OUR NETWORK
Jumat, September 29, 2023

Transkreasi dalam Penerjemahan

Agus supriyadi
Guru, sekaligus penerjemah, disebuah SMK di kota malang. penyuka buku dan pemilik toko buku online Jalu_angin_Books
From Korea With Love Concert

Tulisan ini didasari oleh sebuah artikel yang ditulis olejh Claduia Benetello berjudul When Translation Is Not Enough: Transcreation As A Convetion-Defying Practice: A Practitioner’s Perspective.

Bahasan tentang transkreasi sebetulnya sudah lama ada tetapi penulis baru mengetahuinya sekarang. Karena itu penulis mencoba menuangkan hasil bacaaan penulis terhadap artikel tersebut dan beberapa sumber lainnya.

Pertama penulis akan mencoba menyajikan definisi dari kedua konsep diatas yaitu Penerjemahan dan Transkreasi.

  • Catford (1965) menyatakan bahwa penerjemahan sebagai penempatan (replacement) teks bahasa sumber dengan teks yang ekuivalen dalam bahasa sasaran.
  • Ernst & Gutt (1998) menyatakan bahwa penerjemahan adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk pernyataan ulang (restate) apa yang telah dinyatakan atau dituliskan oleh seseorangd alam suatu bahasa ke dalam bahasa lainnya.
  • Newmark (1988) menyatakan bahwa terjemahan adalah proses “render makna dari teks ke bahasa lain berdasarkan cara yang dimaksudkan oleh penulis”.

Inti dari semua definisi para ahli di atas, menerjemahkan adalah memindahkan pesan dari bahasa sumber ke bahasa penerima. Newmark juga menyatakan bahwa ada empat metode penerjemahan yang berorientasi pada bahasa sumber yaitu

  • word to word translation,
  • literal translation,
  • faithful translation,
  • idiomatic  translation, dan
  • communicative translation.

Selain itu juga ada metode yang berorientasi pada bahasa sasaran yaitu

  • adaptation,
  • free translation,
  • idiomatic translation,
  • communicative translation.

Jika mengacu pada metode penerjemahan yang berientasi pada bahasa sumber maka hasil penerjemahan terikat pada tatanan gramatikal dalam berbahasa.

Di sisi lain Transkreasi adalah sebuah konsep yang digunakan dalam bidang bahasa untuk menggambarkan proses adaptasi sebuah pesan dari satu bahasa ke bahasa lain dengan tetap mempertahankan tujuan, gaya, nada dan konteks dari teks sumber. Definisi tersebut jelas menunjukkan bahwa transkreasi masuk dalam metode penerjemahan jenis kedua yaitu metode yang berorientasi pada bahasa sasaran.

Istilah Transkreasi (transcreation) sudah ada sejak tahun 1975 yaitu ketika Purushotama Lal, seorang sastrawan India menggunakan kata tersebut untuk menggambarkan usaha penerjemahan sebuah naskah drama klasik dari bahasa India ke Bahasa Inggris. Dia menyatakan bahwa Transkerasi “bertujuan untuk memeprtahankan bukan bahasa Sanskrit ettapi tradisi Hindu yang melingkupi naskah drama klasik tersebut”. Dalam perkembangannya, istilah Transkreasi banyak digunakan dalam bidang bisnis terutama iklan.

Dalam artikelnya Claudia Benetello mencoba untuk membandingkan antara penerjemahan dan transkreasi. Dia menggunakan kaidah atau standar evaluasi penerjemahan untuk transkreasi. Kaidah atau standar yang digunakan mencakup

  • Wrong term (kesalahan terma)
  • Syntactic error (kesalahan sintaksis).
  • Omission (penghapusan)
  • Addition (penambahan)
  • Word structure & agreement Error (kesalahan struktur dan kesesuaian kata).
  • Misspelling (salah eja)
  • Punctuation Error (kesalahan penggunaan tanda baca).
  • Miscellaneous Error (lain-lain).

Dari delapan standar evaluasi penerjemahan tersebut, Cladia menemukan bahwa pelanggaran atas kedelapan standar tersebut umum dijumpai dan bahkan bisa diterima dalam transkreasi. Karena sekali lagi transkreasi tidak termasuk pada jenis penerjemahan yang berorientasi pada bahasa sumber tetapi berorientasi pada bahasa sasaran.

Contoh Transkreasi

  • Contoh 1

“Don’t go postal” di bawah gambar seorang pekerja kantoran yang tertekan memegang setumpuk surat mendesak adalah strap line yang diusulkan untuk mesin faks super cepat baru saat itu ketika harga mesin faks yang baru mulai terjangkau.

Sekarang, ‘going postal’ di AS banyak diartikan sebagai bentuk kemarahan atas sejumlah insiden yang terjadi ketika tekanan para pekerja pos AS telah membaik pada akhir abad lalu.

Maksud dari strap line tersebut adalah menggunakan humor gelap (dark joke) untuk menyiratkan bahwa lebih baik mengirim faks dokumen daripada mengirim lewat pos yang berisiko keterlambatan dan konsekuensi negatif lain yang mungkin timbul. Tag line tersebut tidak pernah benar-benar digunakan karena dianggap tidak pantas (menurut kami).

Jadi, bagaimana cara ‘transkreasi’ dalam bahasa Inggris UK? Hanya tiga kata, tetapi bukan jumlah kata intinya, melainkan bagaimana Anda menyampaikan pesan yang sama di mana tidak ada terjemahan langsung atau kaitan budaya.

Klien lebih menyukai saran kami, yaitu “Fax. Relax.”.

  • Contoh 2

Transkreasi Pusi A Red, Red Rose Karya Robert Burns

Dari bahasan diatas kita sampai pada kesimpulan bahwa Transkreasi adalah bagian dari penerjemahan (termasuk yang dilakukan jasa translate) namun lebih fokus dalam membangun respons emosional audiens dari bahasa sumber bukan hanya sekedar teks literal dari konten saja. Dapat dikatakan bahwa transkreasi adalah tentang pengambilan konsep dalam satu bahasa dan merubahnya secara total ke dalam bahasa lain tetapi memiliki ide yang sama.

Biasanya, transkreasi diterapkan dalam proyek multibahasa yang berhubungan dengan materi pemasaran atau iklan yang membutuhkan keterampilan ekstra untuk melakukannya karena terjemahan literal tidak sesuai dengan konsep transkreasi. Kebanyakan transkreasi diproduksi oleh copywriter yang berspesialisasi dalam pemasaran.

Sedangkan untuk penerjemah, biasanya transkreasi dilakukan oleh orang yang berbahasa asli atau sama dengan audiensi yang ditargetkan. Untuk menghasilkan transkreasi yang baik, penerjemah atau jasa penerjemah harus memiliki pengetahuan yang luas tentang materi pemasaran mereka, bahasa yang sangat baik, keterampilan dan kemampuan untuk secara kreatif menyesuaikan pesan untuk audiensi target

Agus supriyadi
Guru, sekaligus penerjemah, disebuah SMK di kota malang. penyuka buku dan pemilik toko buku online Jalu_angin_Books
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.