Minggu, Mei 9, 2021

PAN Akan Tarik Diri dari Pansus Jika Rugikan KPK

Ekonom: Penurunan Harga BBM Sudah Terlambat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pertamina mengkaji ulang harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium serta menurunkan harga BBM meski sedikit. Namun beberapa kalangan...

PAN Gelar Rakernas Bahas Pilkada dan Pemenangan Pemilu 2019

Jakarta, 8/8 - Partai Amanat Nasional akan menggelar Rapat Kerja Nasional ke-III pada 21-23 Agustus 2017 di Bandung untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang pelaksanaan...

Indeks Korupsi di Tubuh Militer Dinilai Ada Perbaikan

Upaya Kementerian Pertahanan/TNI dalam mengendalikan risiko korupsi di tubuh militer tampaknya sudah mulai menunjukkan hasil. Hal ini terlihat dari perubahan indeks antikorupsi militer (IAKM)...

Menteri Susi Desak PBB Terbitkan Hukum Kelautan

Surabaya, 11/8 - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendesak Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menerbitkan Rights of Ocean atau aturan hukum yang melindungi potensi kelautan...

Ketua MPR Zulkifli Hasan melambaikan tangan dari mobil usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (18/7). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/17.

Malang, 28/7 – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan partainya akan menarik diri dari Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Tugas dan Wewenang KPK kalau Pansus bertujuan melemahkan institusi pemberantasan korupsi tersebut.

“Soal angket, sekarang kami sedang evaluasi, kalau merugikan KPK, kami akan menarik diri,” kata Zulkifli di sela-sela “press gathering” di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Zulkifli mengatakan jangan sampai ada pendapat di masyarakat bahwa Pansus Angket dituduh barter dengan kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik.

Dia menegaskan kalau sampai nanti dalam perjalanannya pansus cenderung melemahkan kelembagaan KPK maka PAN akan mengambil sikap tegas.

Zulkifli mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan yang diambil PAN terkait posisi di Pansus Hak Angket KPK karena masih melakukan evaluasi saat ini.

Sebelumnya Fraksi PAN DPR akan mengevaluasi keberadaannya di Panitia Khusus Hak Angket tentang Tugas dan Wewenang KPK, dan kemungkinan besar akan menarik anggotanya dari pansus tersebut, kata Sekretaris Fraksi PAN Yandi Susanto.

“Kami sedang evaluasi kinerja pansus, paling akurat akan panggil anggota kami untuk mengetahui progres di dalamnya. Tapi kecenderungannya setelah kita pantau kinerja pansus, kemungkinan besar akan kami tarik,” katanya di Jakarta, Rabu (26/7).

Dia menjelaskan keputusan itu bukan tiba-tiba karena semua anggotanya dipantau, misalnya di Pansus Angket KPK, Pansus Pemilu, dan Pansus Otonomi Daerah.

Karena itu, menurut dia, hasil evaluasi yang dilakukan FPAN terukur, terarah, dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Salah satu kecenderungannya, kami menganggap Pansus Angket ingin melemahkan KPK padahal PAN bergabung ke pansus punya niat untuk memperkuat KPK,” ujarnya.

Yandri menilai selama ini pansus sudah kehilangan arah dalam tujuan awal untuk memperbaiki dan memperkuat kinerja KPK.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.