Jumat, April 19, 2024

Kementerian Perhubungan Pugar 3 Stasiun di Jabodetabek

Petugas memberi tanda untuk rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di Stasiun KA Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/7). Revitalisasi Stasiun KA Palmerah yang diresmikan hari ini dengan luas 2.520 meter persegi tersebut, menghabiskan total dana Rp 36 miliar yang dibiayai dari APBN, mampu menampung 30 ribu penumpang setiap hari dan ditunjang dengan berbagai fasilitas umum. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Petugas memberi tanda untuk rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di Stasiun KA Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/7). Revitalisasi Stasiun KA Palmerah yang diresmikan hari ini dengan luas 2.520 meter persegi tersebut, menghabiskan total dana Rp 36 miliar yang dibiayai dari APBN, mampu menampung 30 ribu penumpang setiap hari dan ditunjang dengan berbagai fasilitas umum/ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Setelah Stasiun Palmerah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berniat melakukan revitalisasi sejumlah stasiun yang dilintasi oleh Kereta Rel Listrik (KRL).

Pemugaran dilakukan agar pengguna KRL tidak lagi berdesak-desakan karena jumlah penumpang yang terus meningkat tiap tahunnya. Dalam kurun waktu setahun, jumlah penumpang mencapai 75%. Saat ini jumlah penumpang kereta komuter atau kereta rel listrik (KRL) berkisar 870 ribu orang per hari. Bahkan pernah dalam sehari mencapai 914 ribu  orang penumpang. Padahal jumlah penumpang KRL tahun ini ditargetkan 700 ribu hingga 800 ribu orang per hari.

Dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara Perubahan (APBNP) yang membutuhkan dana mencapai Rp 60 miliar, akan memperbaiki Stasiun Kebayoran, Stasiun Parung dan Stasiun Parung Panjang.

Menurut Hermanto Dwi Atmoko Direktur Jenderal Perkeretaapian dalam kemenhub.go.id, pengembangan ini rencananya akan selesai akhir 2015. Pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari revitalisasi yang sudah dilakukan di Stasiun Palmerah dan Stasiun Duri.

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi ketiga stasiun ini lebih kecil dari anggran revitalisasi Stasiun Palmerah yang mencapai Rp 36 miliar. Kebutuhan untuk tiga stasiun ini masing-masing berkisar Rp 20 miliar.

Stasiun Palmerah terbukti berhasil meningkatkan jumlah penumpang setelah dilakukan pemugaran. Dalam catatan Hermanto jumlah penumpang perhari sebelum dilakukan pemugaran mencapai 11.805 penumpang. Sedangkan setelah pemugaran jumlah penumpang meningkat menjadi 12.585 penumpang.

Meskipun sudah dilakukan pemugaran, Stasiun Palmerah masih minim tempat duduk untuk menunggu kereta. Padahal tempat duduk merupakan instrumen terpenting penunjang penumpang yang akan menggunakan jasa KRL.

Menurut pengamat transportasi Universitas Atma Jaya, Djoko Setijowarno selain pemugaran pada fisik, stasiun harus berintegrasi dengan angkutan umum agar pengguna dapat dengan mudah jika ingin menyambung dengan angkutan umum lain. Selain itu kesediaan lahan parkir juga perlu diperhatikan agar pengguna yang membawa kendaraan dapat menitipkan kendaraannya dan beralih menggunakan KRL.

Tak hanya pengembangan stasiun, pemerintah juga telah selesai membangun jalur ganda lintas Duri-Tangerang. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jalan rel, pembangunan dan normalisasi elektrifikasi Listrik Aliran Atas (LAA) serta pemasangan gardus LAA di Stasiun Duri. Proyek yang resmi dioperasikan pada 8 Juni itu menghabiskan dana APBN sekitar Rp 685,61 miliar.[*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.