Sabtu, Mei 18, 2024

Semiotika Dasar dalam Pandangan Charles Sanders Peirce

Muafan Zaldi
Muafan Zaldi
hai my name is muafan zaldi. i live in jakarta and i'm school in Universitas Pamulang from study Sastra Indonesia.

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Ini adalah teori dan analisis tanda dan praktik penandaan.

Charles Sanders Peirce merupakan seorang ilmuan yang berasal dari Amerika. Peirce juga merumuskan teori semiotika sekitar waktu yang sama dengan Saussure, pada awal 1900-an. Dalam pernyataannya Peirce mengungkapkan bahwa semiotika sebagai hubungan antara simbol, icon, dan index. Sedangkan dalam pandangan Saussure bahwa suatu tanda terdiri dari dua bagian, yaitu penanda dan yang ditandai.

Jadi, semiotika dalam pandangan Peirce terkenal dengan konsep Triadik atau Trikotomi. Tanda tersebut memiliki tiga unsur, diantaranya Ground, Object, dan Interpretant.

Penjelasan mengenai Ground, dibagi lagi menjadi Qualisign, Sinsign, Legisign. Sedangkan Object  terdiri atas Icon, Index, dan symbol, dan Interpretant terdiri atas Rheme, Dicent Sign/Dicisign, dan Argument.

Sebuah tanda Representamen merupakan sesuatu yang dianggap mewakili sesuatu yang lain dengan suatu hal atau kapasitas. Sesuatu yang lain itu dinamakan Interpretant dari tanda yang pertama yang kemudian mengacu pada objek. Selain itu pada sebuah memiliki relasi triadik langsung dengan interpretan dan objeknya, hal itu disebut dengan Signifikasi.

Triadik/Trikotomi, Peirce

Dalam gambar tersebut menjelaskan bahwa semiotika itu merupakan semiosis atau proses yang mencakup tiga persamaan yaitu tanda. Hal yanng diwakilinya yaitu objek ini, dan interpretan adalah kondisi yang terjadi pada pikiran seseorang.

kemudian ketiga unsur tersebut berhubungan dengan tanda karena memiliki kemiripan, lalu kedekatan eksistensi terbentuk secara konvensional. Jadi proses tersebut dieknal dengan semiosis. Semiosis adalah suatu proses dimana suatu tanda berfungsi sebagai perwakilan apa yang ditandainya.

Example:

Contoh Triadik/Trikotomi Peirce

Melalui contoh pada sebuah gambar diatas, dapat kita terangkan bahwa dalam representament/sign-nya merupakan konsep pohon gersang, lalu pada objek/referent nya merupakan foto pohon tanpa daun, sedangkan interpretannya merupakan pohon gersang.

Contoh lain representamen, interpretant, dan object.

Gambar tersebut menjelaskan bahwa konsep berkelanjutan dari representament, interpretant, dan object lebih luas lagi.

Lanjut penjelasan pada Ground. Dalam pandangan Peirce, Ground terbagai menjadi tiga yaitu Qualisign, Sinsign, dan Legisign. Pertama Qualisign merupakan sesuatu yang dianggap sebagai tanda berdasarkan suatu sifat. Contohnya: kata-kata keras , lemah, lembut, merdu, dan lain-lain.

Kedua Sinsign merupakan eksistensi aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda. Contohnya: kata “keruh” pada “air sungai keruh” bisa menjadi tanda bahwa ada hujan di hulu sungai, Banjir, bisa menjadi tanda bahwa ada tanggul jebol atau ada hujan deras. Sedangkan Legisign merupakan norma-norma yang terkandung dalam tanda. Contohnya: rambu-rambu lalu lintas, menandakan hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh manusia.

Berikutnya tentang Object. Object itu terdiri dari icon, index, dan symbol. Pertama, Icon merupakan hubungan natara penanda dan pertandanya yang bersifat sama atau memiliki kemiripan. Contohnya: Peta, Miniatur, atau Potret. Kedua, Index merupakan hubungan alamiah yang terjadi antara tanda dan petanda yang bersifat kausal (hubungan sebab-akibat). Contohnya: Asap sebagai ada tandanya api, jejak tapak kaki sebagai seseorang yang lewat disanah, ketukan pintu sebagai kedatangan tamu dirumah kita. Sedangkan Symbol merupakan hubungan alamiah yang terjadi antara penanda dan petanda, namun berdasarkan pada konvensi (perjanjian) masyarakat. Contohnya : Bendera negara, symbol toilet, symbol gender dll.

Yang terakhir ada Interpretant, dibagi menjadi Rheme, DicentSign/Dicisign, dan Argument. Pertama, Rheme merupakan tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Contohnya: Orang yang matanya merah dapat saja menandakan bahwa orang itu habis menangis, baru bangun tidur, kelilipan sesutau, atau sedang menderita sakit mata.

Kedua, Dicesign/Dicisign merupakan tanda yang sesuai dengan kenyataan. Contohnya: “Hati-Hati Dijalan” jika dijalan sering terjadi kecelakann, maka ditepi jalan itu diberikan peringatan bahwa jalan tersebur sering terjadi kecelakaan. Kawasan dipantau kamera CCTV, menandakan bahwa daerah tersebut sebelumnya pernah terjadi pencurian, atau kejadian tertentu yang mengharuskan untuk diberi tanda sebagai kawasan terpantau kamera CCTV.

Ketiga, Argument merupakan tanda yang lansung memberikan alasan tentang sesuatu, yang berisi penilaian, atau alasan. Contohnya: “Dilarang merokok di area SPBU” alasannya adalah bahwa bisa menyebabkan kebakaran.

Muafan Zaldi
Muafan Zaldi
hai my name is muafan zaldi. i live in jakarta and i'm school in Universitas Pamulang from study Sastra Indonesia.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.