Selasa, Mei 28, 2024

Uni Eropa Memperpanjang Sanksi terhadap Iran

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (tengah) duduk di sebelah Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini saat bertemu dengan menter luar negeri dari AS, Perancis, Rusia, Jerman, Tiongkok dan Inggris di sebuah hotel tempat pertemuan pembahasan nuklir Iran di WIna, Austria, Senin (6/7). Zarif mengatakan beberapa perbedaan masih ada antara Iran dan keenam kekuatan dunia mengenai program nuklir Iran menjelang tenggat waktu hari ini untuk mencapai kesepakatan mengakhiri sengketa selama 12 tahun. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (tengah) duduk di sebelah Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini saat bertemu dengan menter luar negeri dari AS, Perancis, Rusia, Jerman, Tiongkok dan Inggris di sebuah hotel tempat pertemuan pembahasan nuklir Iran di WIna, Austria, Senin (6/7). Zarif mengatakan beberapa perbedaan masih ada antara Iran dan keenam kekuatan dunia mengenai program nuklir Iran menjelang tenggat waktu hari ini untuk mencapai kesepakatan mengakhiri sengketa selama 12 tahun. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria

Uni Eropa memperpanjang pembekuan sanksi-sanksi yang dikenakan terhadap Iran hingga Senin.

Langkah itu merupakan pembekuan kedua kalinya yang diterapkan bulan ini guna memberikan cukup waktu bagi perundingan yang berlangsung tegang di Wina tentang upaya menyepakati perjanjian nuklir.

“Untuk memberikan waktu yang cukup bagi perundingan yang sedang berjalan guna mencapai penyelesaian jangka panjang atas masalah nuklir Iran, Dewan (Eropa) telah memperpanjang hingga 13 Juli 2015 penangguhan sanksi-sanksi,” kata pernyataan dewan.

Uni Eropa mengumumkan pada 30 Juni tenggat waktu bagi tercapainya perjanjian di Wina. Uni Eropa akan memperpanjang pembekuan tersebut selama satu pekan sementara perundingan yang sangat sulit itu hanya membuat kemajuan lambat.

Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat sedang berupaya menghindarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir sebagai imbalan bagi pencabutan sanksi-sanksi internasional yang merusak perekonomian Iran.

Kedua pihak mengatakan mereka ingin mencapai kesepakatan namun begitu banyak kecurigaan sementara perundingan juga berjalan tersendat-sendat.

Jumat, kemarin, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan, kemajuan “Benar-benar lambat … masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan.”

Hammond mengatakan ia berharap bahwa dalam waktu 12 jam ke depan, para ahli akan mencapai lebih banyak kemajuan dalam naskah perjanjian dan kemudian kita bisa berkumpul kembali besok untuk melihat apakah kita bisa melewati rintangan-rintangan terakhir itu. (Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.