OUR NETWORK
Minggu, September 19, 2021

Wujud Diplomasi Publik Netizen Indonesia di All England 2021

Chikal Sandiawan
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia

All England merupakan kejuaraan bulutangkis tingkat dunia yang diselenggarakan di Birmingham,Inggris pada 17 hingga 21 Maret 2021. Kejuaraan ini adalah salah satu turnamen tingkat internasional yang merupakan bagian dari Tur Dunia yang diadakan oleh Badminton World Federation (BWF) di tahun 2021.

Pada kejuaraan itu, pihak kontingen Indonesia dipaksa mundur dari turnamen setelah dihubungi oleh National Health Service (NHS) Inggris dikarenakan pada perjalanan dari Istanbul, Turki menuju Birmingham, Inggris terdapat penumpang gelap yang mengalami positif Covid-19 lalu semua atlet Indonesia dipaksa untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan tidak diizinkan untuk bermain dalam kejuaraan lagi.

Padahal saat sampai di Hotel untuk pertama kali, semua atlet Indonesia sudah melakukan isolasi mandiri dan melakukan test Covid-19 dengan hasil semua pemain dinyatakan negatif, semua pemain Indonesia juga sudah bermain beberapa match dalam kejuaraan ini, namun keputusan sepihak yang dibuat oleh panitia BWF pada kejuaraan All England yang memaksa mundur semua pemain Indonesia membuat seluruh atlet dan warga Indonesia kecewa terhadap keputusan tersebut.

Kontingen Indonesia pada kejuaraan ini sudah banyak melakukan protes terhadap panitia namun tetap tidak memberikan hasil dan keputusan yang dibuat oleh panitia tidak dapat diubah karena harus mengikuti peraturan dari pemerintah Inggris yang disampaikan melalui layanan kesehatan Inggris yaitu NHS.

Pasalnya banyak sekali kejanggalan pada hal ini, salah satunya adalah yang terjadi pada atlet asal Turki yang tetap diperbolehkan untuk bermain meski atlet ini juga satu pesawat dengan pemain Indonesia kala menuju Birmingham meskipun pada akhirnya atlet ini juga dipaksa untuk mundur ketika kontingen Indonesia memprotes hal ini.

Lalu, kejanggalan satu lagi berasal dari 7 pemain asal Denmark, Thailand, dan India yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 dan dinyatakan negatif dalam satu hari, dalam hal ini sangat jelas bahwa Indonesia tidak mendapatkan keadilan, walaupun sudah melakukan protes berkali-kali namun tetap saja pemain Indonesia tidak diperbolehkan untuk bermain lagi pada ajang ini lalu hal ini membuat banyak netizen Indonesia turut kecewa dan marah kepada panitia penyelenggara yang tidak berlaku adil terhadap Indonesia dan turut melakukan protes terhadap panitia penyelenggara melalui kolom komentar instagram official All England 2021 dan berujung pada hilangnya akun instagram resmi yang dimiliki oleh panitia kejuaraan All England 2021 yang disebabkan oleh kemarahan netizen Indonesia dengan mereport akun tersebut.

Dalam hal ini, netizen yang terlibat pada isu ini termasuk kedalam bagian dari citizen diplomacy, yang mana pada konteksnya netizen Indonesia tidak ditunjuk secara langsung oleh pemerintah namun mereka dinilai sebagai representatif oleh masyarakat pada penanganan isu tertentu. Sehingga pada isu ini, sikap netizen Indonesia terhadap kasus yang menimpa kontingen Indonesia di kejuaraan All England sudah merepresentasikan bahwa netizen secara tidak langsung telah menjadi citizen diplomacy bagi Indonesia dan hal tersebut menjadi bukti bahwa netizen sudah ikut melaksanakan Diplomasi Publik.(Marshall, 1949).

Sikap yang dilakukan oleh netizen Indonesia ini juga banyak menyita perhatian dunia dengan bukti bahwa banyak media luar negeri yang ikut membela pemain Indonesia pada ajang All England itu, para pemain dari kontingen Denmark dan Jepang juga sangat menyayangkan atas absennya pemain Indonesia pada ajang tersebut pasalnya banyak yang menanti untuk melawan Indonesia di ajang tahunan yang dibawahi oleh BWF tersebut. Sorotan media luar terhadap kejadian yang dialami Indonesia ini berasal dari kehebohan yang diciptakan oleh netizen Indonesia di platform media sosial baik Instagram maupun Twitter atas dasar kekecewaan citizen Indonesia terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh pihak panitia All England.

Bahkan sikap kepedulian netizen terhadap isu ini juga membuat para pemangku kepentingan tidak tinggal diam saja. Presiden RI angkat bicara mengenai hal ini agar Menpora tidak tinggal diam saja terhadap perlakuan diskriminatif All England dan melayangkan protes terhadap penyelenggara.

Bahkan kata Menpora, Zainudin Amali yang dilansir dari pers bahwa pihak kita sudah melayangkan protes dengan menggunakan kalimat yang keras jika berada di level diplomasi yang menyatakan bahwa BWF tidak profesional, tidak transparan, dan diskriminatif. Namun lagi-lagi protes keras yang dilakukan oleh Menpora kepada kepengurusan BWF untuk meminta keadilan hanya direspon dengan permintaan maaf dari pihak BWF atas ketidaknyamanan yang terjadi ke para atlet kontingen Indonesia.

Dilihat dari dampak yang dihasilkan atas sikap yang dilakukan oleh netizen Indonesia terhadap isu kontingen Indonesia yang dipaksa mundur dari kejuaraan All England ini membuktikan bahwa netizen Indonesia sudah menjadi representatif masyarakat dalam penanganan isu dengan salah satu hasilnya adalah sorotan dari media luar yang ikut menyuarakan kekecewaan netizen Indonesia terhadap BWF, artinya netizen adalah representasi sebagai masyarakat yang memiliki power untuk dijadikan alat diplomasi publik suatu negara yang berfungsi sebagai framing media agar menggiring opini masyarakat internasional.

Dalam konteks lain, citizen diplomacy yang merepresentasikan masyarakat yang memiliki power untuk ikut melaksanakan diplomasi publik bisa menjadi bumerang bagi Indonesia sendiri. Sikap masif yang dilakukan oleh netizen Indonesia bisa menjadikan citra masyarakat Indonesia menjadi buruk dimata dunia sehingga berdampak kepada opini masyarakat Internasional yang beranggapan bahwa netizen Indonesia tidak mempunyai attitude yang bagus, seperti halnya survei yang diangkat oleh Microsoft yang menyatakan bahwa netizen Indonesia adalah netizen yang tidak beretika lalu netizen menyerang Instagram Official Microsoft pada waktu itu dengan mencecar menggunakan kata-kata kasar. Hal-hal seperti ini yang seharusnya dapat dihindari karena menjadikan citra netizen Indonesia semakin buruk dimata masyarakat Internasional dan hal ini sangat merugikan Indonesia.

Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia sebagai masyarakat yang bisa dijadikan power untuk mendukung diplomasi publik karena kekuatan citizen diplomacy ini bisa menjadi dua belah mata pisau yang bisa melukai diri sendiri, artinya masyarakat harus diberi bekal agar bisa menjadi power yang bagus untuk membantu melaksanakan diplomasi publik dan bisa bermanfaat bagi Indonesia, bukan malah menjadikan citra masyarakat Indonesia buruk dimata dunia dengan melakukan hal-hal yang berkonotasi negatif.

Chikal Sandiawan
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.