Through the Looking-Glass (1871) bukan sekadar cerita fantasi biasa. Novel ini membuka gerbang menuju dunia surealis di mana logika terbalik, bahasa menari-nari dalam kekacauan,...
The Man Without Qualities (1930) karya Robert Musil berdiri sebagai monumen dalam lanskap sastra abad kedua puluh. Novel ini adalah jenis mahakarya yang namanya...
William Faulkner menciptakan novel As I Lay Dying hanya dalam waktu sekitar delapan minggu pada musim gugur tahun 1929, saat ia masih bekerja sebagai...
The Sleepwalkers (1930) berdiri sebagai monumen modernisme, sebuah karya yang dalam banyak hal dapat dipandang sebagai upaya ambisius para novelis untuk membongkar dan merombak...
Membaca ulang The Great Gatsby (1925) dengan perspektif segar terasa bak mendaki gunung yang telah dihafal setiap lekuknya. Bukan hanya karena statusnya sebagai novel...
Terlepas dari apakah seorang pembaca terpikat atau justru merasa asing dengan Ulysses (1920), satu hal yang tak terbantahkan adalah daya tarik intelektual dalam mengamati...
Tak semua perempuan siap menghadapi kenyataan pahit dalam hidup, apalagi ketika kesalahan yang terjadi membawa akibat sebesar kehamilan di luar nikah. Dalam masyarakat yang...
Pernikahan dalam banyak kebudayaan kerap dibayangkan sebagai gerbang kebahagiaan. Namun dalam kenyataannya, tidak sedikit perempuan justru merasa bahwa pernikahan adalah awal dari terenggutnya kebebasan.
Banyak...
Sigrid Undset, seorang tokoh sastra Norwegia yang dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1928, mengambil jalur artistik yang berbeda signifikan dari arus utama modernisme yang...