Selasa, Juli 16, 2024

Rivalitas Regional dan Pentingnya Kunjungan Kaisar Jepang

MG Amanullah
MG Amanullah
Peneliti Bahasa dan Budaya Jepang

Dua hari ini hingga tanggal 23 Juni Indonesia dikunjungi oleh Kaisar Jepang Naruhito dan permaisuri Masako Owada. Naruhito adalah kaisar ke 126 Jepang yang bertahta pada tahun 2019 bergelar Reiwa (damai-harmoni). Dalam konteks budaya Jepang, Kaisar Naruhito memang bukanlah pemimpin politik. Kedaulatan kaisar telah dipindahkan pada rakyat Jepang saat negara itu didemokratisasi oleh AS tahun 1945. Namun demikian, sosoknya amat dihormati dan dijunjung tinggi. Ia lah yang menjadi simbol sejati dan representasi sesungguhnya rakyat Jepang. Gerak gerik, tindakan, dan ucapannyalah mencerminkan suasana hati rakyat Jepang.

Bagi kedua negara kunjungan ini tentu memiliki makna penting. Sebuah kehormatan besar bagi Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi oleh Kaisar Naruhito setelah pelantikannya. Kedatangan kaisar ini menjadi simbol penting yang menandakan betapa Indonesia dianggap begitu berarti bagi Kaisar dan negara Jepang secara keseluruhan.

Dalam konferensi pers sebelum keberangkatan, kaisar dengan tegas menyampaikan niatnya untuk memperdalam kerjasama dengan Indonesia, terutama dalam bidang budaya dan pertukaran generasi muda. Apa yang menarik perhatian adalah ketertarikan Kaisar dalam budaya Indonesia, seperti alat musik angklung, hibridisasi ikan koi, dan kerajaan Sriwijaya. Jarang sekali seorang kaisar membahas budaya suatu negara secara spesifik dalam pidato selama 15 menit. Kaisar Naruhito juga mengakui bahwa Indonesia dan Jepang pernah mengalami “masa-masa yang sulit”, dan berharap melalui kunjungan ini dapat memperdalam persahabatan yang telah terjalin dengan tanpa melupakan realita sejarah.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang, yang telah terjalin sejak tahun 1958, memiliki sejarah yang penuh dinamika. Meskipun telah berlalu puluhan tahun sejak akhir Perang Dunia II, penyelesaian masa perang antara kedua negara ini belum sepenuhnya tuntas. Masih banyak korban perang yang belum mendapatkan penghormatan dan keadilan hingga akhir hayat mereka. Selain itu, Jepang pernah dikritik karena kebijakan ekonominya yang terkesan sentralistik dan eksklusif hingga tahun 1974. Dalam merespons kritik tersebut, Jepang ternyata mau melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi dan hubungan luar negerinya. Mereka menyadari bahwa hubungan yang kuat tidak cukup hanya berorientasi pada kepentingan materi semata.

Sejak saat itu, upaya kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam bidang budaya dan humaniora semakin digalakkan. Jepang mendirikan organisasi nirlaba pemromosi budaya Jepang bernama “Japan Foundation”, membantu mendirikan jurusan bahasa Jepang di berbagai universitas, memberi beasiswa pelajar Indonesia ke Jepang, dan seterusnya.  Hasilnya, dua dekade berikutnya, masyarakat Indonesia mulai secara penuh menerima Jepang tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga budayanya.

Produk-produk industri Jepang menjadi sangat dominan pada dekade 90-an, dan budayanya terus diapresiasi dan berkembang pesat hingga saat ini. Generasi muda Indonesia pun kini terlihat sangat terbuka terhadap budaya Jepang, dan banyak dari mereka mencintai anime, komik, game, kuliner, lagu, dan segala hal yang berhubungan dengan budaya Jepang. Hal ini mencerminkan dampak positif dari hubungan antara Indonesia dan Jepang yang semakin erat.

Dinamika Persaingan Geopolitik di Asia Timur menuju Asia Tenggara

Dalam konteks saat ini, hubungan Indonesia-Jepang bukan hanya sebatas sejarah dan budaya, tetapi juga geopolitik terkini. Pada era 90-an, Jepang merajai perekonomian Asia, termasuk Indonesia. Namun, dominasi itu kini dihadapkan pada tantangan sengit dari Tiongkok dan Korea Selatan. Salah satu contoh, Korea Selatan memiliki strategi promosi budaya lebih agresif dibanding Jepang. Hasilnya, video musik K-pop dan K-drama lebih banyak ditonton oleh generasi muda Indonesia daripada anime atau drama Jepang.

Contoh lainnya, adalah terpinggirkannya Jepang dalam tender proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang justru dimenangkan oleh Tiongkok pada 2015. Bagi Jepang, kegagalan mendapatkan proyek ini merupakan pukulan telak karena mereka-lah yang selama ini dianggap sebagai pelopor dan ahli dalam teknologi kereta cepat. Rivalitas geopolitik yang sejatinya terjadi di Asia Timur pun merambah hingga ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Preferensi Indonesia terhadap Tiongkok, yang gencar memperluas pengaruhnya melalui Belt and Road Initiative (BRI) dengan tawaran investasi infrastruktur besar, juga mempengaruhi dinamika hubungan Indonesia-Jepang. Hal ini membuat Jepang semakin sadar akan perlunya mempertahankan dan memperkuat hubungan dengan Indonesia.

Kunjungan Kaisar Jepang ke Indonesia menghadirkan gambaran yang lebih luas tentang upaya Jepang untuk mempertahankan posisi dan pengaruhnya di kawasan ini. Meskipun peran Kaisar tidak terkait langsung dengan politik, kunjungan ini memberikan pesan yang jelas bahwa Jepang berkomitmen untuk memperkuat hubungannya dengan Indonesia. Salah satu agenda yang menonjol dalam kunjungan ini adalah kunjungan ke depo MRT (Mass Rapid transit) di Jakarta. MRT, sebuah proyek kereta listrik dengan jalur yang melintasi bawah tanah dan atas tanah.

MRT merepresentasikan keunggulan Jepang dalam konteks persaingan antara Jepang dan Tiongkok. Tiongkok memenangkan proyek kereta cepat di Indonesia, sementara Jepang memenangkan proyek MRT. Kehadiran Kaisar di depo MRT menunjukkan upaya Jepang untuk unggul dalam kerjasama ekonomi dan teknologi dengan Indonesia. Jepang menyadari pentingnya menjaga hubungan kuat dengan Indonesia dalam menghadapi persaingan regional yang kompleks. Kunjungan Kaisar Jepang ke Indonesia bukan hanya kunjungan protokoler, tetapi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Jepang dalam persaingan geopolitik di kawasan ini.

MG Amanullah
MG Amanullah
Peneliti Bahasa dan Budaya Jepang
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.