Senin, April 19, 2021

Remaja dan Zona Nyaman

“Agama Karet”

Islam itu agama rahmatan lil’ alamin (silahkan Anda searching di mbah google, apa itu rahmatan lil’ alamin). Dalam pandangan saya, sekarang ini sebagian kecil...

Kebiasaan Mahasiswa yang Sering Menitip Absen

Di Indonesia yang terbentang dari sabang sampai marauke mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Dari kekayayaan tambang emas, tembaga, minyak bumi, dan kekayaan bahari...

Registrasi Kartu Perdana, Repot atau Relevan?

Awal tahun, masyarakat sudah dibuat grusah-grusuh dengan kebijakan Menteri Kominfo melalui Permen Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12...

Pancasila dan Petaka Toleransi Neoliberal

Salah satu tema yang diperdebatkan dalam forum debat pilpres 2019 sesi ke-empat adalah ideologi. Berbicara seputar ideologi pada umumnya merujuk pada pembicaraan seputar pancasila....
Salsabila Putri Suwijik
Sebagai mahasiswa aktif Universitas Jember, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sosmed Ig : @_biiibill

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja untuk menghadapi masalah-masalah yang ada di zamannya.

Pola pikir dan mental sering beriringan ibaratya saling membimbing satu sama lain. Ketika terjadi sebuah masalah yang dirasa remaja cukup rumit pada dirinya, remaja akan memikirkan bagaimana untuk menyelesaikan sebuah permasalahan itu dengan  solusi yang cepat dan tepat. Selanjutnya ketika solusi itu sudah di putuskan, remaja akan menerima segala resiko dari keputusan apa yang diambil.

Penerimaan keputusan ini merupakan bentuk tahanan mental seorang remaja untuk menghadapi masalah tersebut. Akan tetapi, kelabilan remaja yang merupakan sebuah hal wajar yang selalu muncul pada proses peremajaan menyebabkan remaja tidak konsisten atas dasar pilihannya.

Untuk itu, remaja menjadi bingung akan keadaan yang dialami tersebut, sehingga berpengaruh terhadap mentalnya. Proses pendewasaan pada remaja membutuhkan power besar bagi beberapa orang yang berusaha keluar dari zona nyaman yang selama ini dilakukan. Zona nyaman semata–mata bukan berarti zona yang mengutuk remaja untuk tidak berkeinginan maju.

Zona nyaman terjadi biasanya dari faktor internal maupun eksternalnya. Faktor internal yang biasanya sering terjadi, yaitu ketika sesorang remaja lebih senang pada suatu hal yang tidak menyulitkan mereka, sehingga zona itu akan terus menjadi kebiasaan remaja untuk bertahan hingga menuju kenyamanan dan parahnya lagi terus akan berlanjut.

Akan tetapi, zona nyaman ada juga yang terbentuk dari rasa ketidak serasian antara ekspetasi dengan realita yang ada, sehingga menyebabkan seseorang yang awalnya cenderung berkembang pada zona berbeda sebelumnya, menjadi sulit melakukan penyesuaian atau adaptasi pada zona yang terbentuk atas dasar ketidaserasian, sehingga zona yang tidak seharusnya diambil malah menjadi sebuah keharusan terpaksa untuk dilakukan.

Zona yang awalnya bukan keinginan dan kemauan pribadi, menjadi sebuah zona kenyamanan kita atas dasar terpaksa. Terpaksa bukan berarti beranggapan negatif, malah jika dipikir kembali zona keterpaksaan membuat bagaimana seseorang bertahan dan bahkan bagaimana caranya harus melakukannya. Hingga kemudian kita terbiasa atas zona itu dan mau tidak mau melakukan hal tersebut untuk menuntaskannya.

Terlebih mengubah suatu kebiasaan tidak bisa secara instans= seperti merebus mie lalu ditaburi bumbu dan cepat tersaji. Akan tetapi, remaja perlu ruang untuk berpikir kembali, karena dimasa kelabilannya  membuat keadaan semakin berputar – putar, padahal seharusnya cukup satu tujuan yang dipikirkan secara matang-matang.

Sampai saat ini memang masalah remaja masih menjadi sebuah kondisi yang memungkinkan untuk selalu dibahas dalam membentuk karakter yang tepat. Karakter remaja dengan kelabilan yang dimiliki akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa dihadapi, agar tidak terjerumus ke hal yang buruk. Perlu diingat bahwa zona nyaman tidak selamanya buruk, zona tersebut akan muncul tergantung porsi apa yang diambil.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat pasti ada kaitannya juga dengan perkembangan remaja. Keterkaitan perkembangan ini bisa dijadikan sebuah media untuk mengolah karakter remaja menjadi karakter yang tepat untuk dirinya dan keadaan sekitarnya. Salah satu perkembangan teknologi dibuktikan dari adanya media sosial. Nah, media sosial ini pasti banyak berbagai info yang menarik untuk di konsumsi remaja, apalagi seperti Tiktok, Instagram, Snapchat dan lainnya.

Pada konten – konten media tersebut, sekarang banyak ide – ide menarik yang ditampilkan oleh berbagai orang berpengaruh seperti Influencer. Konten yang disajikan biasanya berupa ilmu – ilmu menarik yang terkadang belum diketahui pada remaja umumnya, misal kebanyakan sekarang terdapat tips dan trik menghitung tepat dengan teknik penyuguhan video yang menarik, sehingga remaja melihat dan mencoba hal tersebut. Konten lainnya seperti memasak, tips editing, trik jenius tentang pendidikan yang ditampilkan semenarik mungkin untuk bisa dilakukan viewers, salah satunya remaja.

Remaja bisa keluar dari zona nyamannya dengan mencoba hal unik yang ada pada konten tersebut dan mampu meningkatkan skill non akademik, untuk memperoleh hal – hal yang berkaitan dengan dirinya. Kebanyakan pembelajaran visual secara tidak langsung sangat berpengaruh bagi remaja, dibanding duduk dan hanya mendengarkan. Terlebih lagi pembelajaran visual disajikan dengan sebuah rangkaian video yang menarik, sehingga proses perkembangan remaja akan menyelesaikan tantangan – tantangan dengan ide – ide yang matang dan bisa dipertanggungjawabkan.

Akan tetapi, tantangan baru dengan adanya perkembangan teknologi. Dimana tidak semua konten berdampak baik pada perkembangan remaja untuk menemukan jati dirinya. Perlunya pembatasan dengan media sosial, bisa dilakukan dengan kegiatan–kegiatan yang lebih produktif. Kegiatan itu bisa seperti seminar penyuluhan yang membahas masalah remaja pada realitanya, seperti mengaitkan masalah remaja perubahan hormon dengan masalah percintaan remaja, sehingga secara tidak langsung hal itu akan mengolah pemikiran remaja untuk lebih berhati – hati dalam bertindak.

Selain itu, juga adanya program pendidikan remaja untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menyuguhkan pemikiran–pemikiran yang mempengaruhi remaja untuk tidak memutuskan keputusan secara sepihak. Oleh karena itu, penting sekali hubungan remaja dengan kondisi lingkungan sekitarnya untuk saling memberikan pengaruh positif dalam menyelesaikan permasalahan di zamannya.

Salsabila Putri Suwijik
Sebagai mahasiswa aktif Universitas Jember, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sosmed Ig : @_biiibill
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.