OUR NETWORK
From Korea With Love Concert
Jumat, Desember 9, 2022
From Korea With Love Concert

September Hitam, September Kelam

Siti Shafiyah Nur Ubai
Undergraduate Political Science Student who is interested in learning social political issues.
From Korea With Love Concert

Bagi sebagian orang, tidak ada yang indah di bulan September. Billie Joe Armstrong pun ingin tidur saja selama bulan September. Ada pula yang menganggap September sebagai bulan spesial, misalnya Puan Maharani yang merayakan ulang tahun ke-49 bersama para anggota DPR RI beberapa waktu silam. Di sisi lain, September menjadi bulan yang akan selalu diingat oleh sebagian orang. September meninggalkan kenangan pahit yang begitu mendalam bagi mereka yang haknya dilanggar, bagi mereka yang keluarganya dihilangkan.

Rentetan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terus memenuhi kalender bulan September. Mirisnya, negara masih melanggengkan pelanggaran HAM yang terus menambah catatan hitam di bulan September bahkan sampai hari ini. September Hitam menjadi bulan peringatan atas banyaknya tragedi kemanusiaan yang terlupakan. Beberapa peristiwa kelam tersebut di antaranya:

  1. 7 September: Pembunuhan Munir (2004)

Diracun dengan arsenik – sebuah zat kimia berbahaya saat sedang berada di atas langit Rumania para 7 September 2004. Munir tewas dalam penerbangan Garuda GA-974 menuju Belanda. Munir dikenal sebagai sosok manusia yang kritis dan vokal terhadap ketidakadilan di Indonesia. Pelaku lapangan telah ditangkap dan divonis, tetapi dalang atau aktor intelektual di balik pembunuhan Munir masih belum diadili.

  1. 12 September: Tragedi Tanjung Priok (1984)

Penerapan Pancasila sebagai asas tunggal di Era Soeharto telah memicu protes berbagai kalangan. Bermula dari spanduk mengkritik pemerintah di sebuah musala, demonstrasi terjadi antara warga dan aparat. Setidaknya 24 warga tewas dan 55 warga lainnya mengalami luka-luka.

Meskipun berhasil sampai ke proses pengadilan, para terdakwa melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi dan berhasil lolos dari jeratan hukum pidana karena diputus bebas oleh pengadilan. Putusan bebas tersebut pun menggugurkan kewajiban negara untuk memberikan ganti rugi kepada korban dalam bentuk kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi.

  1. 19 September: Penembakan Pendeta Yeremia (2020)

Pendeta Yeremia merupakan Pimpinan Umat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) dari Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua yang dikenal sebagai sosok vokal dalam mengkritisi keberadaan militer di Hitadipa. Pada 19 September 2020, istri Pendeta Yeremia menemukan Pendeta Yeremia tertelungkup di kandang babi miliknya dengan luka tembak dan luka tusuk. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Pendeta Yeremia berkata pada istrinya bahwa orang yang menembaknya adalah anggota tentara yang biasa mereka jamu dan bertugas di Hitadipa.

  1. 24 September: Tragedi Semanggi II (1999)

Disahkannya Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Berbahaya oleh DPR telah memicu aksi-aksi di berbagai kota karena masyarakat menganggap UU ini dibuat sebagai sarana menguatkan dominasi militer di Indonesia. Tragedi kelam ini menelan sedikitnya 11 orang meninggal dan 217 orang luka-luka. Salah seorang korban yang secara nyata meninggal ditembak adalah Yap Yun Hap, seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang tergeletak tak bernyawa di depan Universitas Atma Jawa di malam harinya.

Sampai hari ini, Kejaksaan Agung masih belum melanjutkan proses hukum atas hasil penyelidikan Komnas HAM. Alih-alih mengalami kejelasan perkembangan kasus, pada Februari 2020 lalu Jaksa Agung justru sempat mengemukakan bahwa Tragedi Semanggi I dan II bukan termasuk pelanggaran HAM berat. Sebuah cacat logika yang kembali menyakiti perasaan keluarga korban.

  1. 24 September: Reformasi Dikorupsi (2019)

Pembahasan Omnibus Law dan kumpulan RUU bermasalah lainnya yang tak melibatkan partisipasi publik secara substantif memicu aksi nasional secara besar-besaran di berbagai kota di Indonesia. Aksi tersebut kemudian direpresi secara brutal oleh aparat keamanan. Setidaknya 5 orang massa aksi meninggal dunia.

  1. 29 September: Wafatnya Salim Kancil (2015)

Seorang petani dan aktivis lingkungan, Salim Kancil dibunuh dan sebelumnya sempat dianiaya oleh sekelompok preman karena menolak penambangan pasir ilegal di Lumajang, Jawa Timur. Kelompok preman yang membunuh Salim Kancil diketahui sebagai orang suruhan dari Kepala Desa Selok Awar-Awar yang divonis 20 tahun penjara. Pelaku lapangan telah diadili, tetapi pelaku pidana pencucian uang dan pihak-pihak penerima manfaat, para pejabat, broker, dan pembeli pasir ilegal sama sekali tidak diangkat di persidangan.

  1. 30 September: Tragedi 1965-1966

Peristiwa G30S 1965 yang menyebabkan kematian tujuh jenderal nyatanya menjadi awal dari kejahatan terhadap masyarakat sipil kala itu. Rakyat sipil yang tidak tahu-menahu mengenai peristiwa tersebut dan dituduh berhubungan dengan PKI menjadi korbannya.

Diperkirakan lebih dari satu juta orang menjadi korban pembantaian, penahanan, pemerkosaan, penghilangan paksa, dan pembuangan. Meski Kejaksaan Agung didesak menindaklanjuti laporan Komnas HAM tahun 2012 tentang temuan bukti kejahatan, sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang signifikan.

Luka dan duka selalu menyelimuti September. Pendampingan terhadap para korban pelanggaran HAM sangat dibutuhkan karena apa yang mereka alami menimbulkan trauma mendalam. September Hitam menjadi momentum bagi kita semua untuk terus bersuara dan mengingatkan negara atas kesalahan mereka dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang membutuhkan kepastian dan keadilan.

Penuntasan kasus pelanggaran HAM yang belum juga menemukan titik terang semakin menyadarkan kita betapa minimnya komitmen negara akan hal tersebut. September masih saja hitam dan ini akan terus digaungkan karena tragedi kemanusiaan tidak seharusnya dilupakan. Di dalam September Hitam, cahaya penerang dibutuhkan, guna melindungi mereka yang takut dan trauma akan kegelapan.

Referensi:

  • https://kontras.org/september-hitam/
  • https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2020/10/13/1592/september-hitam-sebuah-pengingat-peristiwa-kelam-ham-di-bulan-september.html

Siti Shafiyah Nur Ubai
Undergraduate Political Science Student who is interested in learning social political issues.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.