Jumat, April 23, 2021

Rakyat Percaya Tanpa Korupsi

Tumbangnya Politik Emak-Emak di Pilpres 2019

Emak-emak menjadi idola baru di panggung politik kita dewasa ini. Ia yang selama ini nyaris tidak pernah diperhitungkan dalam konstelasi perpolitikan kita, kini ia...

Toilet dan Pandangan Ideologi Masyarakat

Tulisan ini adalah hasil dari melihat salah satu video interview Slavoj Zizek. Filsuf kontemporer yang kadar intelektualnya disegani di dunia. Dalam salah satu bagian...

Keturunan Imigran dalam Tim Perancis di Piala Dunia, Bagaimana Statusnya?

Perancis merupakan salah satu tim Eropa yang berhasil masuk sampai ke babak semifinal Piala dunia selain Belgia, Kroasia, dan Inggris. Perancis termasuk tim yang diunggulkan...

Menegakkan Keadilan Pemilu

Pemungutan suara yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu ternyata tidak menyudahi terbaginya dua kubu masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh perbedaan pilihan dalam Pemilihan Umum...

Perhelatan Pilkada serentak 2018 telah sukses dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 kemarin. Secara umum, pesta demokrasi lokal ini boleh dibilang lancar dan kondusif. Kendatipun terdapat insiden-insiden yang mencederai proses demokratisasi ini baik selama atau pun pasca proses pemilihan.

Misalnya, kasus moneypolitics, bagi-bagi sembako, penyebaran bahan kampanye yang tidak sesuai dengan aturan, dan/atau fakta rivalitas para calon dengan kotak kosong pada 16 daerah.

Yang paling mengerikan adalah insiden baku tembak antara TNI/Polri vs KKSB di Nduga Papua, dugaan guru yang dipecat karena beda pilihan di Bekasi dan tragedi lainnya adalah 2 (dua)kandidat tersangka korupsi berhasil keluar sebagai jawara sementara ini di Tulungagung dan Maluku Utara.

Tanpa Korupsi

Saya merasa miris mengetahui bahwa di Maluku Utara dan Tulungagung unggul dua orang tersangka kasus korupsi. Menjadi pertanyaan bagi saya, apakah rakyat dibutakan matanya, terlena dengan rayuan atau tidak menggunakan nurani dalam memilih hingga kedua pasangan ini bisa unggul? Ataukah memang kedua pasangan tersebut punya kekuatan luar biasa ala super hero? Tetapi bahwa itu kembali pada pilihan masing-masing orang, hanya saja pemilih cerdas adalah mereka yang mengetahui konsekuensi dari setiap tindakannya, apakah kita sudah cerdas?

Peristiwa di atas bisa dikatakan penting untuk dinalar dan direfleksikan dalam kehidupan demokrasi ke depannya. Terpilihnya pemimpin baru berarti munculnya harapan baru dan semangat baru dalam penataan kinerja, birokrasi kelembagaan dan pelayanan publik. Hal ini hanya dapat diwujudkan apabila sejak dini para kepala daerah memasukan salah satu agenda terpenting yaitu anti korupsi dan mengembalikan kepercayaan publik kepada pemerintahan yang digerakannya.

Memang bidang korupsi dapat dikatakan sebagai salah satu yang melorotkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah baik di tingkat pusat atau daerah serta lembaga-lembaga kekuasaan negara.Korupsi menjadi masalah serius dan paling banyak menguras baik secara materi, pikiran dan tenaga, nilai etika/moral yang dianut, membuat labeldan yang pasti menyengsarakan tidak hanya koruptor sendiri tetapi rakyat selaku pemilik kedaulatan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pada tanggal 26 Juni 2018 sehari menjelang Pilkada 2018 mengingatkan kepada publik bahwa sampai saat ini KPK telah menetapkan 95 kepala daerah tersangka kasus korupsi dari 108 perkara yang ditangani KPK. Dengan data tersebut, maka mau tidak mau, suka tidak suka menjadi tantangan bagi para kepala daerah untuk merebut kembali hati rakyat. Jangan korupsi, itu intinya.

Kepercayaan publik dibutuhkan agar pemerintah itu solid dan fokus mengerjakan hal-hal yang penting dan strategis bagi kemaslahatan rakyat. Kepercayaan publik juga dapat berarti pemerintah menjadikan rakyat sebagai subyek studi penyelenggaraan pemerintahan adalah agar pemerintah punya ukuran yang nyata terkait realisasi program-program. Disamping itu untuk mewujudkan fungsi kontrol, kepatuhan, akseptabilitas dan kredibilitas dan popularitas bila ingin tetap memerintah.

Cara demikian menunjukan bahwa pemimpin terpilih itu adalah yang terbaik dari yang baik.Niscaya rencana apapun akan mendapatkan dukunga rakyat, entah agenda rupa apapun itu asalkan lahir dari rakyat yang percaya bahwa selalu ada sisi keadilan, kemanfatan dan kemakmuran yang dimotori pemimpinnya, pasti selalu berhasil.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.