Sabtu, April 17, 2021

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Amien Rais Minta Dukungan FPI, Rizieq Shihab Siap (Fiksi)

Dikecam habis-habisan seputar pernyataannya tentang tuhan malu, Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais melakukan klarifikasi melalui akun Instagram amienraisofficial. Amien menyebut dia...

Andai Habib Rizieq Jadi Kepala BPIP, RUU HIP Takkan Segaduh ini!

Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) memiliki niat suci, agar Pancasila bisa tetap sakti di abad-21. Pancasila tak boleh jadi sekadar pajangan dinding, atau mantra...

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan...

Tertawalah Selagi Bisa!

Tertawa dan menangis terkadang dipertentangkan. Padahal dua hal tersebut baik untuk kesehatan mental. Orang waras pasti melakukan itu. Dalam kondisi tertentu, penyebab tawa dan tangis...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta peringatan terkait pernyataan Amien tentang Partai Setan dan Partai Allah.

“Saya mewakili Gereja Setan keberatan atas pernyataan Tuan Amien Rais. Karena sejatinya kami menjauhi segala hal yang berbau politik,” katanya.

Ia menyebut bahwa selama ini Gereja Setan berkomitmen mengajak manusia dalam upaya munkar dan sesat. Jalan hidup untuk menjalankan larangan dan mejauhi perintah-Nya. “Tapi, ya begitu … sebejat-bejatnya kami dalam mengikuti sunah Setan, enggak akan bawa-bawa beliau dalam politik,” lanjutnya.

“Kami tidak serendah itu; membawa keyakinan dan iman dalam urusan manusia.”

Meski mengaku mejalankan larangan Tuhan, para pengikut Gereja Setan meyakini bahwa menyebar kebencian atas nama Setan itu adalah hal yang hina. “Karena kami ini tahu, mana yang godaan Setan mana dan mana yang memang watak asli manusia,” ungkap Pak Anton.

“Setan itu kan membisiki manusia untuk berbuat dosa. Dosa-dosa yang enak. He-he-he. Tapi kalau bawa-bawa agama untuk urusan politik, wah, kami yang menyembah Setan ini enggak berani.”

Gereja Setan percaya bahwa doktrin tertinggi manusia adalah untuk menjadi baik dan bebas. Mereka menolak intervensi Tuhan, ini mengapa politik dianggap sebagai sesuatu yang tabu. “Kami melihat bagaimana politik ini lebih berbahaya daripada agama. Coba lihat pelaku persekusi dan penyebar kebencian, itu kan karena politik dan mereka biasanya bawa-bawa Tuhan. Dih, amit-amit jabang Donald Trump,” katanya.

“Demi Setan, kami ini enggak rela Setan dibawa-bawa dalam urusan politik.”

Pak Anton menyebut banyak orang atas nama politik maupun agama bisa merampas hak-hak orang lain untuk berekspresi, terutama mereka yang berasal dari kelompok minoritas dan terpinggirkan. “Saya harap ke depannya Tuan Amien Rais tidak lagi bawa-bawa Setan dalam kampanye politik. Anda boleh bawa-bawa Tuhan, tapi jangan bawa-bawa Setan,” kata Pak Anton.

“Setan enggak pernah minta anak orang disembelih atas nama iman.”

Narahubung: Anton LaVey, High Priest Church of Satan (+1 66626662666 )

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Generasi Z dan Radikalisme Beragama

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, menggegerkan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena jenis ledakan yang masuk kategori...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Dua Sisi Media Digital Terhadap Budaya Lokal

Mari kita mulai membaca dan sambil memperhatikan sekitar kita tentang Media,Budaya, dan Jati Diri. Mungkin kita sudah mengetahui istilah Globalisasi. Globalisasi itu ditandai dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.