Minggu, Mei 26, 2024

Rusia: Program Nuklir Iran Akan Lepas dari Dimensi Militer

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (tengah kiri) dan Kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi (tengah kanan) berbicara dengan para ajudan usai sesi negosiasi pagi dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengenai program nuklir Iran di Lausanne, Swiss, Kamis (19/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (tengah kiri) dan Kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi (tengah kanan) berbicara dengan para ajudan usai sesi negosiasi pagi dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengenai program nuklir Iran di Lausanne, Swiss, Kamis (19/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder

Pemeriksaan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) saat ini memungkinkan menyingkirkan dimensi militer dari program nuklir Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov kepada wartawan, Kamis, kemarin.

“Langkah yang ditetapkan dalam protokol tambahan (untuk kesepakatan jaminan IAEA) itu cukup memadai sehingga dapat menghapus semua masalah, yang mungkin masih tetap ada, terkait kemungkinan dimensi militer,” kata Ryabkov sebagaimana dikutip dari TASS.

“IAEA dapat memperoleh akses tapi badan itu harus memberikan informasi berdasarkan pada maksudnya untuk memperoleh akses,” katanya.

“Jika melanjutkan dari fakta bahwa protokol tambahan akan digunakan di Iran entah bagaimana, itu berarti bahwa IAEA akan bekerja dengan Teheran tanpa keputusan tambahan dan akan memperjelas pertanyaan-pertanyaannya saat bekerja sama dengan Teheran, memotivasi langkah-langkahnya dan – dalam kerangka komitmen Iran, menerima balasan tentang fasilitas yang akan datang, lihat dan periksa,” kata diplomat Rusia itu seraya menambahkan “protokol tambahan mengacu pada aktivitas nuklir,” katanya.

“Mereka tidak bisa membantu untuk memverifikasi apakah torpedo atau landasan untuk pesawat ruang angkasa yang dibangun di suatu tempat,” kata Ryabkov.

“Kesulitan berakar pada kenyataan bahwa sejumlah rekan menunjukkan niat untuk mengaburkan perbedaan dan menggunakan protokol tambahan sebagai sarana akses yang sah untuk masalah yang tidak terkait dengan aktivitas nuklir,” katanya. (Antara/OANANews)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.