Wamen Fajar: MBG Berkolerasi dengan Penurunan Gejala Penyakit Anemia Ringan

- Advertisement -

Di SMA Wahdah Islamiyah, Kota Makassar petugas puskesmas mengatakan bahwa MBG turut berkontribusi aktif dalam penurunan gejala penyakit anemia ringan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa program MBG (makan bergizi gratis) tidak sekadar meningkatkan motivasi belajar para murid di sekolah, tetapi juga berdampak pada kesehatan murid sebagaimana penuturan petugas puskesmas yang sedang melakukan cek kesehatan gratis di sekolah. Dampak nyata MBG ini ia temukan ketika berdialog dengan para murid kelas 1 SMA Wahdah Islamiyah dan petugas puskesmas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/5).

Fajar menanyakan keluhan-keluhan terkait MBG serta menerima sejumlah masukan dari murid-murid tersebut. Di antara masukan yang ia terima adalah agar sayur-sayuran dan buah-buahan lebih bervariasi dan diperbanyak lagi.

“Para murid menyarankan agar diperbanyak sayurannya, buah-buahan, dan karbonya ditambah. Masukan tersebut akan disampaikan kepada teman-teman di BGN dan SPPG. Masukan-masukan ini penting dalam rangka meningkatkan pelayanan. Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kami diminta untuk meningkatkan layanan MBG khususnya di sektor pendidikan secara baik,” ujar Fajar di Komplek Perguruan Wahdah Islamiyah.

“Sejauh ini tidak ada masalah, tidak ada kasus keracunan, dan mereka bersyukur dengan adanya program MBG ini,” sambungnya.

Di sekolah yang sama, Fajar juga menengok kondisi unit kesehatan sekolah (UKS). Menurutnya, UKS punya peran penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. UKS telah berhasil dan berperan penting dalam menjembatani antara sekolah dengan puskesmas.

“Kebetulan tadi ada petugas dari puskesmas yang melakukan cek kesehatan gratis. Kerja sama yang terjalin antara sekolah dan puskesmas sejauh ini cukup baik. Setiap persoalan yang menimpa anak-anak kita dilaporkan dan direspons dengan baik oleh teman-teman puskesmas,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menanyakan kepada petugas puskesmas terkait dampak dari adanya program MBG yang sudah berjalan satu tahun lebih ini. Petugas puskesmas mengatakan bahwa MBG turut berkontribusi aktif dalam penurunan gejala penyakit anemia ringan.

“Sebelum ada MBG, banyak anak-anak kita menderita gejala penyakit anemia ringan. Kemudian ditemukan adanya korelasi intervensi MBG dengan penurunan gejala penyakit anemia ringan di kalangan murid. Ini menjadi salah satu bukti empiris, khususnya yang terjadi di salah satu sekolah di Makassar bahwa program MBG punya dampak nyata terhadap kesehatan murid di samping turut memperkuat motivasi belajar anak-anak kita. Tentu, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam dan utuh” ungkap Wamen Fajar.

Selain itu, pemanfaatan papan interaktif digital (PID) juga sudah mulai dirasakan. Wamen Fajar menilai para murid sangat senang dengan kehadiran PID ini dan murid-murid tersebut berharap kalau bisa jumlahnya ditambah.

- Advertisement -

“Dengan kehadiran PID ini, pembelajaran menjadi lebih interaktif, lebih mudah, lebih praktis, dan tentu membuat motivasi mereka bertambah. Terkait tambahan PID, Bapak Presiden Prabowo berkomitmen bahwa tahun ini sekolah akan mendapatkan tambahan PID, khususnya bagi sekolah yang jumlah muridnya banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Wamen Fajar meresmikan revitalisasi di TK ‘Aisyiyah 1, Kota Makassar. Rangkaian kunjungannya ke Sulawesi Selatan ini menjadi bagian tak terpisah dalam rangka memastikan kebijakan prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto terealisasi dengan baik.

“Kita ingin setiap kebijakan yang baik, implementasinya itu terukur dan berkualitas. Jangan sampai kebijakannya bagus, namun tidak terimplementasi dengan baik di daerah-daerah,” pungkasnya.

Facebook Comment
- Advertisement -