Senin, April 6, 2026
- Advertisement -.

CATEGORY

Opini

Runtuhnya Multilateralisme dan Menguatnya Unilateralisme

Tatanan dunia pasca-Perang Dingin yang dibangun di atas fondasi multilateralisme tengah menghadapi ujian terberatnya. Di tengah hiruk-pikuk kegagalan kolektif, institusi internasional yang seharusnya menjadi...

Partial WFH: Fiscal Relief or Demand Suppression?

The government’s plan to encourage a one-day-per-week work-from-home (WFH) policy emerges under unusual circumstances: global geopolitical tensions that may disrupt the world’s oil supply....

Menavigasi Tekanan Section 301: Saatnya Indonesia Bermain Taktis

Bagi perekonomian yang sudah terdampak oleh konflik bersenjata Iran-AS-Israel, investigasi baru Gedung Putih terkait indikasi “praktik perdagangan tidak adil” hanya akan menambah masalah. Seiring...

Ketika Jaringan Menjadi Sumber Daya Utama Perusahaan

Di era ekonomi yang semakin terkoneksi, keunggulan kompetitif tidak lagi semata-mata hanya lahir dari dalam perusahaan. Mesin produksi yang canggih, sumber daya manusia yang...

Kuota 30% Perempuan: Representasi atau Sekadar Simbolik?

Pemerintah membuat aturan tentang kewajiban kuota representasi perempuan sekurang-kurangnya 30% dalam kepengurusan partai politik yang didasari dengan pemenuhan kesetaraan, hal tersebut dapat kita lihat...

Mengerek kapasitas Fiskal Daerah Melalui Opsen PPh Orang Pribadi

Kapasitas fiskal daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam agenda desentralisasi fiskal di Indonesia. Berdasarkan PMK Nomor 97/2025 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah, terlihat...

Budaya Overthinking, Ketika Pikiran Tak Pernah Tenang

Jam dua pagi, notifikasi sudah berhenti berbunyi, tetapi pikiran justru semakin ramai. Kekhawatiran tentang masa depan, penilaian orang lain, hingga keputusan kecil yang seharusnya...

Naturalisasi Pemain, Cara Instan Kerek Prestasi?

Pada 10 September 2024 lalu, tim nasional (timnas) sepak bola putra Indonesia membuat kejutan dengan berhasil menahan imbang tim kuat Australia dengan skor 0-0...

Apa itu Baik?

Sebelum Nietzsche, pentolan filsuf yang punya konsep tersusun rapi tentang sesuatu adalah Baruch Spinoza. Konsep pemikiran filsafat yang ditelisik oleh Spinoza diantaranya tentang 'baik'...

Artikel Terbaru

- Advertisement -.

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.