mainan” baru bernama Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sebagai kader yang dibesarkan oleh partai berlambang pohon beringin itu, Dedi tentu merasa gerah dengan tren elektabilitas partai besutan Setya Novanto tersebut. Partai ini terancam kehilangan “marwah” sebagai partai besar, menuju partai “medioker”.

Sebagai Ketua Umum, alih-alih Novanto dapat berperan sebagai tokoh protagonis partai, dosa masa lalunya malah menjadi momok menakutkan bukan hanya bagi partai yang dia pimpin, melainkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Akibat perbuatan yang disangkakan kepada dirinya, puluhan juta rakyat Indonesia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan e-KTP (KTP elektronik), karena pengadaan kartu yang konon berbasis ‘chip’ tersebut dikorupsi secara berjamaah.

Tuah e-KTP pun diketahui melanda Partai Golkar, Setya Novanto ditetapkan untuk kali kedua sebagai tersangka atas kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun tersebut. Drama penggeledahan rumah mewah milik mantan sopir Hayono Isman itu sampai sinetron tiang listrik pun menghiasi time line seluruh platform media, baik sosial, online, cetak maupun elektronik. Alhasil, Partai Golkar berada di titik nadir.

Partai Golkar “dipaksa” terjerembab dalam citra buruk ketua umumnya. Memasuki tahun politik Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019, Partai Golkar hanya menyisakan elektabilitas 10,9% saja. Sebagai “Begawan Politik” yang mampu menjadi penyelamat partai, Akbar Tandjung sampai mengatakan bahwa partai yang pernah dia pimpin itu akan segera “kiamat” jika tidak dilakukan langkah-langkah penyelamatan.

“Wangsit” dari Sang Begawan nampaknya berhasil ditangkap oleh Dedi Mulyadi. Baik Akbar maupun Dedi terlahir dan dewasa dari rahim yang sama, yakni Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI. Mereka berdua adalah kakak-adik, meski tentu saja jam terbang politik yang dimiliki oleh Akbar Tandjung jauh lebih banyak.

Kondisi Partai Golkar saat ini mirip dengan keadaan Manchester United di tahun pertama dalam asuhan Jose Mourinho. Tanpa gelandang bertahan yang mumpuni, tim dengan sejarah besar itu terseok di Premier League, kompetisi kasta tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth. Asa menggapai juara pun datang setelah public Old Trafford menyaksikan performa rekrutan anyar di musim kedua Jose Mourinho, Nemanja Matic.

Nemanja Matic.

Menganalisa skema milik Jose Mourinho di Manchester United, peran yang sedang dimainkan Dedi Mulyadi kini adalah sama persis dengan peran Nemanja Matic. Nama terakhir ini menjadi gelandang bertahan yang sekaligus bertugas mengatur ritme permainan. Bola dia alirkan dari lini belakang ke lini depan, posisi yang ditempati oleh Paul Pogba.

Sebagai pemain tengah, Dedi pun melakukan hal yang sama. Ia berdiri di antara pengurus DPD Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang dia pimpin, mengalirkan bola ke lini depan di mana para pengurus DPP Golkar memainkan peran sebagai lembaga yang wajib menindaklanjuti usulan Munaslub.

Serangan dari kubu Novanto yang kadung memutuskan Plt Ketua Umum yang diisi oleh Idrus Marham pun berhasil di-intercept oleh Dedi Mulyadi dengan cara elegan. Yakni, menggalang dukungan DPD Provinsi Partai Golkar di seluruh Indonesia. Kabarnya, sudah 31 DPD Provinsi yang menandatangani petisi Munaslub untuk melengserkan Novanto.

Kesaktian Nemanja Matic dalam skuad Manchester United setara dengan kemampuan yang dimiliki oleh Ander Herrera dan Michael Carrick. Kecepatan milik Herrera dan kekuatan milik Carrick lengkap berada dalam diri Matic. Pun begitu dengan Dedi Mulyadi, kecepatan mengambil momentum milik Idrus Marham dan kekuatan narasi politik milik Akbar Tandjung, lengkap berada dalam diri Dedi.

Kini, bola hasil gocekan Dedi Mulyadi telah diterima oleh Airlangga Hartarto. Minggu kedua Desember ini menjadi momentum titik balik bagi Partai Golkar untuk mengkonsolidir diri menjelang berbagai kontestasi politik seperti Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019 melalui perhelatan Munaslub.

Publik boleh mulai menyaksikan kembali permainan atraktif Partai Golkar dalam melakukan pemulihan sekaligus menghiasi isu-isu politik dalam negeri. Hemat saya, Beringin akan kembali pada khittah-nya sebagai partai kader yang menyajikan narasi-narasi konstruktif untuk pembangunan.

Kolom terkait:

Golkar Pasca Setya Novanto

Menunggu Golkar Masuk Kubur di Jawa Barat

Siasat Golkar Merangkul Kang Emil, “Mendepak” Kang Dedi

Setya Novanto dan 3 Kir (Mangkir, Mungkir, Terjungkir)

Setya Novanto dan Ketidakabsahan DPR

Avatar
Farid Farhan
Pegiat Pesantren dan Majelis Taklim
Berita sebelumnyaMaulid Nabi di Natalan Gereja
Berita berikutnyaBertemu Hamdi Zaqzuq
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Generasi Z dan Radikalisme Beragama

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, menggegerkan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena jenis ledakan yang masuk kategori...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Dua Sisi Media Digital Terhadap Budaya Lokal

Mari kita mulai membaca dan sambil memperhatikan sekitar kita tentang Media,Budaya, dan Jati Diri. Mungkin kita sudah mengetahui istilah Globalisasi. Globalisasi itu ditandai dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.