Senin, April 19, 2021

Perluasan Pengaruh Israel di Kawasan Melalui Jalur Kereta Api

Pemilu 2019: Surplus Politisi dan Defisit Negarawan

Hiruk pikuk kontestasi Pemilu 2019 kini telah menjadi sorotan. Hal tersebut mengingat bahwa panggung politik akhir-akhir ini telah menampilkan realitas politik yang cukup menguras...

Puritanisme Islam: Memurnikan Ajaran atau Arabisasi?

Dalam sejarah Islam, gerakan puritan paling tidak muncul ketika Khawarij muncul. Prinsipnya, setelah Nabi Muhammad wafat umat Islam kembali tergantung pada kesukuan, bukan kepada...

Tanpa Bahas Maritim, Kemana Arah Debat Capres 2019?

Hampir dalam setiap seminar kebangsaan 4 tahun terakhir ini, isu maritime jadi kalimat pembuka dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sudah sejak dini kita disuguhi mengenai...

Apa Sih Hebatnya Menulis?

Hayo, siapa yang tersinggung dengan kata-kata di atas? Saya sebagai penulis, tentunya cukup kecewa dengan konten ucapan orang tua yang seperti itu. Hakikat orang tua...
Muhamad Munir
Mahasiswa S3 Jurusan Hukum Islam di WISE University- Jordan

Pada 22 Maret 2021, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Israel, Avi Simhon menyatakan bahwa Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) tengah merancang pembangunan proyek kereta api yang menghubungkan Abu Dhabi dengan Haifa. Jalur Kereta api ini akan melintasi negara Yordania dan Arab Saudi. Simhon juga menegaskan ada peluang besar melaksanakan proyek ini karena sebagian besar jalur kereta api di Israel, UEA, dan Arab Saudi telah beroperasi kecuali di Yordania yang membutuhkan pembangun sekitar 200 hingga 300 kilometer.

Kerja sama erat antara Israel dengan UEA terus meningkat sejak terjalinnya kesepakatan damai antara UEA dan Israel pada 13 Agustus 2020 yang dimediasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Donald Trump. Pembuatan jalur kereta api yang menghubungkan antara Israel dengan UEA diprediksi telah dirancang matang oleh Israel sebelum kesepakatan damai resmi antara kedua negara. Hal ini tentunya akan menguntungkan Israel dalam segi ekonomi dan politik.

Terkait ekonomi, Israel akan menggunakan jalur darat kereta api sebagai pengangkut komoditas ekspor Israel ke UEA dan negara Teluk lainnya, seperti Arab Saudi dan Bahrain. Sedangkan terkait keuntungan politik, Israel akan lebih mendapat legitimasi aneksasi Tepi Barat Palestina untuk leluasa memperluas wilayah dan permukiman Israel, karena jalur kereta api tersebut akan meilintas Tepi Barat, Yordania, dan Arab Saudi.

Keeratan hubungan Israel dengan UEA bukanlah sesuatu yang baru, sebelumnya Israel dan UEA secara diam-diam telah melakukan hubungan selama dua dekade, sejak 1990-an. Hubungan itu difokuskan pada tukar menukar informasi intelijen dan jual beli senjata. Pembelian senjata Israel oleh UEA terus meningkat sejak kunjungan rahasia Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Gadi Eizenkot ke UEA pada November 2018 dan melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan dan para pejabat keamanan UEA.

Dalam kunjungan tersebut dibahas mekanisme penjual senjata dari Israel ke UEA, serta kunjungan balasan dilakukan oleh delegasi pejabat keamanan UEA ke Angkatan Udara Israel untuk melihat kemampuan jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat yang telah dikembangkan oleh Israel yang kemudian UEA berkomitmen untuk membelinya disamping pembelian alutsista dan tekhnologi perang lainnya.

Keberhasilan Israel menjalin hubungan erat dengan UEA diprediksi akan dijadikan kendaraan Israel untuk memperluas pengaruhnya di kawasan. Israel tidak lagi menggunakan pendekatan kelasik yang selama ini dilakukannya dalam melobi Yordania secara dua arah untuk mengontrol zona penyangga di perbatasan timur Israel dari gangguan yang mengancam keamanan Israel.

Namun Israel akan menggunakan tangan UEA untuk melancarkan kepentingan dan misinya di Timur Tengah. Selain itu, pendirian jalur kereta api yang terbentang dari negara Teluk ke Isreal akan memutuskan jalur kereta api antara negara-negara Arab dengan Turki yang telah tersambung sejak dinasti Ottoman. Hal ini juga dilakukan oleh Israel dalam rangka mencegah kembalinya pengaruh Turki di kawasan.

Eratnya hubungan Israel dan UEA tentunya sangat menguntungkan pihak Israel, di mana Israel mendapat tempat tinggi di negara-negara Teluk, keeratan hubungan dengan UEA digunakan juga oleh Israel untuk menjangkau negara terdekat UEA, seperti  Bahrain,  Arab Saudi, Oman, Mesir dan Yordania.Bahkan Israel telah berhasil mengalihkan isu jajahannya terhadap Palestina menjadi isu Iran dan Turki yang dianggap sebagai musuh bersama. Saat ini Israel telah memegang kunci pemain inti di kawasan sehingga memudahkan Israel untuk memposisikan dirinya sebagai koordinator keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Muhamad Munir
Mahasiswa S3 Jurusan Hukum Islam di WISE University- Jordan
Berita sebelumnyaRemaja dan Zona Nyaman
Berita berikutnyaJihad Versi Kristen?
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.