Efek Transisi Zaman Industri 3.0 menuju 4.0 terhadap Generasi Z

Bahtera Muhammad Persada
Bahtera Muhammad Persada
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2022
- Advertisement -

McKinsey dan Company mendefinisikan Gen Z sebagai kelompok individu yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012, menjadi saksi adanya masa transisi Industri dari 3.0 ke 4.0. Revolusi Industri 3.0 menuju 4.0 dicetuskan pertama kali oleh Klaus Schwab di tahun 2011 dalam Hannover Fair di Jerman. Perkembangan teknologi dalam peradaban manusia terus mengalami kemutakhiran. Hal ini ditandai dengan periodisasi Revolusi Industri 1.0 hingga 5.0. Schwab juga menyoroti penyebaran Revolusi Industri 4.0 yang jauh lebih masif dan cepat dibanding tiga revolusi industri sebelumnya. Internet dan konektivitas yang diusung Industri 4.0 menyebar ke seluruh dunia dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Gen Z sebagai Generasi Transisi Industri berperan penting dalam kemajuan Industrial 4.0. Merujuk data populasi Generasi Z dari Riset World Data Lab, menunjukkan bahwa Gen Z adalah generasi terbesar dalam sejarah dan kemungkinan akan menjadi satu-satunya generasi dengan populasi yang mencapai dua miliar orang. Jumlah populasi Gen Z diperkirakan mencapai seperempat total penduduk dunia. Gen Z sebagai pelaku dari perkembangan zaman mendapatkan panggung karir, terlebih mereka merasakan langsung adanya masa Transisi Industri, dari 3.0 menuju 4.0.

Namun, tidak semua Gen Z mampu mendapatkan kesempatan. Kompetisi dan daya saing, baik dalam skala nasional hingga global menjadi tantangan bagi Generasi Z. Gen Z yang dinilai sebagai generasi mahir dalam teknologi (tech-savvy), mendewakan self healing tanpa mengkhawatirkan adanya doom spending. Kemudahan dalam meraih informasi cenderung diremehkan, dari peremehan tersebut melahirkan Gen Z yang mudah untuk didoktrin, tumpul dalam berpikir, mentalitas yang lemah, rendah literasi, semua merupakan efektivitas buruk dari kemajuan teknologi. Manusia yang terbiasa hingga ketergantungan, mengonsumsi media dapat terpengaruh secara signifikan oleh realitas semu. Padahal, realitas yang ditampilkan oleh media tersebut masih berupa kemungkinan karena tidak dapat divalidasi kebenarannya secara empiris. Kemajuan teknologi membuat Generasi Z mengalami kemunduran.

Dengan berbagai dinamika dan dampak, Revolusi Industri 4.0 sudah hadir di masa tumbuhkembang Gen Z. Kehadiran Revolusi 4.0 mendisrupsi berbagai dimensi kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Revolusi Industri 4.0 bukanlah fenomena serupa pertama yang pernah terjadi dalam peradaban dunia. Menjadi tantangan setiap bangsa dan negara dalam persaingan Revolusi Industri 4.0, terkhusus Generasi Z sebagai produk sekaligus pelaku dari perkembangan zaman tersebut.

Perilaku bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi merupakan solusi pertama untuk Generasi Z, teknologi informasi dapat membantu Gen Z menjadi lebih kritis dan cerdas, memudahkan perkerjaan yang sebelumnya hanya menghasilkan 1 buah karya, dengan memanfaatkan teknologi bisa menghasilkan 3 buah karya, meningkatkan kuantitas dan kualitas tanpa menurunkan standaritas sebagai manusia. Manusia yang memanfaatkan teknologi, bukan teknologi yang merendahkan kualitas manusia.

Bahtera Muhammad Persada
Bahtera Muhammad Persada
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2022
Facebook Comment
- Advertisement -