Sabtu, April 13, 2024

Bursa Saham Tiongkok Turun, Indonesia Perlu Waspada

Pialang saham memperhatikan harga saham di lantai Bursa Efek New York sementara layar menampilkan berita jatuhnya harga saham di pasar saham Tiongkok sesaat setelah pembukaan perdagangan di New York, Rabu (8/7)/ ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas Jackson.
Pialang saham memperhatikan harga saham di lantai Bursa Efek New York sementara layar menampilkan berita jatuhnya harga saham di pasar saham Tiongkok sesaat setelah pembukaan perdagangan di New York, Rabu (8/7)/ ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas Jackson

Turunnya bursa saham Tiongkok mampu mengguncang ekonomi dunia dan membuat Indonesia waspada, karena Tiongkok adalah pendorong pertumbuhan ekonomi dunia dan salah satu mitra utama perdagangan di Indonesia.

Sejak pertengahan Juni, pasar saham Cina merosot. Hanya dalam 3 minggu, harga saham di Shanghai telah kehilangan sepertiga dari nilai mereka. Turun 30% dalam tiga minggu, artinya dalam seminggu turun 10%. Bahkan indeks ChiNext yang lebih spekulatif telah turun 42% dalam 3 minggu. Bursa saham dunia juga ikut rontok terpengaruh oleh pelemahan pasar saham Cina.

Berdasarkan riset Bespoke Investment Group kapitalisasi pasar Cina sudah berkurang hingga US$ 3,25 triliun (Rp 42.250 triliun) dalam satu bulan terakhir.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI),Tito Sulistio mengatakan, merosotnya bursa saham negeri tirai bambu itu perlu dipantau karena lebih penting bagi Indonesia dari krisis finansial Yunani.

“Buat saya krisis Yunani itu hanya psikologi market (pasar) saja. Saya lebih takut kejadian di Tiongkok, market turun 30%. Dan Tiongkok merupakan emerging market terbesar. Itu yang harus kita perhatikan,” kata Tito, Rabu (8/7).

Indonesia terkena dampak jangka pendek dari pelemahan bursa saham Tiongkok, yaitu sentimen negatif. Sebenarnya, yang lebih menekan adalah dampak pelemahan ekonomi pada ekspor Indonesia. Indonesia juga mengirim bahan baku ke sana, seperti batu bara, CPO, dan lain sebagainya.

Seperti diketahui selain India, Tiongkok merupakan satu dari beberapa negara yang menjadi pelanggan besar batubara Indonesia. Dalam catatan APBI, pada 2013 dan 2014 kemarin nilai ekspor batubara Indonesia mengalami penurunan dari angka 90 juta ton menjadi 70 juta ton.[*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.