Senin, Juni 24, 2024

Sensus Pertanian 2023

Aruni Ika
Aruni Ika
Bocah Pencari Jati Diri_ Mahasiswi UIN WS

Sudah 77 tahun sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Perjuangan merdeka tidak hanya sebatas kata terbebas dari euphoria penjajahan bangsa semata karena nyatanya masih banyak penjajahan lain yang masih harus diperjuangkan. Salah satunya adalah bentuk penjajahan dalam bidang kedaulatan pangan.

Indonesia masih belum mampu mencapai kedaulatan pangan secara maksimal. Sebagai negara agraris dan beriklim tropis, Indonesia memiliki lautan yang kaya akan sumber dayanya, lahan yang luas dan tanah subur serta kondisi iklim yang mendukung menjadikan Indonesia sebagai produsen dari berbagai komoditas dalam sektor pertanian.

Berbagai macam komoditas pertanian dibudidayakan dan dipasarkan di Indonesia yang harusnya menjadikan Indonesia negara mampu mencapai kedaulatan pangan secara maksimal. Sayangnya, isu kelaparan dan kemiskinan masih saja menjadi momok menakutkan yang marak terjadi di Indonesia.

Kesejahteraan para petani pun masih terbilang rendah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup secara pas-pasan. Padahal, sektor pertanian tercatat berkontribusi besar terhadap PDB negara. Tahun 2023, BPS mencatat sektor pertanian tumbuh secara positif untuk perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 11,77 persen pada triwulan I 2023.

Sektor pertanian Indonesia juga memerankan sebagai produsen komoditas pertanian strategis di tahun 2021 antara lain Kelapa Sawit yang menduduki peringkat 1 dunia di tahun 2021, Padi menempati peringkat 4 dunia dan kakao yang menempati peringkat 6 dunia.

Atas dasar potensi tersebut, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pengembangan pada sektor pertanian. Untuk melakukannya dibutuhkan adanya data pertanian yang akurat, aktual, dan komprehensif sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Sensus Pertanian 2023.

ST2023 di Depan Mata

Sensus Pertanian merupakan kegiatan pengumpulan data pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Penyelenggaraan sensus pertanian 2023 termasuk sensus yang ketujuh sejak pertama kali dilaksanakan di tahun 1963, sebab sensus ini digelar setiap 10 tahun sekali.

Sensus pertanian 2023 dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni sampai 31 Juli 2023. ST2023 dirancang dengan standar Internasional mengacu pada World Programme for the Census of Agriculture (WCA) yang dikawal oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO).

Kegiatan ST2023 bertujuan untuk mengumpulkan keseluruhan data pertanian di Indonesia yang mencakup pada tujuh subsektor yaitu tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan, kehutanan dan jasa pertanian.

Data tersebut diperoleh dari keseluruhan responden pertanian yang meliputi usaha pertanian di rumah tangga, usaha pertanian dalam bentuk perusahaan, maupun usaha pertanian lain. Dalam prosesnya, kegiatan ini akan mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis hingga mengevaluasi data pertanian di Indonesia.

Data yang dihasilkan akan menunjukkan struktur pertanian hingga level terkecil yang dapat dijadikan kerangka dasar untuk kegiatan pertanian selanjutnya untuk mewujudkan program pemerintah agar tercipta kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan.

Dengan demikian, sensus pertanian merupakan tanggung jawab kita bersama mulai dari para stakeholder baik itu kementerian/Lembaga terkait dan juga para pelaku usaha pertanian.

Realita Tantangan ST2023

Realitanya untuk melakukan sensus pertanian 2023 terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh tim sensus, antara lain sebagai berikut:

  • Kurangnya Sosialisasi, infrastruktur dan Teknologi

Untuk melakukan ST2023 dibutuhkan insfrastruktur yang memadai seperti perangkat keras yang memadai dan jaringan internet yang stabil.

Tantangan ini juga berkaitan dengan keterbatasan teknologi terutama di daerah pedesaan pedalaman yang sulit dijangkau. Kurangnya sosialisasi juga berpengaruh terhadap masyarakat dimana mereka masih tidak mengerti kegiatan ST2023 dan manfaatnya.

Sehingga diperlukan investasi dalam infrastruktur, teknologi dan sosialisasi kegiatan untuk mendukung pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan data pertanian secara efisien.

  • Kurangnya Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat

Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi hal terpenting dalam pengumpulan data dan keberhasilan ST2023. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum update terhadap kegiatan untuk sektor pertanian.

Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengumpulan data pada ST2023 sehingga dibutuhkan upaya sosialisasi dan keterlibatan petani untuk memastikan akurasi data yang dikumpulkan.

  • Keterbatasan Sumber Daya Manusia

Penerapan ST2023 membutuhkan bantuan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam bidang pertanian dan teknologi informasi. Selain itu, tidak semua orang bersedia menjadi tim sensus pertanian.

Sehingga tantangan yang dihadapi adalah kompetensi dan ketersediaan tenaga kerja untuk mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data pertanian. Pelatihan yang sesuai perlu disediakan untuk meningkatkan kemampuan SDM yang terlibat dalam ST2023.

  • Koordinasi antara Lembaga maupun Pihak Terkait

Keterlibatan berbagai pihak terkait dalam proses ST2023 menjadi tantangan yang harus dihadapi karena perlunya koordinasi yang efektif antar lembaga untuk memastikan pertukaran data yang efisien, kesesuaian waktu pembaruan data, kolaborasi dalam analisis data dan perumusan kebijakan.

Satu Data Dasar Pengambilan Keputusan

Suatu data dibutuhkan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bagi pemerintah, baik untuk pembuatan kebijakan secara makro maupun sektoral.

Data dasar hasil dari sensus pertanian 2023 memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan di sektor pertanian.

Kelengkapan data yang akurat dan komprehensif akan membantu pemerintah untuk menganalisis kebijakan pertanian yang ada, membantu dalam perencanaan jangka panjang dan pengembangan sektor pertanian.

Melalui pemahaman tren produksi, perubahan pola konsumsi, maupun permintaan pasar akan membuat keputusan strategis dapat diambil untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, pengalokasian sumber daya dan pengembangan teknologi yang tepat.

Penyusunan anggaran untuk kebutuhan sektor pertanian di masa depan juga memerlukan dasar data agar alokasi sumber daya modal dilakukan secara lebih efisien dan efektif.

Tidak hanya itu, pengembangan riset dan inovasi dalam sektor pertanian membutuhkan satuan data yang tepat untuk merancang solusi yang dibutuhkan serta penciptaan teknologi untuk kebutuhan sektor pertanian di lapangan.

Sensus pertanian 2023 merupakan langkah maju untuk pengintegrasian data pertanian yang aktual, komprehensif dan akurat.

Pelaksanaan ST2023 menawarkan potensi besar sebagai sumber data untuk pengambilan keputusan dan keberlanjutan di sektor pertanian kedepannya.

Sudah semestinya kita bekerjasama dan berkomitmen untuk mensukseskan pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 yang menjadi tonggak penting untuk pembangunan di sektor pertanian yang berkelanjutan sehingga dapat mencapai kedaulatan pangan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Indonesia.

Aruni Ika
Aruni Ika
Bocah Pencari Jati Diri_ Mahasiswi UIN WS
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.