Sabtu, Mei 8, 2021

Tahapan Menuntut Kebenaran dalam Ilmu

Patriarki Musuh Bersama

Hari Perempuan Internasional, suara perempuan bergemuruh di mana-mana. Melalui kampanye, aksi refleksi hingga tulisan-tulisan, mereka ekspresikan. Sebab salah satu tantangan utama kita dalam mengatasi...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Refleksi Sumpah Pemuda untuk Bung dan Jeng Sekalian

 Bung dan Jeng sekalian, kita akan memperingati sumpah pemuda bukan ?. Mari sejenak kita flashback ke masa lalu, agar lebih enak mbahas soal sumpah...
nur ada silvyani
Bernama Nur Adha Silvyani, mahasiswa di Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan, Sumatera Utara.

Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan. Kebenaran dapat juga diartikan secara umum sebagai kenyataan sebagaimana adanya yang menampakkan diri sebagai yang ditangkap melalui pengalaman. Adapun kata ilmiah dapat diartikan sebagai sesuatu yang bersifat ilmiah, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengentahuan.

Dari pengertian tersebut terlihat bahwa kebenaran ilmiah itu dapat diaktualisasikan atau dimanifestasikan dalam pengetahuan ilmiah. Atau dengan kata lain, suatu pengetahuan disebut ilmiah justru karena di dalam pengetahuan tersebut terdapat suatu kebenaran yang bersifat ilmiah. Pengetahuan ilmiah bertitik tolak dari kekaguman terhadap pengalaman biasa atau harian.

Kekaguman terhadap pengalaman, kebenaran, pengetahuan biasa (common sense), menimbulkan berbagai ketidakpuasan dan bahkan keraguan terhadap kebenaran harian tersebut. Ketidak puasan dan keraguan tersebut akan melahirkan keingintahuan yang mendalam yang diwujudkan dalam berbagai pertanyaan. Sekarang proses ilmiah tersebut melahirkan kebenaran ilmiah yang dinyatakan dalam pengetahuan sains (Hadi, 1994).

Kebenaran ilmiah yang diwujudkan sebagai ilmu pengetahuan jika memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat tersebut seperti yang diungkapkan Beerling (1986) bahwa ilmu pengetahuan ilmiah sesungguhnya berkaitan dengan tiganorma, pertama pengetahuan ilmiah, pengetahuan yang memiliki dasar pembenaran. Kedua, pengetahuan ilmiah bersifat sistematis. Ketiga, pengetahuan ilmiah bersifat intersubjektif.

John F. Haught menerangkan empat persepsi terhadap relasi antara agama dan sains. Pertama,  Agama sama sekali bertentangan dengan sains atau bahwa sains membatalkan agama. Kedua, mereka yang berfikiran bahwa agama dan sains sangat berbeda satu sama lain sehingga secara logis tidak mungkin ada konflik atau hubungan di antara keduanya.

Agama dan sains sama-sama valid, tetapi tetap terpisahkan satu sama lainnya. Ketiga, walaupun agama dan sains jelas berbeda, sains selalu mempunyai implikasi-implikasi bagi agama, demikian juga sebaliknya. Sains dan agama niscaya berinteraksi satu sama lain. Karena itu, agama dan teologi pun tidak boleh mengabaikan perkembangan-perkembangan baru dalam sains, Dan keempat, yakni yang melihat relasi itu sebagaimana relasi ketiga, tetapi lebih halus, karena golongan ini melihat bagaimana agama dapat berperan positif dalam mendukung petualangan ilmiah mencari penemuan.

Ilmu, filsafat dan agama adalah tiga institut kebenaran, ketiga cara ini mempunyai ciri-ciri tersendiri dalam mencari, menghampiri dan menemukan kebenaran. Ilmu pengetahuan didapati dari hasil usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu systema mengenai kenyataan, struktur, pembagian atau segala sesuatu yang dapat diselidiki dengan menggunakan daya pemikiran manusia dibantu penginderaannya, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.

Sains dan filsafat memiliki landasan yang sama, yakni “rasionalitas”. Tetapi agama berlandaskan pada tata keimanan atau tata keyakinan terhadap sesuatu di luar manusia, juga berlandaskan pada sistemritus (tata peribadatan) dan system norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam lainnya, seluruh sistem agama ini berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab-kitab yang diwahyukan.

Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang tertentu yang disusun secara sistematis menurut metode-metode tertentu yang dapat dipergunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan itu, sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui.

Logika adalah salah satu cabang filsafat. Ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.

Estetika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan dan biasa nya terdapat didalam seni dan alam semesta.

Etika membicarakan tentang pertimbangan tentang tindakan baik buruk, susila tidak susila dalam hubungan antar manusia. Ada perbedaan antara etika dan moral pengkajian secara mendalam tentang system nilai yang ada, Jadi etika sebagai suatu ilmu adalah cabang dari filsafat yang membahas system nilai (moral) yang berlaku.

Humaniora atau ilmu budaya adalah ilmu yang mempelajari tentang cara membuat atau mengangkat manusia menjadi lebih manusiawi dan berbudaya.

Agama adalah suatu system kepercayaan kepada Tuhan yang dianut oleh sekelompok manusia dengan selalu mengadakan interaksi dengan-Nya. Pokok persoalan yang dibahas dalam agama adalah eksistensi Tuhan, manusia dan hubungan antara manusia denagan tuhan. Keterkaitan antara filsafat dengan, sains dan logika merupakan kaitan yang dapat dinalarakan dan diberikan kerasionalitasan.

Filsafat dengan ilmu pengetahuan, mengacu kepada berkembangnya pemahaman tentang suatu bidang tertentu. Filsafat dan estika juga sangat erat kaitanya, karena estetika merupakan cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari tentang seni keindahan, perihal baik/buruk, nilai dan norma. Filsafat dengan humaniora, berkaitan mengenai bagaimana mengembangkan studi tentang manusia, dan upaya mengangkat martabat manusia, dan memanusiakan manusia.

Tahapan dalam Memperoleh Kebenaran dalam Ilmu Pengetahuan yang pertama Know-Tahu, dalam struktur dasar kegiatan manusia mengetahui ( to know) mengetahui secara umum dapat dibedakan adanya 3 tahap ( Sudarminta 2002) pertama tahap pengalaman keindraan. Kedua, tahap pemahaman. Yang ketiga, tahap pertimbangan dan penegasan keputusan

Yang kedua The Knower – Kemampuan manusia untuk mengetahui, merasakan, dan mencapai apa yang dirasakan. Ada 3 jenis kemampuan mengetahui, yaitu pertama, kemampuan kognitif atau cipta. Yang kedua Kemampuan efektif atau kemampuan rasa. Yang ketiga Kemampuan Onatif atau kemampuan karsa atau psikomotorik.

Yang ketiga, Knowledge pengetahuan diperoleh dari hasil nalar berhubungan dengan kepercayaan, realitas dan solidaritas dari dunia eksternal.

Adapun dalam Islam, pengenalan akan tempat sesuatu dalam kaitannya dengan keseluruhan system dalam pengaturan Allah dan dalam kesatuan wujud. Hal ini menjadi berbeda dengan pengertian makna dalam pemikiran Barat, yang justru mengutamakan keteraturan logis (seperti dalam tradisi Positivisme Logis) atau rekayasa akliah yang subyektif dan intersubyektif (seperti dalam tradisi hermeneutika).

Islam memandang bahwa kebenaran relative itu ada tapi tidak berarti semua yang benar itu relative sifatnya sebagaimana pandangan relativisme. Dalam Islam ada kebenaran yang sifat nya mutlak dan biasanya disebut dengan istilah haq dan ada kebenaran yang disebut dengan istilah sawāb yakni kebenaran yang sifatnya relatif. Haq sendiri lawannya adalah bathil sedangkan sawāb lawannya adalah khata.

nur ada silvyani
Bernama Nur Adha Silvyani, mahasiswa di Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan, Sumatera Utara.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.