OUR NETWORK
Kamis, Agustus 18, 2022

Peran Sastra dalam Membentuk Psikologi Kepribadian Anak

Avatar
Astri Pangesti
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Apa peran sastra dalam pengembangan kepribadian anak? Pada dasarnya, semua orang menyukai dan membutuhkan sastra. Terutama anak-anak yang peka untuk belajar, memperoleh, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan yang sangat kompleks.

Nah, tentu sastra memegang peranan yang sangat mendasar dalam perkembangan kepribadian anak. Bagaimanapun, karya sastra pada dasarnya berbicara tentang kehidupan dan berbagai nilai kehidupan yang berkaitan langsung dengan pembentukan karakter manusia.

Karya sastra merupakan cerminan dari kehidupan nyata sebagai hasil refleksi dari realitas kehidupan yang dilihat. Sastra juga menawarkan berbagai bentuk cerita yang mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, apalagi pembacanya adalah anak-anak yang mengambarkan fantasi dan merangkul semua jenis cerita, apakah itu masuk akal atau tidak.

Sebagai karya sastra tentulah berusaha menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, mempertahankan, serta menyebarluaskan (kepada anak-anak). Perkembangan anak akan berjalan wajar dan sesuai dengan periodenya bila diberikan bahan bacaan yang sesuai.

Sastra bagi anak harus mengandung tema yang mendidik, alurnya yang tidak berbelit-belit, tokoh dan penokohan mengandung peneladaan yang baik, gaya bahasanya sederhana dan mudah dipahami tapi mampu mengembangkan kreasi, sudut pandang yang tepat, imajinasi yang tepat dan masih dalam jangkauan anak.

Istilah ‘sastra anak’ bukanlah sesuatu hal yang baru, dan sudah lama bentuk cerita anak atau komik. Sastra anak mencerminkan lika-liku kehidupan yang dapat dipahami anak, menjelaskan perasaannya, dan menjelaskan pikirannya.

Sastra anak membutuhkan nilai-nilai tertentu yang dapat mempengaruhi psikologis anak. Tentu saja, sastra anak perlu memuat rasa kesenangan, kegembiraan, kenikmatan, dan berpetualang bagi anak. Sastra anak dapat bercerita, menginformasikan, dan lebih memahami kehidupan itu sendiri tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah kehidupan.

Sastra anak dikatakan telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian anak dalam proses pendewasaan yang memiliki jati diri yang jelas. Identitas seorang anak dibentuk oleh lingkungan yang di budidayakan secara tidak sadar. Lingkungan yang dimaksud adalah luas dan mencakup baik sastra lisan yang dipelajari oleh anak berbicara maupun sastra tulis yang dipelajari dengan membaca.

Literatur yang diperoleh anak dapat digunakan oleh keluarga, masyarakat, dan bangsa sebagai sarana untuk menanam, memupuk, mengembangkan, bahkan melestarikan aset yang bernilai baik sejak anak masih kecil. Misalnya, orang tua menyanyikan lagu untuk membujuk si buah hati agar segera tidur, dan membuat hatinya senang.

Tentu sastra semacam ini mengandung nilai yang berpengaruh bagi perkembangan kejiwaan bagi anak, misalnya nilai kasih sayang, perhatian, dan keindahan. Nilai keindahan dalam bacaan membangkitkan potensi anak untuk mengembangkan nilai seni pada dirinya, baik dalam pengertian menikmati maupun berekspresi. Pada awal perkembangan anak maka orangtualah yang mula-mula membangkitkan potensi, mengolah jiwa, dan mengajak menikmati keindahan sastra.

Pengakuan bahwa sastra memegang peranan penting antara lain, tercemin dalam realitas masa lalu hingga masa kini masyarakat secara sadar mengenali, memelihara, menikmati, dan menciptakan keberadaan sastra. Dunia anak adalah dunia bermain, dunia menyanyi, dunia cerita, dunia bersenang-senang, dan tidak ada kesedihan sebagaimana kesedihan orang dewasa disana. Sastra anak membentang luas sekali di sekeliling kita, baik berwujud lisan maupun yang tertulis.

Mungkin orang menganggap berlebihan jika dikatakan bahwa sastra berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Namun, sebaliknya tidak dapat dipungkiri bahwa sastra berperan dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian anak.

Avatar
Astri Pangesti
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.